Teman Gadis Kecilku

Teman Gadis Kecilku
10. Perasaan Yang Sama?


__ADS_3

Hari berlalu dengan cepat, Bian terlihat kelelahan seharian ini di kantor. Sekembalinya ia dari kanada tak ada kata istirahat barang sehari pun untuknya, ia sudah di penuhi dengan kesibukan tanpa celah.


"Capek.." Keluhnya melonggarkan dasinya dan berbaring di atas ranjangnya.


Menatap langit-langit kamarnya dengan ekspresi kelelahan seolah separuh nyawanya telah hilang. Ia bangkit dari ranjangnya dengan sisa kekuatanya untuk menuju ke kamar mandi.


Klang .... sebuah benda jatuh dengan suara nyaring ketika ia melepas jas dari tubuhnya.Membuatnya menghentikan laju kakinya, lalu mencari sumber suara tersebut.


Sorot matanya menangkap sebuah kalung yang terjatuh pada kolong tempat tidurnya. Tak banyak kata yang terucap darinya, karena ia langsung menaruh kalung itu di atas meja, dan berlalu begitu saja ke kamar mandi.


...


Panggilan telfon dari Adel sesaat setelah ia keluar dari kamar mandi, membuat Bian sedikit bersembangat dan sejenak melepas lelahnya.


Setelah itu, ia bersiap untuk pergi dari apartemenya untuk menemui Adel.


"Bi, kamu kenapa?" Tanya Adel yang melihat ekspresi tak semangat Bian.


"Ah.. aku gapapa kok, cuma sedikit kecapean saja." Balasnya dengan memaksa senyum.


"Jangan terlalu keras sama diri kamu sendiri, untung aku ajak kamu kesini."


"Iya, kebetulan aku juga belum makan malam, tapi tumben cuma kita berdua, kamu tidak mengajak Adnan?" Kata Bian mencari sosok Adnan.

__ADS_1


"Aku sengaja tidak mengajak dia, karena aku maunya makan berdua sama kamu." Balas Adel.


Bian agak tersentak mendengarnya. "Ehem.. benarkah? kalau gitu aku senang mendengarnya." Balas Bian yang tak bisa menyembunyikan rasa senangnya.


Setelah itu hening tiba-tiba menghampiri mereka.


"Oh iya Bi, selama di kanada kamu ngapain aja?" Tanya Adel memecah keheningan.


"Aku? yah.. belajar bisnis sama paman dan belajar banyak hal disana, kenapa gitu?"


"Selama kamu di kanada kita gak pernah bertemu meski cuma sekali pun, meski komunikasi kita lancar sih. Tapi.. terkadang seperti ada yang hilang tau gak, yah.. meski aku tau kamu disana buat mengejar karirmu."


Bian tak langsung menjawab keluhan Adel, ia seolah kehabisan kata untuk menjawabnya.


"Del, kamu kan tau kalau.."


"Aku minta maaf ya, mulai detik ini aku tidak akan pergi lagi dari sisi kamu." Ucap Bian kemudian.


"Em.. tapi kamu kan mau pergi ke jogja sebentar lagi." Cemberut Adel.


"Iya sih, tapi kan tidak akan makan waktu lama seperti di kanada, kenapa? kamu takut aku di ambil orang ya?" Canda Bian. "Kalau tidak mau diambil orang, terima aku dong?" Canda Bian lagi.


Adel terdiam sejenak mendengar ucapan itu. Ia tersenyum canggung menatap Bian.

__ADS_1


"Ish nyebelin, aku serius tau." Cubit Adel pada lengan Bian dengan ekspresi canggung.


"Padahal aku serius, yaudalah kita makan aja, laper soalnya." Lanjut Bian memecah kecanggungan sambil tersenyum di wajahnya.


Adel hanya bisa tersenyum simpul dan kembali menyantap makanannya dengan canggung.


...


Di tempat kenangan mereka bertiga, Bian, Adel dan Adnan akhirnya bisa mendatangi tempat masa kecil mereka yang tak lain adalah taman dekat rumah mereka.


"Wah akhirnya aku bisa lihat tempat ini lagi." Teriak Adel dengan semangat.


"Kamu segitu senangnya ya dateng ke tempat ini." Seru Bian.


"Iya dong, ini kan tempat yang penuh kenangan." Kata Adel dengan senyum ceria.


"Dia terlihat senang, jadi biarkan saja." Saut Adnan terlihat ikut bahagia melihat keceriaan Adel.


"Iya sih, tapi ternyata tempat ini banyak yang berubah ya? dulu disana sepertinya gak ada bunga semacam itu deh?"


"Iya kamu benar, dulu itu tempat apa ya?"


"Aku juga gak tau, aku lupa soalnya sudah lama tidak kesini."

__ADS_1


Bian dan Adnan hanya jadi penonton untuk Adel yang terlihat begitu menikmati bunga-bunga taman, yang beberapa kali mengambil foto didepan bunganya.


"Tunggu, itu kalung milik Adel bukan?" Ucap Bian tiba-tiba pada Adnan. "Kenapa kalung Adel bisa kamu pakai?" Ucapnya lagi, begitu tak sengaja melihat kalung gembok yang sama seperti milik Adel, tergantung dileher Adnan saat ini.


__ADS_2