Suamiku, Kekasihku (Revisi)

Suamiku, Kekasihku (Revisi)
I'm nervous


__ADS_3

Rain segera berhamburan ke pelukkan Ega dengan dada nya yang bergemuruh. Jantungnya berpacu tak karuan.


"Mas, Aku takut. Aku tadi dibawa ke sini. Pasti Aku mau dijebak. Nanti ceritanya tuh kaya drakor yang pernah aku tonton. Jadi cewenya dibawa ke hotel trus dipoto sama cowok. Ntar kekasihnya marah. Pasti ada seseorang yang mau menghancurkan rumah tangga Kita". Rain terus bicara dalam ketakutannya yang justru membuat Ega tak bisa menahan tawanya.


"Mas, koq malah ketawa? Nggak khawatir istrinya diculik?" Rain menguraikan pelukkannya. Tapi Ega tidak menjawab malah melirik sebuah ular mainan di bawah kaki Rain dan mengambilnya.


"Cecil, Gue udah bilang jaga mulut dan tingkah Loe". Ega membalikkan badannya menatap tajam wanita bernama Cecil itu dan melemparkan ular mainan yang tadi sempat Cecil lempar pada Rain.


"Drama banget, geuleuh". Cecil memutar bola matanya.


"Kalo nggak butuh, males banget ngelibatin Loe dalam rencana ini"


"Gue tertarik karena bayarannya mahal. Sorry, masih nggak terima aja Loe nolak Gue demi dia" Jawab Cecil sambil memainkan jari kukunya yang lentik dan dicat merah menyala.


"Mas, ini ada apa sih?" Rain merasa aneh dengan semua kejadian ini.


"Maaf ya, Aku udah ngerjain Kamu. Dan, Surprise" Teriak Ega membuat beberapa orang masuk ke ruangan itu. Bibi, Ibu, Pak Riko, Nita dan Mika. Ibu membawa kue tart kecil yang dihiasi dengan lilin angka 18.


Rain kaget. Bahagia. Haru. Tangannya memegangi kedua pipinya.


"Selamat ulang tahun ya, Nak". Ibu memeluk tubuh Rain lalu mengecup kedua pipi anaknya itu. Rain hanya membalasnya dengan senyum dan mata berkaca-kaca. Bibi, Ibu, Mika, Nita dan pak Riko secara bergatian memberi ucapan selamat pada Rain.


"Selamat ulang tahun, istriku. Pastikan air mata itu adalah air mata kebhagiaan" Ega menangkup kedua pipi istrinya dan menghapus linangan air matanya. Menciumi seluruh wajah istrinya itu penuh sayang lalu mendekapnya ke dalam pelukkan.


"Terimakasih, Mas. I'm happy". Hanya itu yang keluar dari mulut Rain.


"I Love you more, Rain khadija". Bisik Ega membuat Rain tertawa senang dan membalas ucapan itu dengan berbisik juga


"I love you too".


Keduanya mengurai pelukkan dan saling menyatukan kening mereka. Bersitatap dalam jarak dekat. Saling mengagumi dalam hati.

__ADS_1


"Anak mantu Loe tuh Zein, berasa dunia milik berdua". Pak Riko mencibir melirik tajam ke arah Ibu.


"Jiwa jomblo Loe meronta-ronta pastinya". Balas Ibu, pedas. Disusul gelak tawa semua orang kecuali dua insan yang sedang dimabuk cinta itu.


"Maaf ya kemarin-kemarin sempat bikin kesel, harusnya kemarin ya ngucapinnya. Tapi, berhubung hari ini juga ada sesuatu yang penting jadi Aku gabungin aja momentnya". Ega memastikan sudah tak ada air mata di pipi istrinya.


"Hal penting, apa?" Rain mengerenyitkan dahinya.


"Hari ini Aku menggelar resepsi pernikahan kita. Maaf baru bisa ngasih semua ini saat sudah 6 bulan pernikahan Kita. Aku harap hari ini bisa menghapus segala luka yang pernah kamu alami karena ulahku". Ega menggenggam tangan Rain lalu berlutut di hadapan Rain


"Rain khadija, mari bersama-sama lalui hari denganku. Jadilah istriku, jadilah ibu dari anak-anakku. Aku tidak bisa menjanjikan apapun, Aku hanya akan berusaha untuk selalu mwncintaimu selebihnya Aku pasrahkan pada Allah Sang pemilik skenario kehidupan"


Rain meraih tubuh suaminya itu agar berdiri kembali. Rain berjinjit sedikit dan sekilas mencium bibir Ega.


