Suamiku, Kekasihku (Revisi)

Suamiku, Kekasihku (Revisi)
Aku Maafkan


__ADS_3

Rain langsung merasa tak enak demi melihat yang mengetuk adalah pak Rakha. Ini kedua kalinya mereka berada dalam posisi seperti itu. Ega dan Rain keluar dari mobil bersamaan.


"Assallamuallaikum." Salam keduanya lalu mencium tangan Pak Rakha bergantian.


"Kalian ini, masih pagi udah berlama-lama dalam mobil." Pak Rakha terkekeh.


"Kita nggak ngapa-ngapain koq pa." Jawab Ega


"Siapa yang akan percaya, dua orang yang pacaran berlama-lama dalam mobil ngapain lagi kalau bukan.." Jawaban absurd dari Pak Rakha membuat Rain malu setengah mati.


"Udah dong, Pa. Kasian pacar Aku tuh malu." Kata Ega.


"Baiklah, Papa ke sini cuma mau memberi sedikit motivasi buat Kamu juga teman-temanmu. Hanya sebentar. Kamu ada yang mau disampaikan?" Tanya Pak Rakha merangkul bahu Ega.


"Ega mau lamar, maksudnya menikah sama Rain setelah lulus. Boleh kan?" Ega balik bertanya.


"Boleh saja, kasian kan kalau udah dipake nggak dinikahin." Santai sekali jawaban Pak Rakha.


"Nanti Papa anterin Ega ya pas lamaran!" Seru Ega.


"Tentu saja, Kamu atur semuanya Papa nanti datang" Jawab Pak Rakha melepas rangkulannya.


"Papa, duluan ya. Nanti Papa akan masuk ke kelas bergantian." Seru Pak Rakha menepuk bahu Ega seraya berlalu.

__ADS_1


"Like father, like son!" Kata Rain dengan wajah kesal. Ega hanya tertawa, sudah mengerti.


"Aku kan cuma nerusin sandiwara Kamu." Ega menjawab seraya berlari mwninggalkan Rain mwnghindari pukulan Rain.


Pak Rakha masuk ke kelas Ega terlebih dahulu, sengaja. Derap langkahnya terdengar mwnyeramkan. Gurubpun menghentikan aktifitas mengajarnya.


"Selamat pagi Anak-anak!" Sapa Pak Rakha dengan suara berat.


"Pagi Pak" Jawab Anak-anak kompak.


"Sebentar lagi Kalian ujian, Saya minta maaf baru bisa datang. Harusnya, kemarin saya ke sini. Saya harap kalian bersungguh-sungguh belajar mengjadapi ujian ini. Sekolah kita selalu berada di jajaran top 5 setiap tahun. Saya berharap tahun ini bahkan bisa lebih baik lagi. Persiapkan segalanya. Jaga kesehatan dan jangan terlalu banyak pacaran apalagi berdua-duaan dalam mobil dengan pacar."


Sontak saja kalimat terakhir membuat riuh tawa anak-anak menggema. Ega tersenyum tipis sementara Rain tertunduk lemas. Pak Rakha sengaja sekali menyindir putranya.


"Pagi, Pak!" Seru anak-anak serentak. Pak Rakha keluar setelah sekilas memandang Ega dan Rain bergantian. 'Bagus, ternyata sudah dipisah'. Batinnya.


Setelah pelajaran terakhir usain Rain dan Ega tidak ke kantin seperti kemarin karena Rain membawa bekal doble.


"Papa Kamu tuh sengaja banget tadi nyindir kita." Ucap Rain di sela-sela mengunyah salad buahnya.


"Aku juga baru tahu kalo Papa jahil." Jawab Ega yang lebih dulu menghabiskan saladnya.


"Iya, sama kaya anaknya!" Seru Rain yang langsung mendapatkan elusan di rambut oleh Ega. Saat seperti itu datanglah beberapa teman mereka. Sepertinya yang tempo hari meledek Rain di grup chat.

__ADS_1


"Rain, kita ke sini mau minta maaf sama Lo." Kata salah satu di antara mereka.


"Maaf buat apa?" Rain bertanya keheranan.


"Buat chat-chat kita waktu itu di grup. Pasti loe sakit hati kan sama kata-kata Kita?" Sahut yang lain. Rain berfikir sejenak. Iya memang Rain sampai menangis semalaman.


"Ooh itu, Aku udah lupain dan maafin Kalian koq." Ucap Rain. Ega yang mendengar itu langsung angkat bicara.


"Gue bisa aja bikin kalian gagal ujian!"


"Bi, udah dong. Nggak apa-apa. Yang penting Kalian sadar dan jangan pernah ngelakuin lagi kaya gitu. Sebab hati manusia itu bukan terbuat dari besi jadi kata-kata aja bisa bikin sakit." Jawab Rain memandang satu-satu teman-temannya itu.


"Makasih Rain, Loe emang baik pantes aja Ragga milih Lo."


"Iya Rain, selamanya Gue bakal inget kebaikan Lo."


"Iya, udah sekarang mending pada bubar nanti guru pembimbing keburu dateng." Seru Rain lalu mereka pun duduk ke kursi masing-masing. Ega masih terlihat kesal.


"Udahlah, Bi. Kamu jangan kesel. Aku balik ke kursi Aku ya." Rain merapikan tempat bekalnya.


"Senyum dong, Bi" Kata Rain yang sudah berdiri tapi belum beranjak demi melihat Ega masih memasang wajah masam. Dibuat seperti itu oleh Rain tentu saja Ega tersenyum. Rain pun segera kembali ke kursinya tanpa lepas dari pandangan Ega.


__ADS_1


ig Anisa_Harir


__ADS_2