
Moment ujian bisa jadi moment menegangkan bagi seluruh siswa. Di mana segalanya dipertaruhkan dalam moment ujian itu. Rain rasanya benar-benar sudah melakukan yang terbaik.
Dia setiap waktu shalat selalu meminta Ibu mendoakannya. Rain benar-benar mematikan ponselnya selama ujian berlangsung. Dia juga jarang sekali bertemu Ega karena ruangan mereka terpisah.
Rain hanya menghabiskan waktu untuk mengulang-ulang pelajaran dan mengerjakan soal-soal ujian lewat buku kisi-kisi ujian tahun lalu. Sore itu sehari sebelum ujian berakhir, Rain duduk di teras sambil mempelajari soal-soal.
Ibu yang baru pulang tersenyum melihat putri cantiknya serius sekali belajarnya.
"Assallamualaikum, cantik!" Salam Ibu dan Rain segera menjawab salam seraya memeluk dan mencium kedua pipi Ibu.
Ibu ikut duduk bersama Rain.
"Tadi Ega datang ke restoran, katanya kangen sama Rain Khadija." Ucap Ibu membuka pembicaraan. Rain hanya tersenyum sekilas padahal dalam hatinya dia bersorak gembira.
"Ega itu, kelihatan sekali ya cintanya sama Kamu?" Lanjut Ibu seraya meletakan tas kecilnya di meja.
"Dia itu berlebihan, Bu!" Jawab Rain sambil terus membaca.
"Apa nggak keterlaluan Kamu memperlakukan Dia seperti ini?" Tanya Ibu lagi mengelus kepala Rain penuh sayang.
"Enggak, Bu. Kan Aku juga udah bicarain ini sebelumnya sama Ega. Dia setuju." Rain masih tak menoleh Ibunya.
__ADS_1
"Ibu semakin yakin kalau menikahkan Kamu dengan Ega adalah keputusan terbaik. Ibu yakin Ega bisa membahagiakan Kamu." Ucap Ibu penuh keharuan.
"Aamiin, makasih Ibuu." Rain menaruh bukunya dan memeluk erat Ibunya.
"Ayo, ke dalam. Sebentar lagi magrib!" Ajak Ibu seraya membawa tasnya. Lalu keduanya masuk berjalan beriringan.
***************************************
Pagi-pagi swkali Rain sudah tiba di ruangannya. Baru saja duduk ada seorang teman memberinya sepucuk surat. Rain menatap heran lalu membaca surat itu.
Selamat pagi, kesayanganku. Beberapa hari ini Aku benar-benar gila mikirin Kamu. Tapi, tenang aja Aku juga rajin belajar koq. Akhirnya ujiannya selesai ya hari ini. Aku tunggu di parkiran sepulang sekolah. I really miss you. I love you more.
Ragga
Tepat sekali, saat sampai di parkiran Ega sudah berdiri di depan mobilnya. Lihatlah, dia memang sangat tampan. Rain sengaja memperlambat langkahnya sehingga dengan tak sabar Ega berlari kecil menyambutnya dan membawa tubuh mungil Rain ke dalam pelukannya "Aku kangen banget" Ucap Ega sengaja membenamkan wajahnya diantara rambut wangi Rain.
Rain tidak menjawab hanya mengangguk dan dapat dirasakan oleh Ega.
"Kamu makin cantik," ucap Ega. Rain hanya membalas dengan anggukan.
"Aku nggak mau lagi jauh-jauh." Kata Ega dan lagi-lagi Rain hanya mengangguk.
__ADS_1
"I love You."
Baru saja Rain akan menjawab suara deheman seseorang terpaksa membuat pelukan keduanya terurai.
"Inget woy, ini masih di area sekolah. Mau lo berdua dikawinin kalau kepala sekolah liat adegan barusan." Ucap Sela panjang lebar. Ternyata Sela yang mengganggu adegan romantis keduanya.
"Ganggu banget, lo. " Kata Ega dengan nada kesal.
"Sorry, tapi Gue mau kenalin kalian sama seseorang." Kata Sela seraya menarik tangan lelaki di sampingnya.
"Rehan!" Seru Rain kaget.
"Iya, Rain. Gue sekalian mau minta maaf ya sama lo juga cowok lo atas kejadian tempo hari itu." Kata Rehan dengan tulus. Ega dan Rain saling pandang lalu mengangguk bersamaan.
"Lupain aja, Udah lama juga." Jawab Rain ramah.
"Tapi, awas ya. Berani sekali lagi elo sentuh Rain. Gue nggak akan tinggal diam." Ancam Ega penuh penekanan.
"Tenang aja, bro. Sekarang Gue sadar cinta itu nggak bisa dipaksa. Dan Gue juga udah jadian sama Sela." ucap Rehan melirik Sela dan dibalas senyuman oleh Sela. Ega merasa lega mendengar pernyataan Sela.
"Iya Rain. Seminggu setelah kejadian itu akhirnya Gue ketemu Kak Rehan di rumahnya karena waktu itu Gue ikut Mami arisan di sana. Gue dikenalin deh sama Kak Rehan dan akhirnya sebulan yang lalu kita jadian." Ucap Sela panjang lebar dengan mata berbinar.
__ADS_1
"Waah selamat ya Sel, aku turut bahagia." Kata Rain, lalu keduanya berpelukan untuk beberapa saat.
Ah lengkap sudah rasanya kebahagiaan Ega dan Rain menjelang hari lamaran dan pernikahan. Rehan sudah bersama Sela dan artinya tidak akan lagi mengganggu Ega dan Rain.