"Oh, Noooo. Hentikan live drama ini atau Gue pergi sekarang juga". Teriak Cecil.


"Jangan!" Teriak semua orang kecuali Rain yang merasa Cecil itu adalah seseorang yang harus diwaspadai.


Ega membawa Rain ke depan meja rias dan Cecil sudah menunggunya di sana.


"Bikin istri Gue tambah cantik ya!" Titah Ega pada Cecil.


"Kacau dunia persilatan kalau tahu seorang Cecilia Agatha merias pengantin wanita dari lelaki mantan gebetannya sendiri". Cecil memutar bola matanya seraya mulai membuka kotak make upnya.


"Oh jadi Kamu kalah sebelum bertempur, ya? kasihan!" Ucap Rain melirik Cecil lewat pantulan cermin.


Ega yang mendengar hanya tertawa, Dia tahu istrinya sedang cemburu. Ega memegang bahu Rain dan berusaha menenagkannya dengan mengusap-usap punggung istrinya itu.


"Duduk deh, Rain. Gue bukan pelakor koq. Gue sekarang lagi pacaran sama artis terkenal. Loe bisa searching kalau nggak percaya. Gue nggak mau ngerias orang dengan keadaan hati buruk. Hasilnya nggak bagus". Cecil menepuk-nepuk kursi kecil di depan meja rias itu. Rain menurut, Dia duduk dengan desiran hebat di dadanya. Ega memilih duduk di tepi tempat tidur dan memandangi wajah istrinya lewat pantulan cermin.


"Kain lebar ini bisa dibuka kan?" Tanya Cecil menarik hijab Rain. Rain hanya menggeleng-gelengkan kepalanya lalu membuka hijabnya dan membiarkan rambutnya hanya ditutupi inner.

__ADS_1


"Ok, Kita mulai". ucap Cecil.


"Bissmillahirrahmanirrahiim". Gumam Rain.


Dua jam sudah Rain dihias, kini penampilannya bak putri raja. Gaun indah yang mengkilap diterpa sinar lampu membungkus indah tubuh mungil Rain. Cecil menyematkan mahkota kecil di atas kepala Rain. Rain mematut dirinya di depan cermin 'oh, inikah rasanya jadi pengantin'


Sementara itu Ega dengan balutan jas nya tak kalah mempesona


"Kenapa Gue harus lihat pemandangan kaya gini sih?". Ucap Cecil pelan namun dapat didengar oleh Rain. Rain hanya tertawa, bagaimanapun Dia merasa berterimakasih karena sudah dibuat cantik oleh Cecil.


"Makasih ya Cecil, Aku doakan semoga Kamu mendapat jodoh yang lebih baik dari Mas ku". Rain berbisik pada Cecil.


Cecil tidak menjawab hanya mengaminkan dalam hati. Melihat lelaki yang selama ini Dia tunggu berjalan ke arahnya, namun bukan menujunya tapi menuju Rain dan menjemputnya untuk dibawa ke pelaminan.


"Are you ready?" Ega meraih tangan Rain yang sangat dingin itu.


"I'm nervous". Jawab Rain tersipu malu.


"I'm jealos of the way, you happy without me". Cecil bersenandung lirih namun dapat didengar oleh Ega dan Rain.


"Thanks Cil, udah Gue transfer ya". Ucap Ega yang mendapat anggukkan dari Cecil.


"Ayo, bissmillah sama-sama".


"Bissmillahirrahmanirrahiim"


Ega membawa istrinya itu keluar dari kamar hotel menuju pelaminan. Senyum kebahagiaan terpancar dari keduanya. Sayup-sayup terdengar sholawat menyambut kedatangan keduanya. Pelaminan yang sederhana namun elegan. Mata Rain terbelalak manakala fotonya dan foto Ega yang diambil kemarin saat di taman bunga terpajang Rapi di setiap sudut ruangan itu. Tak hanya satu, melainkan banyak.


"Makasih ya, Mas. Aku bahagia". Rain mengusap punggung tangan suami yang menggandengnya. Ega hanya mengangguk dan tersenyum.


"Ku kira disambutnya pakai lagu one thousand year?" tanya Rain saat keduanya sudah duduk di pelaminan.

__ADS_1


"Kita kan bukan Edward dan Bella, kita Ragga dan Rain". Jawab Ega membuat keduanya tertawa bersama dan berusaha menghilangkan rasa gugup melihat banyaknya tamu yang sudah berdatangan.


__ADS_2