Suamiku, Kekasihku (Revisi)

Suamiku, Kekasihku (Revisi)
Sambutan Rain


__ADS_3

*Baiklah acara sambutan dari kepala sekolah juga sambutan dari perwakilan murid baru saja Kita dengarkan. Selanjutnya, saya mohon perhatian semuanya untuk bersama-sama Kita akan mengetahui siswa dengan nilai tertinggi tahun ini dan otomatis akan mendapatkan beasiswa langsung dari Pak Rakha sebagai tanda penghargaan.


Untuk itu mari Kita sambut, Bapak Kepala Sekolah agar kembali ke atas panggung untuk memberitahu kita semua siapa yang menjadi peraih nilai teetinggi tahun ini*.


Setelah MC menyelesaikan bicaranya Rain membisik pada Ega.


"Pak Rakha nggak dateng?"


"Makanya orang lagi ngomong tuh dengerin, jangan liatin calon suami terus. Mentang-mentang calonnya ganteng." sahut Ega yang mendapatkan bogem mentah dari Rain. Ega hanya terkekeh dan mengusap-usap bahunya yang diserang Rain.


Lalu naiklah Kepala sekolah ke atas panggung. Lagi.


Saya cape sebenernya naik turun. (sambil terkekeh, tubuhnya yang tambun bergetar). Baiklah, tidak usah lama-lama Saya akan memberitahukan siapa siswa yang tahun ini mendapatkan nilai tertinggi sekaligus mendapatkan beasiswa langsung dari pemilik yayasan. (mengatur nafas). Dengan bangga saya panggilkan Rain Khadija putri dari Ibu Yana Zeinithari sebagai siswi dengan nilai tertinggi tahun ini.


Tepuk tangan riuh dan siulan bersahutan dari para siswa siswi juga tamu undangan membuat Ibu segera memeluk Rain dan menciumi pucuk kepala Rain berkali-kali. Rain berusaha menahan tangisnya 'jangan sekarang, please' batinnya.

__ADS_1


"Terimakasih, nak. Ibu bangga padamu." Ucap Ibu mengecup kening Rain.


Rain menguraikan pelukannya seraya berjalan ke arah panggung. Hatinya diliputi rasa bahagia. Tiga tahun bersekolah tanpa pernah berprestasi di bidang apapun dan menonjol dalam hal apapun.


Selama ini hanya Pak Darus yang mengenalnya dengan baik. Hanya Pak Darus yang tidak pernah salah menyebut namanya.


Tubuh Rain bergetar hebat. Dari depan sana Dia menyapukan pandangannya ke segala penjuru. Tatapannya berhenti pada sosok Ibu dan tentu saja Ega yang menyunggingkan senyum manis dan tatapan bangga.


Assallamuallaikum warahmatullahi wabarakatuh (hadirin menjawab salam). Yang saya hormati kepala sekolah, dewan Guru, para staff semuanya dan para tamu undangan juga teman-teman sekalian yang saya cintai. (berhenti, menahan tangis).


Juga terimakasih sedalam-dalamnya untuk Ibu saya tercinta. Ibu tersegalanya untuk Rain. Merawat dan menjaga Rain sampai bisa berdiri di hadapan orang-orang hebat hari ini.


Rain tidak bisa membalas semua kebaikan Ibu pada Rain. Terimakasih, Bu. Tidak akan ada Rain hari ini jika tidak ada do'a dan usaha Ibu. Rain sayang Ibu. Rain persembahkan ini untuk Ibu*.


Tepuk tangan riuh dan siulan kembali bersahutan. Semua merasa terharu dengan pidato singkat Rain. Ibu sudah menangis dipelukan Ega yang dengan lembut mengusap-usap punggungnya.

__ADS_1


Baiklah. Rain, bisakan kamu sekalian menjadi perwakilan sambutan dari siswi kelas XII mengucapkan sepatah dua patah kata untuk kita semua. (MC kembali bicara, Raib mengangguk dan kembali bicara).


Baiklah, singkat saja. Saya sekali *lagi*mengucapkan terimakasih kepada Bapak Kepala Sekolah yang terlihat tampan sekali hari ini, Pak. (Riuh tawa).


*Juga untuk semua dewan Guru yang hari ini bagai raja dan ratu. Kami tidak akan bisa membalas jasa-jasa kalian semua hanya Tuhan yang bisa membalasnya.


Emm, khususnya buat Pak Darus, I love You Pak (I love you too, Rain). Saya juga mewakili teman-teman mengucapkan terimakasih untuk para orangtua semuanya atas segala kaaih sayang, do'a dan usahanya sehingga bisa mengantarkan Kami semua ke gerbang kelulusan.


Ini memanglah bukan akhir, tapi justru ini awal di mana Kita akan mulai mencari jati diri dan mengejar cita-cita. Saya sendiri bercita-cita menjadi Guru dan semoga Kita bersama-sama bisa meraih cita-cita kita masing-masing.


Mungkin setelah lulus sudah ada yang tahu universitas dan fakultas apa yang dituju? atau masih mencari-cari universitas? atau bahkan ada yang ingin segera menikah* (Memandang lembut Ega lalu tersenyum bersamaan).


Apapun itu, semoga niat kita diberi kemudahan dan kelancaran. Saya cukupkan pembicaraan ini, karena saya sudah mulai tidak tahu akan berbicara apa. Sukses untuk kita semua.


Tepuk tangan dan siulan kembali bersahutan. Rain segera beranjak. Namun, langkahnya terhenti saat seseorang berteriak "Tunggu".

__ADS_1


__ADS_2