Suamiku, Kekasihku (Revisi)

Suamiku, Kekasihku (Revisi)
Budak Cinta


__ADS_3

Malamnya pukul 19:00 Ega sudah datang. Sementara Rain di kamarnya tertidur di atas sajadahnya dan masih mengenakan mukenanya. Beberapa kali Ibu mengetuk namun tidak ada jawaban. Ibu membuka pintu kamar Rain dan menggeleng-geleng kepala melihat kelakuan Rain


"Rain bangun, sayang! Ega udah datang." Ucap Ibu mengusap-usap pipi Rain. Rain segera mengerjap-ngerjap dan membuka matanya.


"Ega sudah datang." Ibu mengulangi perkataannya. Rain mengangguk.


"Ibu tolong bilang pada Ega untuk tunggu sebentar. Rain shalat isya dulu." Rain melepas mukenanya dan segera ke kamar mandi untuk wudhu.


Ega duduk di teras depan, setia menunggu kekasihny. Rain yang selesai shalat segera menggelung tinggi rambutnya. Wajahnya yang polos dibiarkan saja Rain hanya mengoleskan minyak telon pada perut, dahi dan lehernya.


Sebelum ke luar Rain menyambar cardigan yang tergantung di pintu kamar lalu memakainya sambil berjalan ke arah dapur untuk membuatkan Ega minuman. Rain membuat coklat panas untuk dirinya dan Ega lalu segera menemui Ega.


"Assallamuallaikum, pacar" Sapanya seraya meletakan minuman coklat di meja lalu duduk menghadap Ega.


Ega terpana melihat Rain. Kadar kecantikan Rain akan bertambah jika memakai baju biasa.


"Kan udah dibilang jangan ikat rambut tinggi-tinggi gini." Kata Ega seraya melepas ikatan rambut Rain dan menggelangkan ikatan itu ditangannya.


Rain hanya tersenyum membiarkan rambutnya yang berantakan dilihat Ega.

__ADS_1


"Tadi Aku malas nyisir." Kata Rain sambil merapikan rambutnya.


"Nggak usah dirapihkan, biar kelihatan seksi." Ega membisik takut didengar Ibu, bisa dimutilasi.


"Kamu...." Rain memukul lengan Ega dengan keras. Ega hanya tertawa.


"Sebentar lagi liburan, Kamu mau nggak ikut Aku ke Bali? Aku disuruh ke Bali sama Papa buat menghadiri acara pembukaan restoran barunya." Ucap Ega.


Sejenak Rain terlihat berfikir. Bukan ingin ikut tapi memikirkan Mawar. Ega berarti akan bertemu Mawar.


"Aku nggak bisa deh, Ibu mana mengizinkan." Jawab Rain menunduk.


"Aku bisa jaga diri dan jaga hati koq, Rain. Aku pasti bisa mengatasi Mawar." Ucap Ega, seolah tahu isi hati kekasihnya itu. Rain menaikkan kepalanya. Dia tersenyum menatap Ega.


"Aku percaya." Katanya seraya menyesap coklatnya. Ega pun melakukan hal yang sama pada coklat yang masih mengepulkan asap itu.


"Soal pernikahan itu, Ibu udah setuju?" Tanya Ega.


"Belum tapi kata Ibu, Ibu akan memikirkannya. Semua tergantung usaha kamu dan keseriusan Kamu." Jawab Rain.

__ADS_1


Ega mengangguk mengerti. Dia tahu betul Ibu sangat menyayangi Rain. Hal itu bisa dilihat dari perhatian Ibu yang sangat besar terhadap Rain.


"Eeh, qur'annya suka dibaca nggak?" Tanya Ega lagi sedikit mencairkan suasana. Juga mengalihkan perhatian Rain dari pikirannya.


"Suka, dong" Jawab Rain.


Mereka terus mengobrol ringan. Bertukar cerita dan saling tertawa. Rain semakin banyak mengetahui tentang Ega begitupun sebaliknya. Tepat pukul 21:00 Rain menyuruh Ega pulang.


"Nanti dulu, masih kangen." Ega menolak pulang


"Pulang ya, Ibu biar tidur dengan tenang. Nanti Aku video call." Rain membujuk Ega. Ega menurut saja setidaknya nanti masih bisa melihat wajah kekasihnya itu di layar ponsel.


Setelah berpamitan pada Ibu, Ega diantar Rain menuju mobilnya.


"Makasih ya Rain buat semuanya. Buat ketulusan kamu. Maaf awal kita kenal Aku sempat berpikir buruk tentang kamu." Kata Ega sebelum masuk ke dalam mobil. Rain tersenyum mengangguk. Ega mencium pucuk kepala Rain dan segera masuk ke dalam mobil lalu segera melajukan mobilnya.


Jalanan malam minggu itu tidak terlalu padat. Mungkin lebih senang di rumah saja dari pada berkeliaran di luar sebab hujan sedang mengguyur Bumi.


Tiba di rumahnya Ega segera bersih-bersih dan berganti pakaian. Saat merebahkan tubuhnya ponselnya berdering menerima video call dari Rain. Setelah 30 menit berbincang Rain hendak mengakhiri panggilannya namun, Ega meminta Rain tidak mematikan panggilannya padahal Rain sudah sangat mengantuk.

__ADS_1


Ega menyuruh Rain tidur tanpa mematikan panggilan. Jadilah Rain tertidur dan Ega terus memandanginya. Rain tertidur pulas seperti bayi. Tubuhnya dililit selimut hingga ke dagu. Ega hanya bisa melihat wajahnya. Ega terus memandangi wajah itu sampai diapun terlelap. Dasar, dua insan korban budak cinta.


__ADS_2