Suamiku, Kekasihku (Revisi)

Suamiku, Kekasihku (Revisi)
Impas


__ADS_3

Sementara itu Rain dan Ega kembali ke parkiran dengan tawa puas mereka setelah mengerjai Mawar.


"Kamu bisa segila itu sih yang?" Tanya Ega di sela-sela tawanya.


"Lawannya juga orang gila." Jawab Rain menghentikan tawanya.


"Tapi Aku malu sama Pak Rakha, pasti mikirnya Aku cewe macem-macem." Kata Rain lagi.


"Nggak usah dipikirin Yang, Papa pasti cuek koq." Ega menghibur Rain.


"Kamu juga tadi pake cium segala. Kalau bukan lagi akting pasti aku udah dorong kamu sampe mental." Kata Rain mendorong pelan bahu Ega.


"Maaf Yang, Aku cuma bikin Mawar bener-bener mikir kalau Aku udah ada yang punya. Aku dulu sama Mawar jangankan cium pegang tangannya aja Aku jijik." Kata Ega menjelaskan


"Jijik tapi dipacarin!" Seru Rain


"Terpaksa Yang, Aku juga nyesel kenapa bodoh banget waktu itu." Ega menunduk sedih.

__ADS_1


"Ya udah lupain aja yang penting kita harus hati-hati dari cewek gila itu." Kata Rain mengusap bahu Ega lembut.


Sementara di dalam gedung Mawar terus memikirkan kalimat-kalimat Ega. Dalam bayangan Mawar Ega dan Rain masuk ke kamar hotel dan melakukan hal-hal yang tidak-tidak. Mawar geram membayangkannya.


"Mas, apa mas tidak ingin tahu apa yang Ega dan pacarnya lakuin di luaran? jangan-jangan mereka ke kamar hotel dan melakukan hubungan terlarang!" Tiba-tiba Mawar mengompori suaminya.


"Ya biarkan saja, Aku juga waktu muda begitu. Wajar kalau sekarang Ega seperti itu. Lagipula pacar Ega itu memang sangat cantik siapa yang akan tahan dengannya?" Gila, Pak Rakha malah mendukung aksi Ega.


Mawar semakin frustasi. Dia benar-benar akan kehilangan Ega. Ingin sekali sekarang mencari Ega dan Rain lalu menghentikan aksi mereka. Namun dengan banyaknya tamu tidaj mungkin Mawar pergi dari acara itu.


Sementara itu Rain dan Ega malah sedang di jalan untuk pulang dan ponsel Ega berdering ada pesan masuk. Ega menyuruh Rain membuka pesannya. Nomor tak dikenal.


"Jijik...." Umpat Rain. Ega segera menepikan mobilnya. Belum pernah Ega melihat Rain dengan raut semarah itu. Rain menyerahkan ponsel pada Ega. Ega terbelalak membaca pesan Mawar. Rain mengambil kembali ponsel Ega.


"Biar aku yang balas."


Rain mengetik pesan

__ADS_1


*Gimana dong Gue udah sering ngelakuin sama pacar Gue soalnya dia selalu muasin Gue. Gue nggak perlu siapa-siapa lagi. Loe mending fokus bikin adik buat gue*


Rain merasa jijik sekaligus tak percaya bisa mengetik kalimat itu. Ega meraih ponselnya dan tersenyum


"Nggak usah dibayangin ya!" Kata Ega berniat menggoda.


"Ega, berani kamu macem-macem tamat hidup kamu!" Teriak Rain


"Semacem aja nggak berani, Yang." Ega segera melajukan kembali mobilnya.


Rain sibuk dengan pikirannya. Oh kenapa rumit sekali ya pacaran dengan Ega. Sudah cukup gadis-gadis di sekolah sekarang ditambah dengan Calon mertua tirinya. Bisa dipastikan Rain benar-benar harus kuat memperjuangkan hubungannya dengan Ega.


"Orang lain tuh nggak bisa ya nggak usah pengen punya orang lain kalo udah punya sendiri." Rain berkata dengan nada kesal.


"Percaya sama Aku, Yang. Aku cuma cinta sama Kamu. Kita sekarang impas setelah kemarin Aku juga dibuat cemburu sama cowok-cowok yang godain kamu." Ega berseloroh yang membuat Rain justru makin geram.


Cemburu memang membuat seseorang bersikap di luar nalar ya, lihat saja Rain. Dari mana dia belajar kata-kata yang membuat dirinya saja merasa geli. Aaah Rain tidak dapat menguasai rasa cemburunya.

__ADS_1


***************************************


__ADS_2