Suamiku, Kekasihku (Revisi)

Suamiku, Kekasihku (Revisi)
Jangan Berjanji


__ADS_3

Pak Riko tak mengalihkan pandangannya dari Rain dengan senyum tipis di bibirnya. Ega yang melihat itu merasa risih.


"Pak Riko, jangan mikir macam-macam tentang Rain. Dia istri saya, Pak!" Seru Ega mendekat ke arah Rain. Pak Riko tertawa, katanya


"Mas Ragga mirip sekali dengan bos".


Ega hanya memasang wajah kesal seraya menarik Rain untuk keluar ruangan dan duduk di kursi tunggu.


"Kamu apaan sih, Mas. Pikiranmu terlalu jauh. Jangan-jangan Kamu cemburu juga ya sama Yugo?" Rain memukul pelan bahu Ega.


"Diem di sini, Aku yang bicara ke Pak Riko"


Ega meninggalkan Rain di depan ruangan. Memijat-mijat keningnya. Kepalanya terasa nyeri memikirkan sikap suaminya yang berubah-ubah itu.


Ega kembali ke sisi bed Pak Riko dan berkata tanpa basa-basi


"Saya ingin Pak Riko ceritakan kejadian yang sebenarnya. Masa lalu antara orangtua saya dan Rain". Pak Riko memandang Ega kesal,

__ADS_1


"Bisa-bisanya Mas Ragga bicara seperti itu dalam kondisi Saya yang seperti ini"


"Makanya cepet sembuh, Saya bahkan bisa buatkan Pak Riko mall di jakarta kalau menceritakan semuanya". Ega menepuk-nepuk pelan bahu Pak Riko seraya keluar dari ruangan itu.


'Dasar Hadiwijaya. Seenaknya saja!' Umpat Pak Riko setelah Ega benar-benar keluar dari ruangan itu.


Rain duduk menundukkan wajahnya di kursi tunggu. Ega ikut duduk di sampingnya. Hening. Untuk beberapa saat keduanya sibuk dengan pemikiran masing-masing.


"Maaf"


"Maaf"


"Pak Riko sebenarnya kenapa bisa seceroboh itu Mas?" Tanya Rain mulai membuka pembicaraan.


"Aku yang memaksanya pulang untuk menceritakan masa lalu orangtua Kita, Rain. Jadilah seperti ini" Jawab Ega penuh penyesalan.


"Hilangkan kebiasaan burukmu itu. Aku kalau punya anak nggak mau ah nama belakangnya Hadiwijaya". Ujar Rain menekuk wajahnya. Ega tak menjawab, hanya memandang Rain tajam. Rain sadar dengan ucapannya yang menyinggung Ega. Masalah diantara mereka belum menemui titik Rain sudah membicarakan Anak? Bagaimana jika cerita Pak Rakha itu benar? Ega pasti benar-benar akan membencinya.

__ADS_1


"Sudahlah, otakmu sepertinya butuh diistirahatkan. Ayo pulang. Kubunuh sekalian jika Pak Riko terlalu lama dengan sakitnya" Ega beranjak meninggalkan Rain yang menggeleng-geleng mendengar ucapan suaminya itu. Moodnya bisa berubah-ubah dengan cepat.


Sesampainya di rumah Ega masuk terlebih dahulu meninggalkan Rain yang kepayahan mengunci gerbang yang berat itu. Rain masuk dengan wajah kesal lalu mengunci pintu. Terlihat Ega duduk di sofa ruang tamu menyandarkan kepalanya pada sandarn kursi dengan mata terpejam. Rain meliriknya sekilas dan berlalu. Namun, tangannya ditarik oleh Ega hingga membuat Rain hilang kendali dan terjatuh di pangkuan Ega. Ega masih memejamkan matanya saat wajah Rain sangat dekat dengannya.


"Mas, apa-apaan sih?" Rain berusaha berdiri namun Ega menahannya dengan sekuat tenaga.


"Kenapa? Bukannya Kamu sering menciumiku saat Aku tidur?" Ega bicara tanpa membuka matanya.


"Kamu jahat, Mas. Kamu seenaknya sama Aku. Sebentar Kamu baik lalu Kamu kembali acuh. Salahku Mas jika Aku anak dari Ibu Zein? Aku bahkan selalu mencintaimu dengan tulus Mas. Aku korbankan masa-masa mudaku untuk menjadi istrimu. Kamu lupa, siapa dulu yang selalu memaksa pernikahan Kita. Aku gantungkan kebahagiaanku padamu dan ini balasannya, Mas?" Rain sepertinya mengeluarkan segala uneg-uneg di hatinya yang selama ini tertahan. Air matanya berderai, sebisa mungkin menangis tanpa suara agar tidak diketahui Bibi.


Ega Membetulkan posisi duduknya dan tetap menahan Rain di pangkuannya. Ega menarik wajah Rain agar kembali berhadapan dengannya. Dia menangkup kedua pipi mungil istrinya itu dan menghapus air matanya.


"Aku janji setelah ini akan segera memperbaiki semuanya" Ega menatap dalam bola mata Rain.


"Jangan janjikan apapun padaku lagi Mas. Berharap padamu nyatanya hanya akan membuatku tambah kecewa. Untuk apa Mas berjanji jika pada akhirnya tetap dendam yang Mas utamakan" Rain menunduk meghindari tatapan itu.


"Aku nyatanya nggak bisa menyakitimu Rain. Aku hanya ingin tahu kebenarannya, setelah itu Aku akan memulai dari awal hubungan Kita. Kalau Kamu tidak ingin Aku berjanji maka biarkan Aku berikan bukti". Ega menarik Rain ke dalam pelukkannya. Rain tidak menolak tapi juga tidak membalas. Dia hanya butuh sandaran untuk tempatnya menangis.

__ADS_1


__ADS_2