
Esoknya hujan sudah turun sejak shubuh tadi. Rain tidak kesiangan seperti kemarin. Tapi lihatlah saat memasuki kelas rupanya Ega sudah duduk di kursinya sambil memainkan ponselnya. Rain mengatur nafasnya berusaha santai.
"Assallamuallaikum."
Salamnya dibalas Ega sambil tersenyum. "Waalaikumsalaam."
Rain duduk juga membuka ponselnya. 'pengen ngobrol tapi ngobrol apa ya?' batin Rain.
"Ini akun ig lo?" tanya Ega memperlihatkan layar ponselnya pada Rain. Rain seketika merasa malu. Semalam dia memang searching nama Ragga Hadiwijaya di instagram sembarang dia memfollow akunnya. Rain fikir Ega tidak akan mengenali profilnya. Rain mengangguk patah-patah.
"Gue follback ya," kata Ega sambil memperhatika wajah Rain yang memerah. Rain balas memandang Ega sambil tersenyum dan mengangguk.
"makasih." hanya itu kata-kata yang lolos dari mulutnya.
__ADS_1
"Gue udah banyak repotin Lo. Mulai sekarang gue berusaha buat nggak tidur di kelas. kecuali kalau nggak sengaja," jawab Ega.
'Yaah padahal aku suka ngebangunin dia dari tidurnya' Rain memasang wajah kecewa. "Iya" padahal dalam hati Rain maunya menjawab 'aku suka kamu tertidur dan ngebangunin kamu. Liat muka kamu yang ganteng banget saat tidur aku Suka'.
"Belum apa-apa gue udah jadi beban ya buat loe?" Ega kembali berkata. Rain tersenyum dan menggeleng.
"Enggak apa-apa Ragga Hadiwijaya aku suka koq ngebangunin kamu. Kita kan temen masa mau diem aja lihat temennya tertidur di kelas saat pelajaran mau dimulai. Aku juga tulus koq."
Ega sedikit kaget dengan ucapan Rain. 'apa katanya tulus? ciih kita lihat saja nanti' Ega hanya tersenyum. Mereka tidak lagi berbincang sebab Guru telah memasuki kelas.
"Ega udah makan belum?" tanya Rain.
"Gue males ke kantin tadi keliatannya rame banget," Ega duduk melirik makanan di tangan Rain.
__ADS_1
"Kamu mau nggak ini?" Rain bicara selesai menelan rotinya.
"Ada roti sama salad buah dan bersih." Rain menyodorkan bekalnya. Tidak enak jika menolak Ega mengambil selembar roti gandum itu. Rain menyerahkan susu kotak pada Ega.
"Rotinya tuh tawar harus sambil minum susu baru enak," Ega tersenyum mengambil susu itu.
"Rotinya satu lagi buat kamu aja aku terlalu kenyang kalau makan dua roti." Rain kembali menyodorkan kotak bekalnya. Ega mengambilnya, dia memang masih ingin dengan rotinya. Rain membuka tutup kotak salad buahnya.
"Ega ini sendoknya cuma satu, aku pinjem bu kantin dulu ya satunya." Rain hendak bangkit namun Ega mencegahnya.
"Udah itu aja sendoknya, loe suapin Gue" kata Ega. Rain sedikit kaget.
"Repot Rain kalo satu sendok kita gantian mending loe suapin gue atau loe mau gue suapin?" Rain menggeleng
__ADS_1
"Aku aja yang suapin Kamu," Rain menyendokan salad buah dan menyuapi Ega. Akhirnya salad buah itu dihabiskan sendiri oleh Ega karena Rain tidak memiliki kesempatan memakannya sebab Ega cepat sekali menelan makanannya terlebih dia makan sambil terus menatap layar ponsel tanpa tahu kalau sebenarnya justru Rain tidak sesuappun menyantap salad buah yang terasa manis dan segar itu. Rain sedikit kecewa salad buah kesukaannya habis dimakan Ega. Tapi dia juga bahagia Ega menyukai apa yang menjadi kesukaannya. Rain tersenyum dan berfikir mungkin mulai besok harus lebih banyak membawa bekal.