
Seminggu kemudian, pengumuman hasil nilai ujian keluar dan tentu saja liburan selama dua minggu sudah menanti. Mata Ega berbinar demi melihat semua nilainya menjadi tertinggi pertama bahkan Rain saja berada di posisi tiga.
"Kamu nggak lupa kan sama bonus yang Kamu janjikan? nilaiku lebih tinggi dari Kamu lho." Kata Ega saat mereka sudah berada dalam mobil untuk pulang.
Rain tersenyum dipaksakan, padahal saat itu dia kan hanya asal bicara.
"Iya nggak lupa koq, ayo jalan sekarang!" perintah Rain.
"Kasih bonusnya sekarang aja!" Seru Ega.
"Nanti aja, nanti malem Aku ke rumah Kamu. Sekarang anter Aku pulang dan Kamu nggak usah ikut mampir." Ucap Rain.
Ega segera melajukan mobilnya tanpa bicara, dia tak sabar menanti bonusnya. Padahal Rain sendiri hanya asal bicara soal bonus itu. Apa yang bisa dia berikan untuk Ega?
****
Malamnya pukul 19:00 Rain berangkat ke rumah Ega dengan taksi online. Ega awalnya ingin menjemput tapi Rain tidak mau. Bonus yang Rain janjikan adalah sekotak salad buah dan dirinya yang berdandan cantik.
__ADS_1
Malam itu Rain memoles wajahnya dengan make up. Riasannya membuat kecantikannya bertambah. Rain sengaja menyapukan lipstik di bibirnya. Rain pun menggunakan dress dan mencurly rambutnya. Benar-benar Anggun dan feminim.
Sampai di rumah Ega, Bibi yang membukakan pintu. Seperti biasa Bibi sedang asyik dengan tontonan sinetronnya. Bibi segera memanggil Ega di kamarnya. Tak lama Ega yang hanya memakai celana dan kaus rumahan datang menghampiri Rain.
Dia mengerjap-ngerjap matanya melihat Rain. Tapi, apa benar Rain?
"Bi, ini Rain? ini siapa?" Tanya Ega. Tanpa menoleh Bibi singkat menjawab "Iya lah. "
Ega duduk di samping Rain terus menatap Rain terpana. "Jadi ada pacar dateng ngga mau dikasih minum nih, malah terus diliatin doang?" Tanya Rain.
Bugh! Rain melempar Ega dengan bantal kursi.
"Bisa nggak sih nggak usah ngawur kalau ngomong? besok operasi tuh otak minta cuci pakai rinso biar nggak kotor mulu pikirannya!" Seru Rain dengan wajah kesal.
"Yaa ampun Yang, Aku kan cuma becanda. Koq malah marah-marah." Rengek Ega menyandarkan kepalanya di pundak Rain.
"Ini nih yang bikin Aku males ke rumah Kamu, maunya nempel terus." Rain mendorong kepala Ega kasar.
__ADS_1
Entah kenapa Ega kesal sekali dengan perlakuan Rain. Ega berdiri dan melangkah ke arah dapur. Rain bingung, dia menyadari Ega nya marah. Rain segera menyusul Ega yang dilihatnya sedang menenggak air mineral dingin.
Ega mengusap wajahnya kasar lalu segera membasuh wajahnya di wastafel. Rain mendekat, berdiri di hadapan Ega sambil menunduk. Ega memejamkan matanya dan mengatur emosinya agar tidak melampiasaknnya pada Rain.
"Sayang, maaf Aku nggak bermaksud menyinggung Kamu. Jujur, Aku juga selalu suka saat Kamu meluk Aku cium Aku tapi Aku berusaha membatasi karena Aku takut Kita melakukannya lebih dari itu. Dari kecil Aku nggak pernah nakal. Aku selalu jadi baik supaya nggak bikin Ibu khawatir. Aku nggak pernah berteman apalagi pacaran karena takut salah bergaul. Wajah lelah Ibu saat tidur selalu terekam jelas jadi Aku nggak pernah mau melakukan kesalahan sedikitpun...."
"Ibu selalu kasih Aku yang terbaik. Aku selalu sekolah di tempat yang elit walaupun Ibu harus kerja keras untuk membiayaiku. Aku senang jadi anak baik. Aku suka diem di rumah aja Aku nggak bosan karena cuma itu yang bisa Aku balas buat semua kebaikan Ibu." Kata Rain panjang lebar dan mulai terisak.
Ega benar-benar merasa bersalah atas sikap dan perkataannya selama ini pada Rain. Ega tidak tahu bahwa Rain sampai sejauh itu memikirkan perasaan Ibunya. Ega memegang kedua pundak Rain, Rain mendongakan kepalanya. Pipinya sudah banjir air mata.
"Maaf Rain, Aku selalu egois." Ucap Ega lembut sekali. Rain menggeleng menghapus air matanya.
"Aku tahu kamu cuma mau nunjukin kasih sayang kamu, Aku juga suka. Tapi, bisa kan kita tunggu sampai kita menikah? Aku pasti bikin Ibu secepatnya setuju. Aku pastikan Kita nikah selesai ujian sesuai keinginan Kamu."
Ucap Rain seraya memeluk erat Ega. Tidak bisa dipungkiri Rain merasakan ketenangan saat berada di pelukan kekasihnya itu. Mereka terus berpelukan memberikan rasa nyaman dan aman satu sama lain. Mendengarkan detak jantung masing-masing yang bersahutan seperti irama merdu.
Keduanya tersenyum melepaskan pelukan dan kembali ke ruang televisi bersama Bibi yang masih asyik dengan sinetronnya. Rain segera menyuapi Ega salad buah. Bonus untuk Ega adalah salad buah dan dandanan cantik Rain. Bukan ciuman seperti yang ada di kepala Ega. Ckck
__ADS_1