
Rahang Ega mengeras, giginya gemelutuk menahan amarah. Bagaimana mungkin Dia terkecoh dengan cerita bohong dari Papanya yang memang tidak pernah bisa dipercaya itu. Rain yang menyadari suaminya terluka mendengar kenyataan itu dengan lembut mengusap punggung tangan suaminya yang sedari tadi terus menggenggamnya.
"Masih sanggup Mas?" Rain berusaha memberikan kekuatan pada suaminya. Pak Riko yang melihat adegan suami istri itu hanya tersenyum. Bagai melihat Rakha dan Zein di masa lalu.
Ibu mengambil alih cerita.
🍃🍃🍃
Setelah lama menunggu hadirnya seorang anak, akhirnya Zein dinyatakan positif hamil. Seperti sudah diatur, Zein dan Reza yang hari itu memeriksa kandungan ke rumah sakit berpapasan dengan Rosa yang tengah sekarat dibawa ke ruang UGD.
Bahagia rasanya Zein bisa kembali bertemu dengan Rosa walaupun dalam keadaan tidak mengenakan. Menurut dokter, Zein melakukan percobaan bunuh diri. Beruntung nyawanya bisa diselamatkan. Selama di rawat Rakha tidak pernah mengunjungi Rosa. Bahkan lewat pengacaranya Rakha menceraikan Rosa dan memberikan surat cerai mereka saat keadaan Rosa masih lemah. Zein dan Reza selalu datang menemani Rosa sampai Rosa dinyatakan sembuh. Zein membawa Rosa kembali ke rumahnya namun dengan keadaan Rosa yang mengalami trauma berat. Hingga pada suatu pagi di bulan Desember tepat saat kehamilan Zein berusia 9 bulan Rosa mengatakan sesuatu yang membuat Zein merasa jadi penyebab kehancuran Rosa.
"Zein, Loe tahu? Gue selalu iri sama Loe. Loe punya Ibu yang sayang banget sama Loe. Loe selalu bisa merebut perhatian cowok yang Gue suka. Riko, Rakha bahka Reza. Hidup Loe bahagia kan Zein? Gimana sih Zein rasanya hidup bahagia?"
__ADS_1
Zein merasakan tubuhnya mengerdil saat itu juga. Bagaimana bisa Rosa berpikiran seperti itu?
"Maksud Loe apa Rosa?".
"Gue pengen bahagia Zein. Pengen rasanya Gue ngerasain jadi istri Reza. Yang manis dan selalu perhatian sama Loe". Rosa menyiratkan luka yang dalam lewat matanya.
"Bisakah Loe lepasin Reza buat Gue? Loe masih punya mang Asep dan anak yang lagi Loe kandung. Sedangkan Gue?".
🍂🍂🍂
Rain menguraikan genggaman tangannya dari Ega. Rain menjauhkan tubuhnya dari Ega. Hatinya hancur setelah tahu kenyataan yang sesungguhnya. Lihat! Bukan Zein wanita perebut suami orang itu. Rain berdiri dengan langkah terseok-seok menghamipiri Ibu yang sedang dipeluk oleh Bibi.
"Bu, Rain mau pulang. Rain nggak mau lagi tinggal di sini. Bawa Rain pulang, Bu". Suara Rain bagai bom yang meledak di telinga Ega. Dia sakit mendengarnya. Hatinya hancur berkeping-keping. Inikah hukuman untuk Ega yang pernah menyakiti istrinya?
__ADS_1
Ega beranjak mendekati Rain. Bersimpuh di hadapan Rain, Ibu dan juga Bibi.
"Maaf, maaf, maaf. Jangan tinggalin Aku sayang. Aku nggak bisa. Bu jangan bawa pulang Rain. Bu biarkan Ega memperbaiki kesalahan Ega". Ega terus berusaha menggapai tangan Rain namun Rain seolah tak mau disentuh oleh suaminya sendiri. Rain terus menepis tangan Ega.
"Apa yang Kamu lakukan pada putriku sehingga membuatnya ingin pulang denganku?" Suara Ibu menggelegar di ruangan itu. Riko sendiri tidak menyangka wanita yang tetap cantik di usianya yang tak lagi remaja bisa semarah itu.
Dengan terbata-bata Ega menjelaskan semuanya mulai dari cerita bohong Papanya yang Dia percaya. Lalu bagaimana sikapnya terhadap Rain selama beberapa bulan ini. Semuanya Ega ceritakan tanpa ada yang terlewat satupun.
"Biarkan Rain pulang denganku. Kau tahu, selama hidupnya belum pernah sekalipun Aku membentaknya. Belum pernah sekalipun tangan ini menjatuhkannya. Berani sekali Kamu lakukan itu pada putriku. Aku jaga dia dengan seluruh nyawaku. Aku tidak menerima alasan apapun".
Plak
Ibu menampar Ega dengan sangat keras. Pelukan Rain melemah, penglihatannya kabur. Badannya ambruk ke lantai. Rain pingsan.
__ADS_1