
"Kak, Aku ikut main!" Teriak gadis kecil berusia 8 tahun bernama Bumi. Dua orang anak lelaki berusia 12 tahun yang berdiri di pelataran mesjid besar menoleh ke arah Bumi yang berlari kecil ke arah mereka. Bumi tersenyum menampakkan dua gigi kelincinya yang lucu. Rambutnya dikepang dua dengan sedikit poni di bagian depan.
"Jangan ikut Kami, Bumi. Pulang sana" Satu orang anak lelaki yang memiliki kulit kuning langsat seperti Bumi mendorong bahu Bumi. Dialah Laut, Kakak kandung Bumi.
"Kenapa Kakak bermain dengan Kak Akash dan Aku tidak boleh?" Bumi menampakkan wajah sedihnya.
"Karena Kamu perempuan. Perempuan itu cengeng!" Timpal Akash, sahabat Laut yang tubuhnha lebih tinggi dari Laut.
"Aku tidak cengeng, Kak. Aku janji". Bumi memegang lengan Akash dan mengguncangnya.
"Jangan pegang-pegang tanganku, Angsa jelek. Ayo, Laut". Akash mengehentakan lengannya agar terlepas dari tangan Bumi.
"Pulanglah, Bumi. Mama nanti mencarimu. Kamu harus berangkat ke rumah Uti".
__ADS_1
"Aku ikut main sebentar sebelum ke rumah Uti, Kak. Kak Akash, ajak Aku main!". Bumi mengiba pada sosok anak lelaki yang memiliki mata bulat dan bulu lentik itu.
"Langit dan Bumi tidak akan bisa sama, Angsa jelek. Nama kita sudah menjelaskan bagaimana seharusnya posisi Kita" Akash menjelaskan alasannya tidak mau mengajak Bumi bermain.
"Baiklah, Aku mengerti. Tapi, bolehkan Kak Laut saja yang ikut denganku. Kak Laut kan Kakaknya Bumi!" Bumi kali ini menarik tangan Laut yang memasang wajah bingung.
"Tidak boleh, Laut itu temanku. Ayo Laut, Kita ganti baju dan belajar memanah lagi dengan Paman Badrun". Akash menarik tangan Laut dan Laut menurut saja.
"Pulanglah, temui Mama. Carilah teman di rumah Uti".
Bumi Hansa, gadis yatim yang baru tujuh hari ditinggalkan Ayahnya meninggal karena kecelakaan. Dia pulang ke rumahnya dengan langkah gontai setelah mendapat penolakkan dari sang Kakak dan juga Akash.
"Aku tahu Kami miskin, tidak seharusnya Kak Akash bicara seperti itu". Bumi memegangi dadanya dan berlari membawa tangisan yang mulai pecah.
****
__ADS_1
Bisakah Bumi dan langit itu bersatu? Kisah Bumi yang memilih Akash sebagai kiblat cintanya sedari kecil yang selalu mendapat penolakan dari Akash. Masalalu yang membuat Laut, sang Kakak harus selalu mengikis jarak antara Bumi dan Akash.
Bumi tumbuh menjadi gadis modern dengan pemikiran yang liar. Bumi tidak mengerti bagaimana seharusnya mengambil hati Akash, seorang Anak Kiayi yang Ayahnya meninggal bersamaan dengan Ayah Bumi dan Laut dalam sebuah kecelakaan.
Berangkat dari luka yang sama, Akash dan Laut selalu jadi sahabat dan saling mengerti satu sama lain. Tapi Bumi, Dia jauh sekali dengan Laut apalagi Akash. Bumi tumbuh dengan pemikirannya sendiri. Tinggal bersama seorang Nenek yang dipanggilnya Uti. Bumi yang kesepian memilih jalannya sendiri.
.
Assallamuallaikum,
Aku akan segera publish karya keduaku setelah membuat extra part di karyaku sebelumnya ya. Pastikan kalian selalu hadir di setiap episode karya baruku ya. Aku ucapkan banyak-banyak terimakasih buat yang selalu setia mampir walau mungkin karyaku terbilang ringan bahkan nggak sgreget gigit wafer renyah hehe.
Siapkan jempol kalian untuk LIKE, KOMEN dan VOTE jika ada poin lebih pada karyaku selanjutnya.
Terimakasih.
__ADS_1