Suamiku, Kekasihku (Revisi)

Suamiku, Kekasihku (Revisi)
Menemuimu


__ADS_3

Rain melangkah cepat menuju rumah Ega karena hujan sudah mulai turun. Rain tak ingin riasannya berantakan.


Ketukan pertama Bibi sudah membuka pintu.


Rain segera menyalami Bibi dan memeluknya. Rain minta izin menemui Ega yang kata Bibi ada di kamarnya. Ini jadi kali pertama Rain akan masuk ke kamar Ega. Rain mengetuk pintu kamar.


"Aku belum pengen makan, Bi. Nanti Aku makan kalu Rain udah mau ketemu Aku." teriak Ega.


Rain kembali mengetuk pintu.


"Ok, Bi. Masuk aja. Bibi memang cerewet".


Rain menghembuskan nafasnya, Dia merapikan penampilannya. Perlahan membuka pintu.


Ega sedang berbaring membelakangi pintu kamar. Rain berjalan pelan mendekati Ega. Rain sedikit merangkakan tubuhnya lalu segera mengusap kepala Ega penuh sayang.


"Apa sih, Bi. Kalau Rain lihat nanti dia cemburu." kata Ega.


Rain memindahkan tangannya membelai wajah Ega, Ega yang mwnutup matanya tak melihat tangan mungil itu.


"Bibiii, Aku bukan anak kecil lagi jangan kaya gini!"

__ADS_1


Teriak Ega tanpa menoleh.


Rain menahan tawa. Dia segera pindah tempat. Rain melangkah pelan. Berjongkok tepat di hadapan Ega. Ega masih memejamkan matanya. Terlihat jelas wajah lelahnya. Rain segera menyentuh wajah Ega.


"Bibiiiii" Teriak Ega membuka mata dan seketika duduk demi melihat yang di hadapannya adalah Rain. Rain tersenyum mengacak lembut rambut Ega.


"Memangnya nggak bisa bedain tanganku sama tangan Bibi?" Tanya Rain duduk miring di bibir tempat tidur sehingga berhadapan dengan Ega.


"Ka-kamu tadi marah sama Aku. Aku pikir itu Bibi." Jawab Ega gugup.


"Aku nggak marah, cuma suruh kamu pulang dulu." Kata Rain.


"Kalau nggak marah kenapa tadi nggak mau ketemu?" Tanya Ega mengerutkan kening.


"Sayaaang, Aku jadi terharu." Seru Ega merentangkan tangan berharap Rain memeluknya padahal Rain malah memukul lengannya.


"Aku kesel sama temen-temen dan Tania. Tania udah berhasil bikin Aku cemburu." Rain cemberut.


"Aku udah beresin mereka, Rain. Aku sudah ancam mereka dan sudah mempublish hubungan kita di grup kelas." Kata Ega.


Rain merasa lega. Segera memeriksa ponselnya. Yaa Banyak yang mengirim Rain pesan permontaan maaf baik lewat chat pribadi dan grup.

__ADS_1


"Aku nggak akan biarin orang-orang yang bikin Kamu nangis tidur nyenyak".


Setelah bergabung dengan grup, Ega langsung mengirimkan hasil tangkapan layar chat mereka sebelumnya yang mwnyudutkan Rain.


Ragga


Gue udah kantongi nama-nama anak yang berani-beraninya ngatain cewek Gue, Rain. Gue pastikan kalian nggak bakal lulus tahun ini dan nggak akan nerima ijazah. Tania itu cewek laknat. Dia berusaha deketin Gue. Padahal jelas-jelas Gue udah punya Rain. Gue sama Rain bahkan udah tunangan dan akan nikah setelah lulus. Berani loe pada ngatain cewek Gue lagi, Gue bikin kalian nggak lulus.


Rain bergidig membaca chat yang Ega kirim di grup.


"Terlalu kejam, Yang." Rengek Rain.


"Aku cuma ngegertak biar mereka tahu harga air mata pacar Aku tuh mahal!" Seru Ega semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Rain. Rain segera menjauh.


"Aku cantik kan?" Rain berusaha mengalihkan perhatian Ega.


Rain berdiri dan berpose. Ega tertawa senang melihat kelakuan pacarnya. Ega segera turun dari tempat tidurnya dan Rain segera berlari ke luar kamar Ega dengan cepat. Ega gemas sekali dengan Rain, selalu bisa menghindarinya. Aah Rain sudah lega, masalah bisa selesai secepat ini.


Dan, di Bali sana Tania sedang merutuki nasibnya. Dia terlihat emosi.


"Sia-sia Ga, ternyata Lo bener-bener udah jatuh cinta sama Rain!" Seru Tania lalu membanting ponselnya yang sedari tadi menerima pesan menyakitkan dari teman-temannya. Tania mengacak rambut frustasi dan mulai menangis.

__ADS_1


"Beruntung Lo Rain. Bisa dicintai Ega sedalam itu." Tania mulai terisak meluapkan emosinga.


Lanjut terus bacanya yaaa 😊


__ADS_2