
Rain tiba di rumah saat dhuhur, tidak terlihat mobil Ega di sana. Rain masuk rumah setelah mengucap salam, namun tidak menemukan keberadaan Bibi. Rain segera masuk ke kamarnya lalu bergegas membersihkan diri dan melaksanakan sholat.
Selesai di kamar Rain keluar tanpa melepas hijabnya hanya menggantinya dengan kerudung instan berwarna mocca.
Bibi sedang serius mengupas buah pear di meja makan, cuaca panas hari ini membuatnya merasa haus.
"Bi, Mas belum pulang?" Tanya Rain membuat Bibi sedikit kaget.
"Eeh Neng, Aa kan kerja. Katanya pulangnya malem. Katanya juga nggak usah masak nanti mau makan di kantor" Jawab Bibi memasukkan pear ke dalam mulutnya.
"Bi, Rain mau buat salad buah. Mas pasti suka. Nanti kalau Mas pulang, Bibi kasih ya" Kata Rain seraya mengeluarkan beberapa macam buah dari dalam kulkas dan mulai mencuci, memotong lalu menyiraminya dengan mayo, yogurt, susu dan parutan keju di atasnya. Setelah selesai rain memasukkannya ke dalam kulkas.
Dari luar terdengar seseorang yang suaranya tidak asing mengucap salam. Bibi segera membuka pintu dan berteriak
"Neng Ibuuu"
Ya, yang bertamu adalah Ibu. Rain langsung menghampiri dan membawa Ibu ke dalam duduk di kursi ruang tamu.
"Ibu, Aku kangen banget tau" Kata Rain bergelayut manja di lengan Ibunya. Ibu tertawa seraya mengusap sayang kepala Rain.
"Baru beberapa hari lalu ketemu"
"Udah punya suami masih manja sama Ibu" Goda Bibi pada Rain.
__ADS_1
"Gimana, Bi. Dia manja nggak?" Tanya Ibu pada Bibi sambil menunjuk Rain dengan dagunya.
"Enggak, malah selalu meringankan kerjaan Bibi" Jawab Bibi justru merasa sedih dengan nasib Rain sekarang.
"Bibi ke belakang dulu, ya" Bibi segera berlari-lari kecil karena tangisnya sudah tidak bisa ditahan.
Rain menyandarkan kepalanya di bahu Ibu dan berkata
"Bu, Ibu dulu sebenarnya pernah kenal nggak sih sama Papa Rakha. Ibu kan orang Bandung?" Entah mengapa tiba-tiba Rain bertanya seperti itu.
Deg.
Ibu kaget ditanyai seperti itu. Haruskah Ibu menjelaskan semuanya dan artinya Rain dan Ega akan memandang buruk pada Pak Rakha. Ibu yang mengetahui Ega memang membenci Pak Rakha tidak ingin semakin membuat Ega kecewa dengan kenyataan Pak Rakha di masa lalu. Walaupun sebenarnya, Ibu juga penasaran dengan apa yang terjadi pada Rosa, Mama Ega.
"Kirain kenal" Rain tertawa kecil
'kenapa Ibu bohong? atau jangan-jangan perkataan Pak Rakha memang benar? Dan Ibu sengaja menutupi agar Rain tidak kecewa'. batin Rain saling bersahutan.
"Kamu kenapa bertanya seperti itu?" Tanya Ibu. Kali ini Rain yang merasa bingung menjawab.
"Nggak apa-apa. Penasaran aja" jawab Rain tetap bersandar di bahu Ibu.
"Apa Mas mu memperlakukanmu dengan baik?" Tanya Ibu dan berkata lagi seperti mengingat sesuatu
__ADS_1
"Oh, iya ke mana Mas mu?
"Mas ke kantor, Bu. Kasian Dia sibuk terus Aku sampe dianggurin" Jawab Rain dengan tertawa kecil dan lega akhirnya tidak harus menjawab pertanyaan Ibu sebelumnya.
Setelah shalat ashar Ibu pamit pulang. Rain merasa hampa saat taksi online yang Ibu tumpangi keluar dari pekarangan rumah mewah Ega.
'Ibu kenapa bohong?'
'Rain harus gimana untuk mempertahankan pernikahan ini?'
Sementara di dalam perjalanan Ibu pun merasa bersalah telah berbohong
'Maafkan Ibu nak, Ibu hanya nggak mau Ega tambah kesal dengan Papanya dan Ibu juga nggak mau Kamu kecewa dan terluka mengetahui Ibu Ega itu sebenarnya siapa'
****
Malam itu dibalik pintu kamarnya Rain mengintip ke arah Ega yang sedang duduk manis sambil menikmati salad buah buatannya.
"Mas, andai senyummu itu untukku. Bahkan sekarang Aku udah nggak bisa mandangin wajah Kamu saat tidur. Aku juga nggak bisa buat cium Kamu lagi". Kata Rain bicara sendiri sambil terus mengintip.
Ega sebenarnya sudah tahu kelakuan Rain yang selalu memandangi wajahnya bahkan menciumnya karena pada saat Rain melakukannya Ega hanya pura-pura tidur. Maka dengan sangat jahat Dia tega mengusir Rain dari kamarnya.
Guys, setelah kubaca ulang dari eps. 1 ternyata Aku banyak melakukan kesalahan ya. Aku typo bahkan salah menempatkan nama mereka dan kadang terbalik. Maaf ya, dukung terus ya. Aku up setiap hari nih 😊
__ADS_1