
Ega segera mandi dan bergegas menghubungi Rain. Beberapa kali melakukan panggilan Rain tidak menjawab.
"Dasar gadis nakal, baru beberapa jam ditinggal jauh." Ega sangat kesal. Dia beralih mengetik pesan.
*Kamu lagi apa? *
*****
Sementara itu Rain sedang sibuk di restoran Ibu menggantikan kasir mereka yang tadi siang melahirkan prematur.
30 menit Rain masih saja tidak membalas pesannya.
"Awas kamu! " Ega segera terlelap karena lelah.
Sampai shubuh Rain tidak mengecek ponselnya. Perkara menghubungi Ega benar-benar Dia lupakan karena kelelahan. Rain baru memeriksa ponsel dan membuka pesan Ega juga melihat banyaknya panggilan selesai sholat. Matanya terbelalak. "Kenapa Aku bisa lupa? Dia pasti marah?!"
Rain segera melakukan video call. Beberapa kali berdering tidak dijawab. Rain mengirimkan pesan
*Sorry kemarin nggak bilang dulu soalnya mendadak ke restoran bantuin Ibu. Kasirnya melahirkan prematur. Semalam pulang jam 12 kecapean langsung tidur. Nggak buka ponsel*
Sampai jam 09:00 masih tidak dibaca apalagi dibalas.
Rain dibuatnya kebingungan. "Katanya cinta tapi gitu aja ngambek?!" Kata Rain bersungut-sungut.
Sementara Ega baru saja membuka mata setelah sholat shubuh tertidur lagi.
Rain sekali lagi melakukan panggilan pada Ega, namun karena mensilent ponselnya Ega tidak mengetahui. Ega beranjak ke kamar mandi tanpa mengecek ponselnya terlebih dulu.
*Jangan marah dong*
Setelah mandi dan merasa segar Ega memeriksa ponselnya. Senyumnya melebar membaca pesan Rain.
Rain kembali menghubungi Ega lewat video call dan kali ini langsung dijawab.
Rain yang mengenakan mukena karena habis shalat dhuha tersenyum senang melihat wajah kekasihnya di layar ponsel.
"Assallamuallaikum calon imam, sayangku, cintaku."
__ADS_1
Ega tertawa mendengar perkataan kekasihnya.
"Tumben bilang gitu?"
"Aku lagi ngerayu pacar yang merajuk, nih. Maaf ya semalam bener-bener kecapean."
"Nggak ada yang godain kan?"
"Kan yang suka godain lagi ke Bali."
Ega kembali tertawa
"Ega, Aku kangen." Kata Rain matanya mulai berkaca-kaca. Ega tidak menjawab hanya memandang dalam kekasihnya lewat layar ponsel.
"Kamu jangan ke mana-mana ya, nanti ketemu bule deh." Lanjut Rain mulai terisak.
"Yaa koq nangis sih, Aku secepetnya pulang. Oh iya di sini ada Tania!" Seru Ega.
Rain kaget demi mendengar nama Tania. Rain tiba-tiba cemburu tanpa alasan
"Udah jangan nangis, kemarin diajakin nggak mau." Kata Ega.
"Kamu harus percaya sama Aku. Doa yang banyak."
Rain mengangguk menghentikan tangisnya, menghela nafas panjang.
"Aku boleh ke restoran lagi kan? biar nggak mikirin Kamu terus." kata Rain
"Aku maunya Kamu mikirin Aku terus." jawab Ega
"Tapi semakin mikirin Aku semakin kangen, pengennya nangis terus." Rain berusaha menahan tangisnya.
"Ya udah boleh ke restoran tapi jangan jawab kalo ditanya cowok." Kata Ega.
"Kenapa?"
"pokoknya nggak boleh, jangan jadi pelayan juga. Jadi kasir aja lah."
__ADS_1
"Jadi Ibu dari anak-anak Kamu boleh?" Tanya Rain tersenyum menggoda.
"Uuuh berani ngomong gitu di telpon, kalau langsung mana mau?"
"Iyalah kalau ngomong langsung bisa diterkam."
Keduanya tertawa.
"Kalau ada berita apapun dari Tania menyangkut Aku jangan dipercaya ya!"
Rain mengangguk. Ega hanya takut Tania mengambil kesempatan dari pertemuan ini.
"Yaa udah Aku siap-siap dulu ke restoran." kata Rain.
"Ya udah kamu yang matiin."
"ok" Jawab Rain mematikan panggilan setelah mengucap salam.
Rain segera bersiap, Ibu sudah menunggu dari tadi. Dilipat mukena dan memasukannya ke dalam lemari. Rain segera mengganti bajunya. Dia mengenakan blus putih tulang lengan panjang dan Rok plisket di bawah lutut berwarna lilac. Rain menyisir rambutnya. Mengolesi perut, lengan dan lehernya dengan minyak telon lalu memoles bibirnya dengan lipbalm. Saat hendak keluar kamar ponselnya berbunyi
*Gimana coba penampilannya yang mau ke restoran?*
Rain hanya senyum-senyum menggeleng. Dia ke luar kamar. Ibu sudah menunggu di teras.
"Bu, fotoin dulu!" Katanya seraya menyerahkan ponsel. Ibu mengambil gambar tanpa protes.
Rain mengirimkan poto dirinya pada Ega.
*Nggak bisa apa dibuat jelek aja. Kenapa nggak pake mukena aja sih?* Ega
*Udah, jangan aneh-aneh deh. Ini udah dari bayi nggak bisa diubah-ubah* Rain
*Aku pulang harus dandan secantik itu pas jemput ke bandara* Ega
*Iyaa, udah berangkat dulu. Ibu udah ngomel*
Ibu berjalan duluan karena menunggu Rain yang lama. Rain berlari kecil dan mensejajarkan langkah dengan Ibu.
__ADS_1