Suamiku, Kekasihku (Revisi)

Suamiku, Kekasihku (Revisi)
Fakta Baru


__ADS_3

Tepat pukul 15:00 Rain dan Ega sampai di rumah Ega.


Keduanya langsung duduk di sofa panjang ruang tamu. Bibi yang tahu mereka datang saat mendengar suara mobil Ega datang membawa segelas es jeruk untuk Ega dan air putih hangat untuk Rain.


"Makasih, bi. Bibi tadi kenapa nggak ke sekolah?" Rain langsung meminum air hangatnya.


"Bibi mah bosen Neng, udah 13 tahun berturut-turut dateng ke sekolah Aa." Ucap Bibi yang masih berdiri.


"Sini, Bibi duduk. Aku pengen tahu cerita Aa waktu kecil." Rain menepuk-nepuk tempat kosong di sebelahnya.


"Yang, Aku pengen tidur di pangkuan Kamu!" Seru Ega yang diangguki Rain. Ega mulai memejamkan matanya saat Rain mengelus-elus rambutnya. Sementara Bibi mulai cerita.


"A Ega mah waktu kecil cengeng. Dinakalin cewek ge nangis. Ari Badan bongsor tapi gak berani ngelawan."


Bibi memulai ceritanya. Rain tersenyum antusias. Sementara Ega sudah terlelap.


"Tapi, Bibi mah salut dari orok sampe sekarang A Ega mah bageur. Bibi teu nyangka rasanya baru kemarin orok keneh sebentar lagi mau menikah." Bibi memandangi wajah Ega penuh sayang. Ega semakin terlelap.


Dengan pelan Rain memindahkan kepala Ega ke atas sofa. Lalu Rain beranjak menarik tangan Bibi pelan.


"Ada apa neng?" Tanya Bibi saat keduanya tiba di kamar Bibi.

__ADS_1


"Bi, Rain langsung aja nih. Bi, apa Pak Rakha itu orangnya pemarah?" Tanya Rain celingukan takut Ega datang.


"Iya neng, Dia mah otodidak eh naon teh ngarana teh (apa sih namanya)" Bibi menjeda kalimatnya.


"Pokoknya Dia itu sok berkuasa dan sombong." Lanjut Bibi.


"Bibi tahu masa lalu Pak Rakha?" Tanya Rain.


"Enggak Neng, Bibi bekerja sama Dia saat Aa baru usia seminggu. Bibi sebelumnya heunteu kenal sama Dia." Jawab Bibi.


"Terus apa yang Bibi takutkan setiap kali liat Pak Rakha?" Rain masih celingukan.


"Sebetulnya, Bibi melihat Pak Rakha bertengkar dengan Bu Maria. Bu Maria memergoki Pak Rakha sedang bersama wanita di kamar hotel. Bibi melihat dengan mata kepala sendiri hari itu Pak Rakha dengan kejam membanting tubuh Bu Maria sampai tak sadarkan diri. Kejadiannya saat di Bandung, hari itu mereka datang mengunjungi Aa. Namun sebelum pulang keduanya adu mulut. Sejak saat itulah Bibi takut jika bertemu langsung dengan Pak Rakha"


"Bi, apa Bibi tahu siapa Mamanya Ega? Tanya Rain penub harap.


Bibi menggeleng. Rain merasa aneh. Dari cerita Ega Mamanya meninggalkannya demi pria lain. Tapi, Pak Rakha bilang lain lagi dengan alasan tak mau membuat Ega sedih.


"Yang" Teriak Ega.


Rain dengan cepat berlari ke arah suara. Ega masih duduk di sofa ruang tamu. Mengucek-ngucek matanya.

__ADS_1


"Yang Kamu koq ninggalin Aku?" Tanya Ega saat Rain menghampirinya.


"Aku dari belakang, Kamu manja banget sih!" Jawab Rain kembali duduk.


Saat Ega akan kembali tidur di pangkuannya Rain dengan cepat berseru


"Aku cape, Mas. Aku pengen tidur. Di mana kamarnya?"


Ega memasang wajah kecewa


"Ya udah tidur di kamar tamu, Kamu juga bisa mandi dan ganti di sana. Ayo Aku antar" Ega membawa Rain ke kamar tamu yang terletak di samping dapur.


"Aku masuk, ya?!" seraya masuk membuka pintu. Rain menutup kembali pintu dan terdengar suara pintu dikunci dari dalem.


"Yaa, dikunci. Baru mau digodain." Gumam Ega seraya berlalu ke kamarnya di lantai atas.


*****


Setelah shalat ashar, Rain membaringkan tubuhnya yang sangat lelah. Matanya menerawang ke langit-langit kamar. Rain ingin Ega tidak mendendam dengan masa lalunya. Rain tidak ingin hidup dengan keadaan Ega yang penuh amarah dan emosi.


Soal Pak Rakha, satu fakta Rain sudah kantongi bahwa Tante Maria ternyata meninggal di tangan Pak Rakha. Rain semakin meyakini jika Pak Rakha adalah prang yang penuh amarah. Rain takut jika dibiarkan, Ega juga akan menjadi seperti Papanya.

__ADS_1


Bagaimanapun Rain akan menjalani rumah tangga dengan Ega. Rain tidak mau Ega memiliki sifat tempramental seperti Pak Rakha.


Di menit selanjutnya mata Rain mulai terpejam, Rain terlelap saat sudah tak bisa lagi berfikir bagaimana caranya membawa Ega keluar dari lingkaran dendamnya?. Rain benar-benar terlelap dan masih mengenakan mukenanya.


__ADS_2