
Setelah kepergian Rosa dan Zein, Rakha memutuskan kembali ke Jakarta bersama Maria dan juga mengajak Riko. Semenjak hari itu Rakha berubah menjadi orang yang sangat arogan, tempramen dan diktator. Hari-harinya disibukkan dengan bekerja. Riko yang saat itu baru lulus SMA sengaja dikuliahkan oleh Rakha. Rakha akan menjamin kehidupan Riko asalkan Riko terus berada di sampingnya.
Sebetulnya Maria gadis yang baik, Dia ramah dan sabar. Tapi sedikitpun Rakha tidak pernah meliriknya. Semenjak hari itu, tanpa sepengetahuan Maria, Rakha selalu bermain-main dengan wanita panggilan. Maria bertahan dengan pernikahannya, Dia tidak mau mengecewakan orangtuanya.
🍂🍂🍂🍂🍂
"Bagian Gue udah beres Zein, Loe sekarang yang cerita gimana bisa Loe nikah sama Akbar Fahreza dan ngehasilin anak cantik yang sekarang jadi istri dari anak mantan Loe sendiri". Pak Riko sepertinya tidak kapok menggoda.
Ega ingin marah, tapi melihat istrinya yang semakin lemas Dia urungkan niatnya. Ega meraih gelas berisi air minum bekas Ibu tadi lalu meminumkannya pada Rain. Rain meneguknya walau sedikit. Kerongkongannya sulit sekali menelan. Ega dengan penuh sayang mengusap peluh di dahi istrinya dengan tangannya sendiri.
"Drama banget tuh bocah, Rakha Hadiwijaya banget Loe". ujar Pak Riko pelan.
"Gue denger omongan, Loe" Ibu beranjak dari duduknya lalu berdiri di sebelah Pak Riko. Memukul lengan Pak Riko keras.
"Pengkhianat, harusnya ikut mati Loe sama Rakha". Ibu terus memukul lengan Pak Riko sampai Pak Riko menangkap tangan Ibu dan berkata
__ADS_1
"Gue kangen banget sama Loe". Ibu menarik tangannya dan menatap tajam pada Pak Riko.
"Ayo, Bu. Lanjutin, nanti aja kangen-kangenannya. Aku bisa mati liat istriku lemas gini". Ega berseru seraya duduk di samping Rain, bekas tempat duduk Ibu.
"Gue baru tahu kalo istri lemes jadi suaminya yang mati". sindir Pak Riko. Sudahlah tidak ada yang menyauti perkataan Pak Riko.
🍂🍂🍂🍂🍂
Ibu mulai bercerita. Luka lama yang berusaha dia tutup harus kembali diingatnya.
"Kamu teh udah yakin, Neng mau ninggalin Bandung?" Itu kalimat pertama Ibu saat dengan berat hati melepas kepergian Zein, putri satu-satunya.
"Zein yakin, Bu. Ibu doakan Zein ya". Zein dengan berlinangan air mata memeluk Ibunya yang tubuhnya kurus itu.
"Rosa, Ibu titip Zein ya. Kalau dalam waktu sebulan kalian tidak dapat pekerjaan. Kembalilah pulang". Kali ini Ibu memeluk Rosa dan Rosa balas memeluk Ibu dengan erat.
__ADS_1
Sore itu Zein dan Rosa berangkat ke Jakarta menggunakan travel. Tak tahu alamat yang akan dituju. Yang jelas mereka akan mencari kost-kostan saat tiba di Jakarta nanti.
Tuhan memang selalu bersama orang-orang baik. Dan do'a orang teraniaya memang selalu di dengar. Sore itu tak butuh waktu lama, Rosa dan Zein menemukan tempat kost yang pas dengan keuangan Mereka. Kabar baiknya, pemilik kost-kostan yang masih melajang karena masih berusia 22 tahun itu memiliki kedai warung kopi yang membutuhkan pekerja karena merasa kewalahan dengan pelanggan yang semakin banyak.
Dialah Akbar Fahreza, pemilik kost-kostan sekaligus kedai kopi tempat Rosa dan Zein bekerja. Zein memang gadis pintar dan penuh akal. Berbekal ilmu tata boga yang ia miliki, Dia dapat membuat kedai kopi itu berubah jadi tempat nongkrong paling ramai karena menu makanan yang disajikan sangat bervariasi.
Zein yang cantik dan menarik ternyata diam-diam sudah membuat Akbar Fahreza jatuh cinta.
"Ayolah, Zein. Ini udah kali ke sepuluh Aku nembak Kamu. Masih mau nolak juga?" Sore itu Reza kembali mengutarakan perasaannya. Zein hanya tersenyum melihat bos nya itu merengek di hadapannya.
"Mas, Aku bukannya nggak suka sama Kamu. Tapi, kalau niatnya cuma buat pacaran doang Aku nggak mau Mas". Zein rupanya tidak bisa lagi menolak Reza untuk yang ke sebelas kalinya.
"Ok, besok Kita ke Bandung. Aku mau lamar Kamu. Terus secepatnya Kita menikah". Reza memeluk Zein yang kali ini juga balas memeluknya.
Sementara tidak jauh dari keberadaan Mereka ada sepasang mata yang sedang menangis melihat kebahagiaan mereka.
__ADS_1
"Loe emang selalu menang dari Gue, Zein. Dulu Rakha, sekarang Reza. Emang cewek kaya Gue nggak pantes ya dapet cowok ganteng dan baik?" Rosa, Dialah Rosa. Rosa yang terlalu berkiblat pada Rain sehingga dalam urusan lelakipun selalu harus sama dengan Zein.