
Rain terperangah. Apa-apaan ini. Ruangan Ibu disulap dengan banyak balon dan pita. Di dinding tertera huruf-huruf kapital bertuliskan HAPPY 17 RAIN. Rain menggeleng-geleng tak percaya. Menatap satu persatu orang-orang yang ada di ruangan itu. Ibu, Sela, Bibi daaan. Ah kekasihnya yang sedang tersenyum manis membawa buket bunga. Ibu yang membawa kue berjalan mendekati Rain.
"Selamat ulang tahun ke tujuh belas sayang. Sehat selalu. Semoga tambah solehah dan teruslah bersyukur ya nak!" seru Ibu seraya mencium kening Rain. Rain terisak memeluk erat Ibunya. Rain mengambil kuenya lalu meletakan di meja.
Lalu Sela dengan kado di tangannya menghambur ke pelukan Rain.
"Happy sweet seventeen my bestie. Bahagia selalu ya!" Rain membalas pelukan Sela erat. Lama mereka berpelukan saling mengusap punggung masing-masing.
"Ini buat Lo, " Sela melepas pelukannya seraya menyerahkan kado untuk Rain.
"Makasih Sel, ter the best deh." Rain sekali lagi memeluk Sela.
Bibi tak mau kalah ikut menghampiri Rain.
"Selamat ulang tahun neng geulis, Bibi beruntung sekali dipertemukan dengan neng geulis. Sehat selalu ya. Ini spesial buat neng geulis." Bibi menyerahkan kadonya,
Rain meraihnya lalu memeluk Bibi erat dan berkata dalam pelukan Bibi, "makasih, Bi. Rain juga seneng bisa kenal Bibi." Rain melepaskan pelukannya sebab ada seseorang yang berdehem.
__ADS_1
Sepertinya mengharapkan pelukan Rain. Ega menatap tajam ke arah Rain. Ega hari ini sebenarnya hanya akting berpura-pura cuek. Dia menyeting semua kejadian hari ini. Ibu yang awalnya hanya akan mengucap selamat ulang tahun saat pagi tadi seperti biasa yang di lakukan seperti tahun-tahun lalu terpaksa menuruti keinginan Ega.
Semalam saat Rain mandi, Ibu ditelpon oleh Ega diajak bekerja sama untuk memberikan surprise hari ini. Sebenarnya Ibu juga semalam pura-pura tidur saat Raib masuk ke kamarnya. Ega terus menatap lekat mata kekasihnya yang sudah banjir air mata itu. Ega tersenyum manis, lebih mendekatkan tubuhnya ke hadapan Ega. Ega menyerahkan buket bunga yang indah. Rain menerimanya terisak.
"Selamat ulang tahun ya sayang, maaf udah ngerjain kamu. Semoga kamu suka. Bahagia terus ya. Aku nggak mau ada lagi tangisan. Udah cukup ya nangisnya!"
Ega meraih kedua pipi Rain dan mengusap air matanya.
Rain tersenyum. Dia merasa jadi yang paling istimewa.
'Aah Tuhan, baik sekali Engkau padaku' Batin Rain. Ega ingin sekali memeluk tubuh mungil itu. Dia ingin sekali mencurahkan kasih sayangnya dengan sekedar mengecup gadis itu. Namun, ada deheman Ibu yang menyadarkan. Seketika Ega perlahan menarik kedua tangannya dari pipi Rain, Rain dan Ega salah tingkah.
"Ayo sebaiknya kita makan! Saya sudah siapkan meja." Kata Ibu seraya berjalan keluar ruangan diikuti Bibi lalu Sela.
Saat Rain hendak ikut melangkah Ega dengan cepat menahan tangan Rain lalu menarik tubuh Rain ke dalam pelukannya.
"Aku tuh nggak bisa cuekin kamu kaya tadi, Aku bener-bener nggak enak hati." Ega mengusap kepala Rain.
__ADS_1
Mencium pucuk kepala Rain. Menyesap aroma wangi dari rambut Rain. Rain balas memeluk Ega erat.
"Kamu bikin Aku takut. Aku bener-bener ngerasa jadi manusia paling menyedihkan." Rain malah terisak lagi.
"Maaf ya, sayang. Nyatanya Aku bener-bener kangen sama Kamu. Aku cuma pengen buat kamu bahagia terutama hari spesial kamu ini." Ega terus menciumi pucuk kepala Rain.
"Iya Aku maafin, makasih banget ya. Ini momen ulang tahun terindah Aku." Kata Rain menghentikan isakannya.
Ega melepaskan pelukkannya, takut Ibu datang.
"Habis makan Aku mau ngajak kamu ke suatu tempat. Aku udah izin sama Ibu. Ibu ngizinin."
Rain mengangguk, binar dari matanya menyiratkan bahwa dirinya teramat senang.
"Yaudah kita susul Ibu dan yang lain, nanti mereka curiga." Rain menggandeng tangan Ega menyusul Ibu dan yang lainnya. Rain benar-benar merasa beruntung dicintai begitu dalam oleh Ega. Ega selalu mampu membuat hatinya mengembang. Rain benar-benar merasa jadi paling istimewa.
Di meja sudah tersedia menu makanan yang istimewa. Setelah semua berkumpul mereka mulai melakukan aktifitas menyantap makanannya. Rain terus mengembangkan senyumnya sepanjang mengunyah. Ega tak melepaskan pandangannya dari Rain. Rain memang sangatlah cantik dan manis. Semua yang ada pada dirinya membuat Ega tak bisa mengalihkan pandangannya. Kesederhanaan Rain justru menjadi pemikatnya.
__ADS_1
Selalu baca tiap episodenya ya, guys. Dukung dan berikan vote nya. Happy reading 😊