Suamiku, Kekasihku (Revisi)

Suamiku, Kekasihku (Revisi)
Panggil, Abbi


__ADS_3

Rain masih mengenakan sepatu saat Ega datang menjemputnya. Ega turun dari mobilnya.


"Lagi pake sepatu aja cantik banget." Seru Ega berdiri mengamati Rain menalikan sepatunya.


"Kamu bikin kaget." Rain mendengus kesal lalu berjalan melewati Ega.


"Gitu aja marah," dengan sengaja Ega mendahului langkah Rain. Ega segera melajukan mobilnya setelah Rain selesai dengan ritualnya.


"Yang, hari ini Papa mau dateng lho ke sekolah. Aku nanti mau bicarain soal lamaran." Kata Ega membuka pembicaraan.


"Aku sebenarnya masih malu sama Pak Rakha soal kejadian di resepsinya." Seru Rain memasang wajah cemas.


"Udahlah, Papa juga nggak bakal bahas." Ega menenangkan Rain.


"Segitu yakinnya Kamu nikahin Aku?" Tanya Rain serius.


"Yakin dong!" Seru Ega tersenyum lebar.


"


Kenapa secepat ini?" Rain masih serius.


"Kalau udah dapet berlian kenapa nggak diambil aja, sih? Aku nggak mau keduluin orang lain!" Jawab Ega tak kalah serius. Blush! Pipi Rain langsung memerah.


"Aku nggak se spesial itu deh." Rain merendah


"Iya, nggak spesial tapi spesial ba-nget." Jawab Ega penuh penekanan. Rain rasanya sudah melayang-layang.


"Kamu terlalu memuji." Ucap Rain menunduk.

__ADS_1


"Keindahan Allah itu harus dipuji, kalau dicela sama aja menghina Allah." Jawab Ega mendekatkan kepalanya saat bicara seperti itu. Rain lagi-lagi tidak bisa menyembunyikan debaran jantungnya.


"Udah jangan gugup, Aku ini calon suami kamu. Masih


aja deg-degan gitu." Ega senang sekali menggoda Rain.


"Tarik nafas, trus bilang apa yang ada di hati Kamu!" Ega mengelus sayang rambut Rain. Rain mengatur nafasnya, memejamkan matanya dan katanya


"Aku sayang Kamu, Ragga Hadiwijaya." Tanpa menoleh


"Oh ya, Aku enggak sayang tuh!" Seru Ega.


"Egaaa...." Rain merajuk kesal.


"Aku nggak sayang, tapi sayang banget banget banget." Jawab Ega lagi-lagi mendekatkan kepalanya.


"Ega iiihhh!" Rain memukul bahu Ega keras. Ega tertawa melihat tampang Rain yang lucu sekali. Wajahnya meras tersenyum tipis.


"Jangan ditutup, Aku mau liat senyum bahagia itu kaya gimana sih." Ega menarik tangan Rain lembut sehingga teelihatlah senyum manis itu.


"Iiih Egaaaa!" Rain benar-benar kehilangan kata.


"Kamu tuh. Ega. Ega. Ega aja manggilnya. Nggak sopan sama calon suami juga" Seru Ega bersungut-sungut.


"Ya terus Aku harus panggil apa? Aa? kaya Bibi aja!" Jawab Rain polos.


"Panggil Abbi, iya Abbi. Kan Aku calon Abbi dari anak-anak Kamu!" Ega sengaja sekali pagi itu menggoda Rain. Rain tambah memerah mukanya.


"Ayo, coba panggil Abbi atau cukup Bi aja!"

__ADS_1


"Nanti dikira Aku manggil Bibi" Jawab Rain tertawa.


"Atau Aa aja?" Tanya Ega. Kini mereka sudah sampai di gerbang sekolah.


"Hmmm Abbi aja deh." Jawab Rain setelah berpikir sejenak.


"Ayo coba panggil!" Seru Ega saat menghentikan mobilnya.


"Abbi, bi" Ucap Rain menahan tawa dengan menutup mulutnya.


"Yang mesra dong panggilnya." Ega protes


"Bi, Kamu mau makan dulu atau mandi dulu." Rain mencoba serius. Kali ini Ega yang menahan tawanya tapi segera menjawab.


"Abbi pengen cium Ummah dulu."


"Iih Kamu tuh selalu ke situ deh bicaranya!" Rain memukul bahu Ega keras.


"Becanda Yang." Kata Ega mengusap-usap bahunya sendiri.


"Coba panggil lagi!"


"Bi, Aku sayang Kamu." Kali ini Rain serius perkataan itu keluar dari hatinya.


"Aku juga, sayang banget sama Kamu." Jawab Ega dengan serius dan tersenyum tipis.


Senyum yang membuat Rain jatuh cinta padanya saat pandangan pertama. Untuk sesaat mereka saling pandang, saling memuji dalam hati 'Rain, maaf kesan pertama ku sangatlah buruk. Tapi ternyata Aku sekarang justru jatuh cinta sedalam-dalamnya sama Kamu. Kamu tak hanya memiliki wajah cantik tapi juga baik dan sederhana meskipun terkadang keras kepala tapi seperti kata Kamu, no body's perfect. Dan bersamamu semua jadi terasa sempurna'


'Ega, nggak ada lagi kata selain bahagia buat ngegambarin perasaan Aku sekarang. Aku tahu Aku terkadang keras tapi Aku janji setelah jadi istri Kamu, Aku akan jadi yang terbaik. Aku akan buat kita sama-sama jatuh cinta setiap hari'

__ADS_1


Namun, tiba-tiba saja pintu mobil diketuk dari luar oleh seseorang dan membuat lamunan keduanya buyar.


__ADS_2