
"Tunggu"
Pak Darus beranjak dari duduknya lalu menghampiri Rain ke atas panggung.
"Rain jangan lupakan kesepakatan Kita, kamu bernyanyi dan saya main gitar" Pak Darus mengambil salah satu gitar.
Tepuk tangan riuh kembali bersahutan. Oh, Rain hampir lupa. Inilah yang tempo hari dibicarakan oleh Pak Darus dan Rain. Kolaborasi. Pak Darus tahu Rain memiliki suara yang merdu.
Ega di kursinya mulai geram melihat beberapa pasang mata siswa mulai menatap kagum Rain. Mereka dengan sengaja mengambil potret Rain.
Baiklah, hari ini saya akan kolaborasi dengan siswi favorit saya. Rain Khadija featuring Darus Sinatra. Sempurna.
Rain mengatur nafasnya. Menyapukan pandangan. Ibu tersenyum melambaikan tangan. Sementara Ega, Dia melipat wajah dan beranjak dari kursinya. 'Tidak bisakah sedikit saja jauhkan rasa cemburu mu dulu, mas' batin Rain.
"Sudah siap Rain?" bisik Pak Darus. Rain mengangguk.
Pak Darus memetik gitarnya, suara Rain masuk
Kau begitu sempurna
Di mataku Kau begitu Indah
Kau membuat diriku
Akan selalu memujamu
Di setiap langkahku
Ku kan slalu memikirkan dirimu
Tak bisa ku bayangkan hidupku
Tanpa cintamu
Tiba-tiba suara lain masuk dari arah penonton mengikuti suara Rain.
Janganlah Kau tinggalkan diriku
Tak kan mampu menghadapi semua
Hanya bersamamu Ku akan bisa
Engkau adalah darahku
Engkau adalah jantungku
__ADS_1
Lengkapi diriku
Oh Sayangku engkau begitu
Sempurna
Ega sudah berdiri di samping Rain dan menggenggam tangannya. Bodo amat nanti dimarahin Ibu. Yang jelas Ega tidak rela jika pujaan hatinya dikagumi banyak mata.
Mereka harus tahu milik siapa Rain Khadija yang diteriaki I Love You oleh mereka itu. Rain kaget namun bahagia. Baru saja dia akan benar-benar mengacuhkan Ega jika saja tadi Ega beranjak bukan untuk menghampirinya.
Kau genggam tanganku
Saat diriku lemah dan terjatuh
Kau bisikkan kata
Dan hapus semua sesalku
Janganlah Kau tinggalkan diriku
Tak kan mampu menghadapi semua
Hanya bersamamu Ku akan bisa
Engkau adalah darahku
Engkau adalah jantungku
Lengkapi diriku
Oh Sayangku Kau begitu
Sempurna
Sukses. Duet dadakan antara Rain dan Ragga yang diiringi akustik oleh pak Darus menyihir penonton. Tepuk tangan riuh dan siulan kembali bersahutan. dan mereka serentak berteriak
"Lagi, lagi, lagi"
Gimana, mas Ragga dan Rain? Teman-teman meminta untuk bernyanyi lagi. Tanya Mc.
Sepertinya dicukupkan saja, Kak. Sahut Rain.
Ok teman-teman Kita tidak bisa memaksa mereka untuk bernyanyi lagi, mungkin nanti malam bisa ya? Tanya MC mewakili para penonton.
Bisa. Ega dengan lantang menyanggupi.
__ADS_1
Baiklah, mungkin mas Ragga ada yang mau disampaikan? *Saya cuma mau bilang, Ibu Yana Zeinithari tanpa
mengurangi rasa hormat dan dengan penuh kerendahan hati izinkan saya mengucapkan I Love You, Rain. More and More*.
Jelas saja suara Ega itu terdengar sampai penjuru sekolah. Ibu hanya menggeleng takjub di kursinya dan Rain mulai merasakan panas di pipinya. Rasanya tubuhnya sudah melayang di udara.
Balas dong, Rain. Ucap MC memanas-manasi. Baiklah Rain tidak mungkin mempermalukan calon suaminya itu.
I love You too, Mas Ragga.
Tepuk tangan kembali riuh dan bersahutan. Para penonton bertepuk tangan dan saling melempar senyum. Semuanya terhipnotis merasakan eufhoria cinta Rain dan Ragga.
Pak Darus membisikkan sesuatu di telinga Ega.
"Awas, jangan kasih kendor. Nanti diembat orang"
"Siap, Pak" Sahut Raga dan keduanya saling berpelukan.
Ega segera menggandeng tangan Rain turun dari panggung. Semua mata tertuju pada keduanya. Jujur Rain sangat malu. Barusan itu sepertinya berlebihan dan sangat konyol.
Rain dan Ega kembali duduk di kursinya.
Rain menghambur ke pelukkan Ibu.
"Semoga kalian selalu bahagia, ya nak" Bisik Ibu. Rain mengangguk. Ibu menguraikan pelukannya.
Ibu melirik Ega lalu katanya
"Jaga anak saya, awas kalau membuat dia terluka"
"Insyaallah, Bu" Ucap Ega seraya mengangguk.
Acara kembali dilanjutkan dengan pelepasan siswa secara simbolis. Kali ini dilakukan oleh beberapa siswa saja. Rain sepertinya enggan ikut dan pengatur acara menghargai keputusan Rain.
Lalu beberapa pentas seni musik juga ditampilkan. Sampai pukul 13:00 acara itu berakhir. Acara akan dilanjutkan kembali nanti malam dengan kehadiran para penyanyi dan band Ibu kota.
Ega mengantar Ibu ke restoran sementara Rain ikut bersama ke rumah Ega.
"Nggak apa-apa kan, Bu Aku ke rumah Ega?". Tanya Rain saat tiba di restoran.
"Nggak apa-apa. Janji jangan macem-macem dan usahakan tidur siang. Pakaian Kamu sudah Ibu siapkan di papper bag tadi." Jawab Ibu seraya melambaikan tangan dan masuk ke restoran.
Ega segera melajukan mobil setelah Rain kembali masuk.
Keduanya diliputi rasa bahagia. Semoga bisa selalu seperti ini.
__ADS_1