Suamiku, Kekasihku (Revisi)

Suamiku, Kekasihku (Revisi)
Tidak Marah


__ADS_3

Pagi yang cerah setelah semalaman hujan. Rain masih bersembunyi di balik selimutnya sampai pukul 08:00. Kebiasaan buruknya yaitu tertidur kembali setelah shalat shubuh masih belum bisa Dia hilangkan.


Sementara itu, Sela di kamarnya sedang mondar-mandir karena semalaman panggilannya selalu tidak dijawab Ega.


Di lain tempat Ega sendiri masih terlelap, ponselnya sengaja Dia silent.


Bibi datang membamgunkannya karena semalam Ega berpesan agar dibangunkan jika jam 08:00 belum bangun.


Ega mengerjap-ngerjap matanya. Bibi sudah duduk di bibir ranjang memegang air putih. Ega segera meraihnya, katanya


"Hatur nuhun, Bi." yang artinya terimakasih. Bibi mengangguk dan segera ke luar. Ega meraba-raba kasurnya mencari ponselnya. Dan segera membuka ponselnya. Banyak sekali panggilan tak terjawab. Betapa kagetnya saat Dia membuka pesan dari Sela. Gambar tangkapan layar grup kelasnya. Yang isinya menyudutkan Rain setelah poto Ega dan Tania hadir di group itu.


Dahlan


Wow liburan sekaligus honeymoon


Rizky


Kasian si Rain cuma jadi mainan


Kinos


Cewe polos kaya Rain mana bisa puasin anak sultan


Erni


Si Rain halu aja dikira beneran jadian


Salsa


kasian bgt Rain jadi maenan doang

__ADS_1


Zehra


klo jadi Rain mending mati Gue


Daan banyak lagi seluruhnya hanya menyudutkan dan mengumpat Rain.


Ega langsung memanggil kembali nomor tak dikenal yang ternyata Sela.


"Kemana aja sih Lo? susah banget Gue telpon!?" Seru Sela begitu menerima panggilan.


"Gimana Rain?" Ega balik bertanya


"Seharian kemarin bahkan mungkin sampe malem Dia nangis. Lo tahu sendiri cewek Lo kaya apa?" Kata Sela.


"Ok thank's infonya. Secepatnya Gue beresin masalah ini. Gue pastikan anak-anak yang ngatain Rain nyesel." Jawab Ega mematikan panggilannya. Dia segera mandi. Yang dipikirannya hanya Rain.


******


"Boleh ketemu Rain kan Tan?"


Ibu hanya mengangguk sebagai jawaban, tak banyak waktu untuk mengobrol dengan Ega. Tak lama setelah itu Sela pun datang atas permintaan Ega. Ega tahu betul Rain tidak akan mau ditemui jika tidak ada siapa-siapa di rumahnya.


"Selesaikan dengan cepat, Ga. Jangan buat Ibu menyesal karena sudah membiarkan Rain pacaran sama Kamu". Ucap Ibu tanpa melihat ke arah Ega dan benar-benar pergi.


Lalu setelah kepergian Ibu, Sela dan Ega masuk ke dalam rumah dan segera mengetuk pintu kamar Rain.


"Sayang buka pintunya, ini Aku!" Teriak Ega.


"Rain, buka pintunya. Gue Sela!" Sela ikut berteriak.


Rain masih merasakan tenggorokannya sakit. Rain melangkah ke dekat pintu tanpa membukanya

__ADS_1


"Sel, Aku nggak mau ketemu Dia sekarang. Suruh pulang, Sel." Kata Rain dengan suara serak.


"Yang, Aku bisa jelasin semuanya. Aku bakal buat perhitungan sama orang gila itu." Teriak Ega


"Sel, bilang ke Dia Aku nggak mau ketemu sekarang. Suruh pulang ke rumahnya. Atau Aku nggak mau ketemu lagi selamanya. Bilang Sel, pulang ke rumah sampai Aku yang menemui Dia."


Sela hanya geleng-geleng seraya memijit pelipisnya. Ega sudah tidak berkata apa-apa. Dia benar-benar takluk jika berurusan dengan Rain. Ega segera beranjak namun dia berbisik pada Sela.


"Masukin nomor Gue di grup sialan itu, kirim tangkapan layar chattingannya tanpa ada yang terlewat. Gue abisin mereka yang udah bikin Rain Gue tersakiti."


Sela merinding mendengar bisikan Ega,cepat Ia mengangguk. Setelahnya Ega benar-benar pergi.


"Rain, buka! Ega udah balik".


Rain membuka pintu kamar dan segera memeluk Sela.


"Sel, Aku nggak sanggup lagi baca chat mereka". Ucap Rain suaranya masih sangat serak.


"Ega pasti segera bertindak, Lo nggak usah buka ponsel dulu".


Rain melepaskan pelukannya. Diusapnya sisa-sisa air mata yang menganak sungai di pipinya.


"Kasian Ega Rain, Dia tuh nggak salah. Poto itu udah jelas. Di situ Tania yang menempel pada Ega. " Kata Sela berusaha meyakinkan Rain.


"Aku nggak marah sama Ega. Kemarin Aku udah janji kalau dia pulang Aku mau dandan yang cantik. Tapi, sekarang liat keadaanku. Setelah ini Aku pasti ke rumahnya." Kata Rain tersenyum.


"Iyalah mana bisa Loe marah sama pangeran Lo itu. Buruan mandi nanti Gue bantu dandan. Loe mandi dan Gue cariin baju buat Lo."


Rain segera berlari ke belakang sementara Sela segera memilihkan baju untuk Rain. Sela selesai memilih baju, pilihannua jatuh pada rok jeans span di bawah lutut dan sweater lengan panjang berwarna hijau botol yang pasti akan pas sekali di badan Rain.


Selesai mandi Rain segera memakai baju pilihan Sela. Sela memoles wajah Rain. Menonjolkan setiap lekuk wajah Rain yang dasarnya memang sudah cantik. Terakir Sela memoles bibir Rain dengan mattelip warna bibir. Setelah mematut diri di cermin Rain segera mengoleskan minyak telon ke perut leher dan tangannya. Dia sudah siap bertemu Ega.

__ADS_1


__ADS_2