
Rain melepas pelukannya
"Kejutannya kurang mengejutkan ya?" Tanya Rain. Ega hanya menggedikan bahunya.
"Ayo make a wish sebelum dimakan kuenya."
Ega segera menengadahkan tangan dan memejamkan matanya dan bibirnya komat-kamit. Rain senyum-senyum melihatnya.
Ega membuka matanya.
"Wish nya apa?" Tanya Rain.
"Aku cuma baca Al-fatihah." Jawab Ega. "Jangan ragukan kekuatan Al-fatihah" lanjutnya.
Rain manggut-manggut lalu mulai memotong cakenya. Lalu menyuapi Ega.
"Ini cake terenak lho Yang, beli di mana?" Tanya Ega merebut cake yang dipegang Rain.
"Aku buat sendiri lho, ini tuh sebenernya brownies coklat trus Aku hias deh pake coklat batang yang diiris-iris gitu. Cantik kan?" ujar Rain.
"Yang bikinnya lebih cantik." Jawab Ega seraya mengusap pipi Rain yang langsung memerah.
"Kejutannya nggak seru ya?" Tanya Rain.
"Bukan nggak seru tapi istimewa banget. Baru bangun didatengin bidadari yang cantik dan wangi sambil bawa kue trus dikasih ucapan ulang tahun. Udah gitu dia bilang I love You. Maka, nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang Kau dustakan" Jawab Ega panjang lebar membuat Rain tertawa geli sampai terpingkal-pingkal. Ega hanya tersenyum.
"Ekhem, yaudah biar yang ulang tahun merasa berkesan gimana sekarang Kita ngedate. Aku lho ini yang ngajak ngedate duluan." Ucap Rain serius.
"Ini beneran mau ngedate? Jalan-jalan berdua?" Ega balik bertanya.
__ADS_1
"Iya, nggak mau?" Tanya Rain.
"Mau banget, dua bulan ditunggu-tunggu masa ditolak mentah-mentah ajakan ngedate nya." Kata Ega berdiri lalu berlalu sambil berkata
"Aku ganti baju dulu."
Sementara Rain membereskan cake nya dan menyimpannya di lemari pendingin. Bibi sudah tak terlihat. Pasti sedang nonton sinetron di kamarnya.
Tak lama Ega kembali turun dan sudah rapi. Aroma parfumnya membuat Rain merasakan de javu.
Rain diam-diam menghirup aroma itu dan debaran jantungnya sudah tak terkendali. 'ini rasanya kaya pertama kali ngeliat Dia. Aduh, Rain. Ini udah dua bulan kenapa masih deg-degan aja?'
"koq bengong, Yang?" Tanya Ega.
"Aa-ku nggak. Maksudku ayo cepetan iih kamu tuh lama." Jawab Rain gugup.
Bugh! Sengaja Rain memukul bahu Ega keras.
"Ge eR, ayo jalan!" Ucap Rain lalu berjalan duluan membawa tas selempang dan papper bag yang isinya kain untuk menutupi kakinya. 'bisa banget nyembunyiin perasaan, jelas-jelas tadi deg-degan'.
"Jadi kita mau ke mana?" Tanya Ega saat keduanya di dalam mobil. Sudah melaju tapi tak tahu mau ke mana.
"Ke D***n mau nggak?" Tanya Rain balik.
"Boleh, tapi janji ya Kita ngedate nya sampe malem!" pinta Ega.
"Jam 8" Jawab Rain
"Jam 10 dong"
__ADS_1
"Jam 9, udah jangan protes." Kata Rain mengancam.
"Cewek nggak bisa dibantah." Ega mendengus kesal.
"Nanti kalau udah jadi istri nggak boleh ngebantah lagi soalnya. Jadi, puas-puasin sekarang." Tawa Rain keras. Ega hanya menggeleng dengan wajah kesal.
"Kamu tuh kalo libur nggak mandi pagi, ya?" Tanya Rain.
"Ngapain mandi? nanti aja sore. Atau gausah mandi kan nggak kemana-mana!" Jawab Ega.
"Aku nggak suka lho kalo jorok gitu!" Seru Rain cemberut.
"Nanti kalo udah nikah, tiap hari pasti mandi shubuh kan mau sholat. Soalnya malemnya abis... " Ega menggantung kalimatnya karena Rain melempar mukanya dengan tisu bekas.
"Nggak usah diterusin, sekarang aku paham dari siapa otak kotor itu berasal" Ucap Rain, kesal.
"Dari siapa?" Tanya Ega.
"Ya Pak Rakha lah, semua cowok emang gitu ya pikirannya?"
"Yang becanda doang, Kamu nih flat banget" Jawab Ega membela diri.
"Bukannya yang flat itu hidup Kamu ya?! Seru Rain menatap marah Ega.
"Yang, jangan marah dong. Jangan teriak-teriak." Ega mulai ketakutan. Tapi, Rain malah tertawa.
"Aku nggak marah. Aku juga becanda. Aku puas-puasin dulu marah-marah sebelum nikah. Nanti kalau udah jadi istri mana boleh teriak ke suami. Bisa dilaknat Aku."
Ega menggeleng-geleng. Dia benar-benar sudah merasa takut. Ternyata Rain malah menjahilinya. Sementara itu Rain terus tertawa melihat raut wajah Ega.
__ADS_1