Suamiku, Kekasihku (Revisi)

Suamiku, Kekasihku (Revisi)
Rakha dan Zein


__ADS_3

Ibu menatap kepergian Rain dengan sejuta sedih. Perasaan Ibu sangat hampa saat taksi online yang ditumpangi Rain benar-benar telah pergi dari halaman rumah. Ibu seperti merasa ada yang Rain sembunyikan. Ibu tahu betul seperti apa sikap Ega terhadap Rain. Ibu teringat dengan Pak Rakha yang tempo hari menemuinya di restoran.


**********


Kedatangan Pak Rakha Ke Restoran


Deg


Ibu kaget saat tiba-tiba seseorang yang ingin sekali keberadaannya Ibu hindari malah datang menemuinya. Dengan seringai jahatnya hari itu Pak Rakha datang menemui Ibu.


"Kamu masih cantik saja seperti dulu!"


Kalimat pertama yang Pak Rakha lontarkan membuat bulu kuduk Ibu berdiri.


"Ragga itu adalah putra Rosa, sahabatmu".


Ibu tidak menjawab hanya menatap Pak Rakha penuh kebencian.


"Pantas ya, Rain itu cantik. Rupanya Dia itu putrimu!"


Ibu yang saat itu sedang duduk, beranjak dengan mengepalkan kedua tangan.


"Kamu jangan macam-macam, Mas. Sebentar lagi Mereka akan menikah"

__ADS_1


Pak Rakha tertawa keras seraya berusaha memegang dagu Ibu namun Ibu segera menepisnya.


"Tentu saja mereka harus menikah, meneruskan kisah cinta Kita yang dulu".


Ibu menghela nafas panjang, mengusap air mata yang mulai tidak bisa dibendung.


"Biarkan mereka hidup tenang, Mas. Aku sangat berterimakasih jika Kamu tidak membuat ulah".


Pak Rakha memicingkan mata, lalu berjalan memutari Ibu.


"Bagaimana jika Kita juga menikah? Aku selalu mencarimu, Zein. Tuhan memang baik mempertemukan Kita kembali".


Ibu menejamkan matanya saat Pak Rakha semakin mendekatkan wajahnya ke ke hadapan Ibu.


Ibu mendorong bahu Pak Rakha agar menjauh dari hadapannya.


"Kamu pergi Mas, Aku mohon pergilah!".


Pak Rakha mengeraskan rahangnya mengepalkan tinju penuh emosi.


"Berani sekali Kamu menolak dan mengusirku. Kenapa selalu membuatku sakit hati. Aku sangat mencintaimu!".


"Tidak, Mas. Jangan seperti ini. Anggap Kita tidak pernah bertemu. Pergilah, Mas. Ku mohon biarkan Ragga dan Rain bahagia".

__ADS_1


Ibu membuka pintu dan mempersilahkan Pak Rakha keluar.


"Aku tidak terima dengan perlakuanmu" Seru Pak Rakha seraya berlalu meninggalkan Ibu.


Ibu kembali ke dalam rumah dengan perasaan kacau. Hatinya selalu berantakan jika mengingat Pak Rakha. Dengan kepergian Pak Rakha Ibu berharap Rain dan Ega dapat hidup bahagia.


********


Cerita bohong


Malam setelah acara pesta perpisahan itu, Pak Rakha yang mengira Rain hamil merasa sangat bahagia. Pak Rakha yang sebenarnya selama ini selalu mencari keberadaan Zein sudah pernah melihat sosok itu beberapa kali. Namun, demi Mawar dan kebahagiaan Ega Pak Rakha merelakan Zein bebas. Dengan berbagai cara Pak Rakha berusaha mengambil hati Ega agar dapat berdamai dengannya termasuk menceritakan kejadian bohong dan memutar balikkan fakta. Pak Rakha berharap dengan kebohongannya mampu membuat Ega bersimpatik padanya dan menjalin hubungan baik. Cara licik Pak Rakha itu nyatanya memang berhasil menghasut Ega. Namun, siapa sangka saat lamaran justru Pak Rakha mendapati bahwa Rain adalah putri Zein. Orang yang selama ini selalu dia nanti kehadirannya. Orang yang dicintai sekaligus dibenci Pak Rakha dalam waktu bersamaan.


Takdir tidak baik rasanya bertubi-tubi datang untuknya saat Mawar diketahui selama ini ternyata mempunyai kekasih gelap. Sisi jahat Pak Rakha kembali hadir terlebih saat Zein menolak lagi cintanya. Pak Rakha yang semula tidak ingin memberi tahu Ega tentang Zein. Hari itu dengan segala amarah dan kejahatannya meracuni pikiran Ega untuk membalaskan dendamnya pada Zein.


Namun manusia hanya bisa berencana dan Tuhan yang menentukan. Hari itu Pak Rakha tidak bisa melawan lagi nasib. Manusia angkuh itu akhirnya menjemput ajalnya sendiri bersama Mawar. Tidak bisa dibayangkan jika hidupnya masih berlanjut, rumah tangga seperti apa yang akan Rain jalani.


**********


Pukul 21:00 Rain tiba di rumah dengan dua tas besar berisi pakaian barunya. Langkahnya ringan memasuki kamar. Setelah tiga kali mengetuk Rain membuka pintu pelan seraya mengintip. Terlihat punggung Ega yang sudah berbaring. Matanya sudah terpejam, namun entah tidur atau hanya pura-pura. Rain tiba-tiba memiliki ide jahil, Rain memandangi wajah suaminya itu dengan jantung berdebar dan senyum tipis.


Cup!


Rain mengecup pipi Ega sekilas

__ADS_1


"Selamat tidur, Mas". Bisik Rain segera berlalu ke kamar mandi dengan senyum lebar seraya memegangi bibirnya.


__ADS_2