Teman Gadis Kecilku

Teman Gadis Kecilku
112. Sesuatu Yang Menanti


__ADS_3

Setelah saling memastikan diri pada perasaan satu sama lain, namun kini keduanya harus berpisah sejenak karena Bian yang harus kembali lagi ke kantor pusat karena tugasnya yang belum selesai. Momen terakhir yang terjadi di depan kosan adalah yang terakhir kali bagi Bian dan Kinan untuk saling bertemu, terlebih setelah hubungan keduanya yang akhirnya bersatu.


Ketika pagi hari telah menyambut keduanya , Kinan dan Bian dihadapkan pada situasi yang berbeda. Kinan yang kembali masuk kerja seperti biasanya, mendapati Bian yang telah pergi dan meninggalkan ruangannya yang kini kembali kosong.


Kekosongan itu agaknya begitu dirasakan oleh Kinan, ia yang sejak semalam tidak bisa tidur karena terus memikirkan pengakuan cintanya pada Bian dan pada status hubungannya bersama Bian yang kini telah berubah menjadi sepasang kekasih. Perbedaan yang cukup terasa itu ia rasakan begitu masuk kerja dan tidak melihat keberadaan Bian yang kemarin malam baru saja bertemu dengannya.


"Padahal ini bukan yang pertama kalinya." Batinnya pada kepergian Bian.


Seperti ada yang kosong ketika tidak melihat wajahnya, meski kepergian Bian bukanlah yang pertama kalinya ia rasakan, namun entah mengapa perasaanya menjadi begitu aneh, terlebih setelah hubungannya dengan Bian yang saat ini telah resmi bersatu.


Perasaan apa ya ini? Kenapa aku ingin melihat wajahnya lagi?


Meski ia masih tidak percaya pada kenyatakan akan dirinya yang saat ini telah menjalin hubungan bersama Bian, namun Kinan yang masih setengah tidak percaya, mencoba untuk mengontrol dirinya sendiri, agar terlihat tak berlebihan dalam mengekspresikan perasaan yang sejatinya baru pertama kalinya ia rasakan itu.


Aku merasa bahagia, namun juga sedikit bingung dalam mengekspresikannya.


Ini merupakan hal yang baru bagi dirinya, bisa menjalin hubungan bersama seorang laki-laki yang ia suka adalah hal yang tak pernah ada dalam bayanganya, karena masalah percintaan tidak pernah terlintas sekalipun dalam pikiran Kinan yang selama ini hanya memilih fokus untuk bekerja.


"Aku tidak pernah jatuh cinta atau pacaran sebelumnya, karena itu aku sedikit bingung sekarang. Terlebih alasanku membuang pikiran tentang cinta, karena tidak yakin dan percaya diri bisa menemukan sosok yang aku inginkan."


Meski bersikap tenang seperti biasanya, namun ekspresinya jelas tidak bisa membohongi dirinya sendiri yang kini berada dalam situasi yang begitu mendebarkan hati dan perasaannya.


Melihat ia masih tidak bisa mengkondisikan hatinya setelah mengungkapkan perasaanya di depan Bian, juga dengan dirinya yang saat ini sudah menjalin kasih dengan Bian, membuatnya terus merasa berada dalam situasi yang membingungkan, terlebih sesuatu yang akan menanti dirinya kedepan begitu hubungannya bersama Bian diketahui oleh orang lain.


"Beliau tidak meminta hubungan ini untuk disembunyikan, tapi.. sepertinya memang tidak perlu dipublikasikan." Ucapnya yang sedikit khawatir setelah ia yang kini sudah terlanjur menjalin hubungan dengan Bian.

__ADS_1


....


Di tempat yang berbeda, Bian yang sudah sampai di apartemennya kembali, tak bisa menyembunyikan rasa senangnya setelah kembali dari jogja. Mimik wajahnya selalu menyunggingkan senyuman, seolah ada hal yang memang harus ia berikan senyuman.


"Ada yang buat kamu senang ya, Bi? Sampe senyum-senyum gitu?" Adel yang kebetulan sedang bersamanya merasa aneh ketika melihat Bian yang tak berhenti menyunggingkan senyuman. Bersama Adnan disampingnya, Adel menatap bingung ke arah Bian.


