
Tiba di tempat yang dituju Rain merasa kegirangan sekali.
"Aah seneng banget bisa ke sini lagi, terakhir waktu kelas 2 SMP!" Seru Rain menyapukan pandangan ke sekelilingnya.
Ega hanya tertawa kecil melihat tingkah Rain. Eit tapi tunggu
"Kamu nggak sadar lagi pake baju apa? Mana boleh main kalau pake baju gitu!"
"Emang ada peraturannya main ke sini nggak boleh pake dress?" Rain balik bertanya.
"Ada. Barusan Aku yang buat. Khusus buat Kamu!" Tegas Ega serius.
"Iiih udahlah, jangan rusak suasana. Lagipula Aku pake celana pendek koq!" seru Rain sedikit berteriak.
Sudahlah Ega mengalah, tapi mulutnya tidak bisa diam saja melihat dengan sengaja Rain menguncir rambutnya tinggi-tinggi. Baru hendak bicara Rain sudah mengeluarkan ultimatum.
"Jangan protes, ok. Nikmatin aja ngedate kita." Baiklah Ega lagi-lagi mengalah lalu menyusul Rain yang berjalan duluan.
Pertama-tama Rain dan Ega mengantri untuk bermain komidi putar, tentu saja keinginan gadis itu. Senang sekali Rain saat bermain itu. Senyumnya tak lepas, Ega dengan sengaja mengambil potretnya tanpa sepengetahuan Rain.
Setelah dari komidi putar Rain mengajak Ega memasuki Istana boneka yang selalu jadi favoritnya. Menurut Rain rasanya seperti keliling Indonesia bahkan keliling dunia. Rain tidak berhenti menunjuk-nunjuk antusias pada setiap boneka kadang juga bergidig seram karena ada boneka yang menurutnya mirip chukky.
Ega hanya tersenyum sambil sesekali mengusap sayang kepala Rain. Ini sih lebih seperti mengasuh adik daripada ngedate.
"Ayo naik rooler coaster!" Ajak Ega. Rain menggeleng cepat.
"Kita naik gajah-gajahan aja!" Jawab Rain cepat seraya menarik tangan Ega.
__ADS_1
Rain tersenyum sepanjang permainan, matanya berbinar. 'susah banget mau marah sama dia' batin Ega sambil terus menggenggam tangan Rain.
"Abis ini naik ayunan gantung ya!" Pinta Rain sebelum beberapa detik permainan dihentikan. Tentu saja mereka selanjutnya naik ayunan gantung.
"Yang, naik rooler coaster ya. Itu yang lintasannya pendek aja!" Pinta Ega.
"Aku takut, bii. Nanti tumpah."
"Mana ada tumpah, liat mereka aja sampe ketawa-tawa seneng."
Rain berfikir sejenak, 'Yaudah lah, kalo mati sekarang juga sama dia ini'.
"Ya udah, ayo!" Kata Rain.
Jadilah mereka naik rooler coaster. Dan, saat permainan berhenti Rain malah minta untuk sekali lagi.
"Kita naik biang lala ya, setelah itu pulang!" Ucap Rain setelah mereka selesai makan. Ega hanya mengangguk, akan percuma sekali jika menolak. Rain tidak bisa dikalahkan.
Pukul 16:00 Keduanya keluar dari taman bermain itu.
Rain mengajak Ega untuk ke pantai sebentar. Keduanya jalan kaki beriringan menikmati angin sore.
"Kamu sering ke sini?"
"Sering, sama Ibu." Jawab Rain.
Tiba-tiba ada seorang gadis yang bertabrakan dengan Ega. Entah karena tas yang dibawanya terbuka, saat bertabrakan barang-barangnya jatuh berserakan. Dengan sigap Ega membantu gadis itu.
__ADS_1
"Maaf mas, barusan saya buru-buru." Ucap gadis itu memandang Ega seraya tersenyum.
"Ok" Ega hanya mengangguk tanpa tersenyum. Gadis itu mengulurkan tangannya seraya berkata
"Kenalin, saya Rena!" Lalu seseorang menjabat tangan itu, tapi bukan Ega.
"Rain, pacar mas nya!" Seru Rain seranya merangkul pinggang Ega.
"Ooh maaf, saya kira adiknya. Sedari di Dufan tadi Kalian tidak terlihat seperti pacaran." Kata Gadis itu.
"Kamu ngikutin Kita?" Tanya Rain dengan tatapan menyelidik.
"I-iya abisnya saya penasaran banget sama Masnya. Kirain Saya Kalian bukan sepasang kekasih." Jawab gadis itu gugup seraya meninggalkan Rain dan Ega.
"Makanya punya pacar tuh digandeng, nanti diambil orang!" Seru Ega tepat di telinga Rain.
"Bii, Kamu tahu enggak Perempuan itu bisa menyembunyikan perasaan sayangnya selama bertahun-tahun tapi tidak bisa menyembunyikan rasa cemburunya walau hanya sekejap." Kata Rain dengan penuh penekanan.
"Wow, itu kata-kata Kamu?" Ega bertanya serius.
"Bukan, itu kata Ali bin Abi Thalib." Jawab Rain menatap Kesal Ega.
"Kirain kata Kamu, baru Aku mau muji." Ega terbahak-bahak namun segera berhenti melihat Rain memasang wajah datar.
"Aku, cem-bu-ru" Kata Rain, lagi-lagi penuh penekanan. Rain segera berlari meninggalkan Ega.
'Selain keras kepala, ternyata Kamu pencemburu ya?' Kata Ega dalam hati seraya mengejar Rain.
__ADS_1