
Akhirnya setelah dhuhur Ega dan Bibi pamit pulang. Sebenarnya Ega ingin sekali berlama-lama di rumah Rain namun melihat Rain yang terus menguap dan akhirnya tertidur di sofa ruang tamu membuat Ega memutuskan untuk pulang dan membiarkan Rain istirahat. Sepulang Ega dan Bibi, Ibu memapah Rain untuk pindah ke kamarnya. Jadilah Rain semakin tidur pulas ditambah dengan cuaca yang terus hujan. Rain tidur sampai pukul 19:00. Ibu sengaja tidak mengganggunya karena Rain memang sedang haid. Rain tidur melewatkan makan siangnya.
Rain mengerjap-ngerjap matanya, Dia duduk. Diraih ponsel di bawah bantalnya. Banyak panggilan masuk dan pesan dari Ega sedari tadi. Rain tersenyum senang. Ega banyak sekali mengiriminya pesan. Karena merasa bersalah, Rain memutuskan menghubungi Ega dengan video call. Satu kali berdering Ega langsung menjawab panggilannya. Ega nampak tersenyum, ah tampan sekali. Rain dengan muka bantalnya melambaikan tangan pada Ega.
"Kamu baru bangun?" Tanya Ega. Rain mengangguk.
"Masih pusing nggak?" Rain menggeleng.
"Kamu lagi apa?" kali ini Rain, suaranya yang serak karena bangun tidur terdengar seksi.
"Gue lagi kangen banget sama loe".
Rain tertawa, "baru juga tadi siang dari sini."
Ega ikut tertawa, katanya "besok Gue jemput ya? Gue udah izin koq sama calon mertua buat anter jemput anak gadisnya setiap hari."
Rain terbahak, "apa? calon mertua? kejauhan banget sih mikirnya."
Ega menjawab "Lo kan emang calon istri Gue."
Rain terlihat berfikir, "ini bercanda atau serius?"
__ADS_1
"Kapan Gue bercanda?" Ega memasang wajah serius.
"Gayanya bilang calon istri tapi manggil aja masih Lo Gue." Rain sedikit mengerucutkan bibirnya.
Ega tertawa, dia lupa Rain bukan seperti gadis-gadisnya yang lalu. "Oke deh, Aku minta maaf ya sayang."
Rain langsung merasakan kehangatan menjalar di hatinya dipanggil kamu dan apa tadi? Sayang?. Ingin sekali rasanya Rain loncat-loncat.
Ega tersenyum melihat ekpresi kekasihnya itu. "Ya, udah Aku mau makan dulu ya."Rain melambaikan tangannya.
"Iya, makan yang banyak ya sayang."Ega senang sekali membuat Rain melayang. Rain mengangguk, melambaikan tangannya lalu mematikan panggilannya. Jika malam kemarin dia merasa jadi manusia paling menyedihkan maka malam ini dia jadi manusia paling bahagia dan beruntung. Cintanya dibalas oleh Ega lebih dari yang dia bayangkan. Rain segera keluar kamar untuk makan malam.
******
Tak lama deru suara mobil Ega memasuki halaman rumahnya. Rain tersenyum bangkit dari duduknya. Rain segera naik ke dalam mobil. Selesai Rain memakai sabuk pengaman dan lagi-lagi menutupi bagian kakinya dengan kain. Kali ini Rain sengaja membawa kain. Dia akan selalu membawa kain itu di tasnya. Ega melajukan mobilnya membelah jalanan yang mulai padat.
"Kamu udah sarapan belum?" Rain melirik Ega sekilas, entahlah Rain masih merasakan jantungnya berdebar padahal Ega sudah menjadi pacarnya. Ega menangguk.
"Aku hari ini bawa bekal spesial, Aku lho yang masak." Mata Rain berbinar saat mengatakannya.
Ega tersenyum mengacak rambut Rain, "manis sekali sih pacar Aku ini."
__ADS_1
Ega membuat Rain tersipu. "Emangnya Aku gulali?" Rain mencebikkan bibirnya, pura-pura marah, Ega hanya tersenyum.
Mobil Ega mulai memasuki gerbang sekolah, Ega segera memarkirkan mobilnya. Saat hendak turun, Ega mencegah Rain.
"Sayang, jangan dulu turun. Kamu geser dikit duduknya!"
Rain menurut. Dengan cepat Ega duduk disamping Rain. Jadilah mereka duduk berdekatan sekali tanpa jarak. Ega dapat menghirup aroma tubuh Rain yang harum bayi itu dan Rain pun dengan leluasa menghirup aroma tubuh Ega yang disukainya bahkan sejak pertama kali bertemu.
Ega dapat mendengar debaran jantung Rain. Rain gugup sekali tubuhnya sedekat ini dengan Ega. "Rain, kita selfie yuk!" Ega mengeluarkan ponsel dari saku seragamnya.
Rain mengangguk merapikan rambutnya. Ega merangkul Rain, menarik bahu Rain agar bersandar di bahunya. Rain menurut saja. Setelah mengambil beberapa pose mereka menyudahi acara selfie nya. Ega tersenyum puas. Rain memang sangat cantik.
"Ayo turun, Ga!"
Namun, lagi-lagi Ega menahan Rain.
"Sebentar lagi, ya sayang". Rain kembali dibuat gugup, jantungnya yang berdebar kencang didengar Ega. Fix, mulai hari ini suara debaran jantung Rain lebih indah dari alunan musik manapun. Ega menggenggam tangan Rain
"Ega, inget kata Ibu ya!" Rain takut khilaf. Ega tertawa dia menyentil dahi Rain pelan, melepaskan kembali genggamannya.
Tiba-tiba seseorang mengetuk kaca mobil dari luar. Rain kaget, dia takut sekali. Tapi Ega bersikap santai. Ega membuka pintu mobil. Sedikit terperangah melihat siapa yang berdiri di sana.
__ADS_1
Siapa yaaa? Simak terus yaa