Bian tersadar dari lamunanya begitu Adel menegurnya, ia pun beralih menatap ke arah Adel dan juga Adnan. Mimik wajahnya seketika berubah dengan cepat saat menatap kedua sahabatnya.


"Sorry, tadi kamu bilang apa?" Balas Bian yang kembali menanyakan pada Adel karena sedikit tidak kedengaran.


Adel sempat terdiam melihat tingkah Bian yang hari ini sedikit berbeda. "Kamu nggak biasanya lho seperti ini? Apa ada sesuatu yang bikin kamu sampai nggak fokus, hingga berekspresi seperti ini?" Ucap Adel menatap Bian dengan menuntut jawaban.


"Berekspresi seperti ini gimana maksud kamu? Perasaan aku biasa aja deh?" Tanya Bian balik yang merasa tidak ada yang aneh dengan dirinya.


"Sedikit." Jawab Adnan dengan singkat setelah sempat ragu untuk mengatakannya.


"Tuh, kan bener, ada yang aneh sama kamu, Bi." Ujar Adel yang begitu yakin ada sesuatu pada Bian.


"Kalian berdua terlalu lebay deh, orang aku nggak ada apa-apa." Balas Bian pada dua sahabatnya sambil mencoba mengambil minuman yang ada di atas meja.


"Lagian memangnya ekspresi apa yang aku buat sampai kamu heboh seperti ini?" Ucapnya lagi yang mengarah pada Adel.


"Itu yang aku ingin tau." Ucap Adel.


Bian terdiam sejenak, mencoba mencari alasan yang tepat untuk menjawab rasa penarasan Adel.

__ADS_1


"Em.. yah begitulah, hari ini memang aku sedikit merasa bahagia saja.." Ujar Bian yang kembali memberikan senyum manisnya ketika menatap ke arah Adel.


Di samping itu, Adel yang mendengar jawaban Bian seketika merasa aneh ketika melihat Bian membuat ekspresi seperti ini, sesuatu yang tak pernah ia lihat sebelumnya.


"Merasa bahagia? Apa itu yang membuat kamu bahagia hingga terus melamun seperti ini?" Tanya Adel.


"Oh, jadi aku melamun ya? Maaf ya, mungkin ini karena aku terlalu bahagia saja." Bian lagi-lagi membalasnya dengan senyuman. Ekspresinya terlihat jelas sedang menunjukkan rasa bahagia.


Adel kembali terpaku pada sikap Bian yang dirasa sedikit berbeda, dan entah mengapa perasaanya tiba-tiba saja merasa aneh, seperti ada yang mengganjal. Tak hanya dirinya yang merasa aneh, Adnan yang sedari tadi hanya diam, juga memandang aneh pada sikap Bian hari ini.


"Apa sih yang buat kamu bahagia itu?" Adel yang masih penasaran, bertanya kembali pada Bian.


"Ada lha.." Dengan sejenak menjeda kalimatnya, Bian kembali tersenyum ketika mengingat sosok Kinan. "Sesuatu yang aku sendiri tidak tau harus menjelaskannya gimana pada kalian." Lanjutnya menatap pada dua sahabatnya.


Baik, Adel maupun Adnan menatap bingung pada penjelasan Bian. Keduanya terlihat saling bertanya-tanya pada kalimat ambigu yang dilontarkan oleh Bian, hingga menciptakan suasana yang tiba-tiba hening.


"Semalam aku sempat ke apartemenmu, tapi sepertinya kamu tidak ada di dalam, kamu juga nggak angkat telfon dariku saat itu, jadi aku langsung pergi begitu saja. Apa ada sesuatu saat itu? Dan sesuatu itu apa ada hubungannya dengan perasaanmu saat ini?" Kata Adnan memberikan suaranya yang sedari tadi banyak diam.


"Oh ya? Wah sorry deh, aku belum check handfoneku soalnya, dan sebenarnya juga aku baru sampai disini." Balas Bian.


"Baru sampai disini? Maksudnya kamu habis pergi dan baru sampai di apartemen kamu gitu?" Adel ikut memberikan komentarnya.


"Yap, sebenarnya aku baru saja kembali dari jogja."


"...."

__ADS_1


__ADS_2