Suamiku, Kekasihku (Revisi)

Suamiku, Kekasihku (Revisi)
Salah Paham


__ADS_3

"Nggak guna Loe emang, besok Gue pecat Loe dari perusahaan!" Ega melempar wanita yang bernama Nita itu dengan kapas bekas.


"Ogah Gue juga ngurusin Loe yang banyak mau, ini gara-gara Pak Riko nyuruh Gue ngerawat Loe. Nyusahin emang!" Nita berdiri dan merapikan rok spannya agar menutupi pahanya.


"Loe harus jelasin ke istri Gue". Ega berusaha menggerakkan kakinya namun tidak bisa.


"Koq Gue? males ah Gue berurusan sama drama-drama gitu. Lagian masih kecil udah nikah aja Loe kan kalo pengen tinggal pake pengaman nggak harus nikah, jadi ribet" Nita menyambar tasnya yang trgeletak di atas meja belajar.


"Dasar wanita akhir zaman, tobat woy kiamat udah deket!". Ega melempar Nita dengan bantal. Jelas saja Nita kesal dibuatnya.


"Loe kayaknya jarang dapet jatah ya marah-marah mulu jadinya. Mau Gue bantu kasih asupan". Nita kembali berjalan mendekati Ega. Ega was-was takut sekali jika Nita benar-benar dengan ucapannya. Nita adalah salah satu karyawan di perusahaan Pak Rakha. Otaknya cerdas walaupun kelakuannya pecicilan dan terlalu agresif. Nita mampu menjadi senjata dan membongkar siapa-siapa saja pengkhianat yang ada di dalam perusahaan. Secara garis besar Nita itu adalah mata-mata perusahaan. Sifatnya yang seperti itu justru dimanfaatkan oleh Pak Riko untuk mengelabui para musuh di balik selimut.


"Nitaaaaa, Apa sebenarnya yang kalian lakuin?" Suara Pak Riko menggelegar di seluruh ruang kamar Ega.


"Gara-gara Loe nih Pak, kirimin gue asisten laknat kaya Dia Rain salah paham jadinya". Ega balas berteriak.


"Mertua Loe barusan telpon, anaknya yang cantik jelita itu nangis dan bilang pengen pisah aja sama Loe" Ujar Pak Riko santai sambil duduk di tepi ranjang.


"Sekarang juga anterin Gue ke rumah mertua Gue, dan Loe juga harus ikut. Jelasin ke istri Gue. Kalo Loe nggak mau, Loe tanggung akibatnya. Ngebunuh Loe sekarang aja Gue bisa" Ega kembali melempar wajah Nita, kali ini dengan kain kasa bekas yang tadi dia gunakan untuk perbannya.

__ADS_1


Dengan dipapah Pak Riko akhirnya mereka termasuk Bibi pergi ke rumah Rain.


Di rumah Ibu, Rain sedang menangis dipelukkan Ibunya.


"Bu, Kenapa jadi gini sih. Apa salah keputusannku yang pergi ninggalin rumah".


"Sayang, Ibu rasa Kamu harus denger penjelasan Mas mu itu".


"Assallamuallaikum".


Pak Riko, Bibi dan Nita kompak mengucap salam.


"Kalian mau apa ke sini?" Rain langsung menunjukkan kekesalannya.


"Kalian dudu aja dulu, jelaskan sambil duduk". Ibu mempersilahkan mereka duduk.


"Silahkan jelaskan, Bi"


"Shubuh tadi Aa jadi korban salah sasaran Neng, Dia dikeroyok sekelompok orang yang mengira kalau Aa itu salah satu ustad yang ada di komplek Kita. Berita penculikkan dan pengeroyokkan pemuka agama kan lagi marak banget ya" Ucap Bibi seraya terengah-engah.

__ADS_1


"Koq bisa Bi?" Rain mulai penasaran.


"Udah seminggu ini Aa selalu shalat shubuh berjamaah di mesjid Neng. Tadi pagi aa memakai sarung, koko dan kopiah yang bikin penampilannya mirip ustad deh" Bibi dengan penuh semangat menceritakan kejadian yang sesungguhnya.


"Aa sempat nggak sadar Neng, nah Teh Nita ini adalah karyawan yang diutus Pak Riko buat gantiin perban Aa seban Bibi kan udah nggak bisa naik ke kamar Aa dan Pak Riko lagi mengurus penangkapan preman yang ngeroyok Aa" Bibi tetap setia menjelaskan. Rain sudah mengerti Dia merasa bersalah.


"Tadi tuh pas Loe dateng, Gue mau pasangan perban tapi si bos nggak mau kalo Gue nyentuh Dia. Ya mana bisa beres tuh perban dipasang. Jadilah Gue bilang dia jangan goyang-goyang biar gampang Gue ngerjainnya" Nita ikut menjelaskan kejadian saat di kamar tadi.


Rain tambah merasa bersalah, bagaimana bisa Dia tidak ada di samping suaminya saat kesulitan begini.


Srek srek srek


Ega datang dengan menyeret langkahnya. Dia masih bertelanjang sambil membawa-bawa kaos ditangannya.


"Assallamuallaikum"


Ega berusaha tersenyum walau sedang menahan sakit. Rain sekarang melihat dengan jelas luka lebam di wajah suaminya itu. Ujung bibir Ega terlihat bengkak dengan darah yang mengering. Kepalanya juga diperban. Terdapat bekas sayatan di lengan sebelah kanannya. Di perutnya juga ada beberapa saytan bekas pisau yang mengeluarkan darah.


Rain beranjak, dengan mata berkaca-kaca menelusuri wajah tampan suaminya yang memar di mana-mana.

__ADS_1


"Aku kangen banget sama istriku yang cantik ini, nakal nih nginepnya terlalu lama". Ega berusaha tersenyum seraya menahan sakit.


Lanjut di episode berikutnya. Jangan lupa like komen dan vote ya.


__ADS_2