
Malamnya sebelum tidur Rain benar-benar menepati janjinya. Sekitar pukul 19:00 Rain melakukan panggilan video call. Satu kali dering langsung dijawab Ega.
"Assallamuallaikum, pacar." Rain yang masih menggunakan mukena melambaikan tangannya.
"Waalaykumsalaam calon istri." Ega tersenyum senang.
"Makan malam apa?" tanya Rain
"Delivery order dari restoran calon mertua" Jawab Ega
"Serius?" Rain ragu
"Iyalah, makanya ayo nikah biar nggak harus beli dulu kalau makan."
"Nggak mau aah, nikah sama kamu nanti dikasih makan apa?" Tentu saja Rain bercanda,
"Kasih cinta lah". Ega balas bercanda
"Aku udah punya cinta yang banyak buat kamu, nggak perlu lagi," jawab Rain menjulurkan lidahnya
Ega terkekeh
"Rain, makasih yaa. I love You".
Rain suka sekali, dia tidak menjawab hanya tersenyum. Hatinya selalu dialiri sesuatu yang hangat saat mendengar kata sayang dari Ega.
__ADS_1
"Udah ya, Aku mau tidur."
"Ya udah, mimpi indah ya sayang. I love You"
Rain mematikan panggilannya. Dia melepas mukenanya, menggantungnya di belakang pintu lalu segera berbaring dan mulai tertidur. Rain membawa seluruh kebahagiaannya ke alam mimpi. Bersyukur.
****************************************
Pagi nya Rain tidak dijemput oleh Ega. Ega tidak masuk sekolah karena akan menghadiri peresmian pembukaan sebuah mall besar milik Pak Rakha. Hari ini juga Pak Rakha akan memperkenalkan calon istrinya kepada Ega. Ega sebenarnya sangatlah malas. Namun, Ega sudah berjanji pada Rain untuk membangun hubungan baik dengan Papanya.
Di sebuah mall mewah itulah Ega tiba. Ega memakai stelan jas lengkap dengan kemeja dan dasinya. Dia sebenarnya merasa risih, tapi Pak Rakha yang memaksanya memakai pakaian seperti itu.
Acara akan dimulai pukul 09:00 dan Ega datang tepat waktu. Terlihat Pak Rakha sudah ada di sana. Berdiri di antara para pembisnis lainnya. Tubuhnya yang tinggi tegap dan masih tertinggal jelas ketampanan di wajahnya membuatnya dengan usia yang sudah 50 tahun masih bisa menarik perhatian gadis-gadis belia.
"Pa, maaf telat." Sapa Ega menyalami Papanya dan beberapa rekan bisnisnya.
"Waah rupanya putra Pak Rakha sangat tampan. Sayangnya saya tidak memiliki anak gadis." Ucap seorang teman Pak Rakha yang bernama Pak Lucas.
"Saya memiliki putri kelas XII, sepertinya akan cocok dengan putra Pak Rakha."
Ega emosi sekali mendengarnya, jelas tak suka terpancar dari raut wajahnya.
Pak Rakha tergelak mendengar ucapan rekan-rekannya
"Waaah sayang sekali, putra saya ini sudah memiliki calon istri." Pak Rakha melihat betul Ega tidak menyukai kalimat-kalimat rekannya.
__ADS_1
"Baru calon kan, sebelum janur kuning melengkung masih bisa ditikung." Mereka tertawa, kecuali Ega yang sangat tidak suka dengan candaan Mereka. Seketika Ega rindu sekali dengan Rain.
"Saya rencananya akan menikahkan putra saya selepas dia ujian nanti." Ucap Pak Rakha mencoba memangkas kekesalan dalam diri putranya.
"Waah beruntung sekali gadis itu. Kami tunggu undangannya ya!" Seru rekan Pak Rakha. Pembicaraan itu akhirnya teralihkan sebab MC mulai membuka acaranya. Ega bosan sekali berada di sana. Namun dia menguatkan diri sampai acara selesai.
Acara berjalan lancar, Ega berkesempatan menggunting pita.
Setelah selesai rekan-rekan bisnis Pak Rakha meninggalkan tempat acara. Tibalah saatnya Pak Rakha memperkenalkan Ega pada calon istrinya.
Saat Ega dan Papanua duduk tiba-tiba datanglah sesosok gadis cantik. Usianya masih 20 tahun. Dia berpakaian sangta seksi. Ega seperti mengenalnya. Saat tiba di hadapan pak Rakha, gadis itu bergelayut manja di lengan Pak Rakha. Tanpa tahu malu Pak Rakha mencium pipi gadis itu.
"Kenalkan Ga, calon istri Papa." Ega kaget bukan main.
Iya, dia ingat. Itu adalah mawar. Mantan kekasih Ega saat dulu di Bandung. Mawar mengulurkan tangannya Ega terpaksa menjabat tangannya. Mawar menyebutkan namanya. Ega enggan menjawab. Jijik sekali dia melihat Mawar. Gadis penggoda. Saat di Bandung, Mawar merupakan kakak kelas Ega. Mereka berpacaran hanya satu bulan. Ingatlah, Mawar itu bukan gadis baik-baik. Mawar memiliki banyak sugar daddy untuk memenuhi hidupnya yang glamour.
Saat berpacaran dengan Ega Mawar menjebaknya dengan cara licik. Saat itu Mawar dengan sengaja menabrakan tubuhnya ke mobil Ega. Seolah-olah Ega yang sengaja menabrak. Saat itu keadaan Mawar memang parah karena kakinya cedera dan selama seminggu tidak dapat berjalan. Terpaksalah sebagai pertanggung jawaban Ega menuruti keinginan Mawar yang memintanya menjadi kekasihnya.
Mereka hanya berpacaran selama sebulan.
Ega lega sekali bisa lepas dari perempuan seperti Mawar.
Namun kenapa sekarang Mawar harus kembali bahkan akan menikah dengan Papanya?
Ega segera pamit segera sedikit basa-basi. Ega sangat merindukan Rain. pikirannya yang kacau butuh ketenanga. Dan saat bersama Rainlah hatinya akan tenang. Ega melajukan mobilnya cepat, dia hendak menjemput Rain pulang sekolah
__ADS_1