
Melihat Kinan berdiri dengan ekspresinya yang terlihat panik, membuat Bayu ikut berdiri dan menatap ke arah pandangan Kinan. Merasa tak kenal, Bayu hanya bisa menatap bingung pada sosok Bian yang terlihat tak asing baginya.
"Apa saya mengganggu kalian berdua? Maaf, jika saya tiba-tiba datang begini." Ucap Bian menghampiri Kinan dan Bayu yang lagi mengobrol.
"Ah, enggak kok pak, maksud saya kak Bian. Kami juga baru saja bertemu dan mengobrol, tapi kakak kok bisa ada disini, ya?" Ucap Kinan sedikit terkejut dengan kehadiran Bian yang tiba-tiba.
Bian tak langsung menjawab, ia tampak menatap Kinan dan Bayu secara bergantian. "Aku tadi mengikutimu." Jawabnya kemudian.
Mendengar itu tentu saja membuat Kinan terkejut, karena tak menyangka jika Bian akan mengikutinyaa seperti ini, terlebih dia tadi tak menyadari keberadaanya. Rasa terkejut juga dirasakan oleh Bayu, melihat kedekatan Kinan dengan seorang laki-laki yang ada di depanya membuatnya hanya bisa diam mengamati keduanya. Ekspresinya terlihat bertanya-tanya pada sosoknya yang tengah mengobrol dengan Kinan, terlebih ia tak begitu mengenalnya.
"Dia siapa? Kamu kenal? Ucapnya bertanya pada Kinan.
"Ah, iya aku lupa, kenalkan mas, beliau ini a..."
"Salam kenal, saya pacar Kinan." Bian mengulurkan tanganya segera pada Bayu dan memotong ucapan Kinan yang hendak memberitahukan identitasnya pada Bayu.
Bayu sontak terkejut mendengar perkataan Bian, hingga membuatnya terdiam dan tak langsung menyambut tangan Bian yang telah ia ulurkan padanya. Tak hanya ia gang terkejut, mata Kinan pun seketika membulat begitu Bian memperkenalkan dirinya sebagai pacarnya di depan Bayu secara langsung.
"Saya Bayu, teman dari Kinan yang sudah ku anggap seperti keluargaku sendiri." Jawab Bayu yang kemudian menyambut uluran tangan Bian.
Entah mengapa suasana seketika menjadi dingin di antara keduanya. Membuat Kinan yang ada di tengah-tengah keduanya merasakan hawa yang tak nyaman.
"Bagaimana kalau kita duduk, mungkin kita bisa melanjutkan perkenalannya sembari duduk." Ucap Kinan pada Bian dan juga Bayu yang tampak saling berpandangan dalam diam.
Ia juga merasa tak nyaman dan sedikit tak enak pada pengunjung lain yang melihat ke arah tempatnya berada.
Ketiganya pun akhirnya duduk, dengan Kinan yang berada di tengah-tengah dua pria yang sekarang memperlihatkan ekspresi yang sama-sama tak nyaman satu sama lain.
"Kak Bian apa juga mau Kinan pesankan minuman?" Tanya Kinan menawarkan minuman pada Bian, sekaligus mencoba mencairkan suasana.
__ADS_1
"Boleh, samakan dengan punyamu saja." Jawabnya.
"Baiklah, kalau begitu Kinan pergi pesan minuman dulu ya, mas." Ucap Kinan pada Bayu.
"Ok." Balas Bayu memberikan senyum tipisnya.
Kinan pun akhirnya pergi dan meninggalkan Bian dan Bayu yang tampak tak nyaman satu sama lain. Tak ada obrolan dari keduanya sampai beberapa menit, hingga menciptakan suasana yang sunyi dan juga canggung.
"Anda bilang kalau anda pacarnya Kinan, kan? Apa yang saya dengar tadi benar, soalnya saya tadi sedikit tidak dengar karena suasana terlalu ramai." Bayu akhirnya membuka obrolannya dengan Bian.
"Iya, benar, anda tidak salah dengar soal itu." Jawab Bian.
"Begitu ya." Ujar Bayu langsung diam dan tak bertanya kembali.
"Kenapa, apa anda tidak senang melihat teman dekat anda punya pacar?" Tanya Bian ketika melihat Bayu yang langsung terdiam.
"Ah, bukan. Mungkin ini pertama kalinya Kinan memperkenalkan pacarnya, membuat saya sedikit terkejut." Jawab Bayu.
"Aku tidak merasa keberatan, kalau memang hal itu bisa membuat Kinan bahagia, akan kudukung sepenuhnya."
Suasana pun kembali sunyi, menyambut kembali suasana yang canggung dan juga dingin.
"Tapi, apa kita pernah bertemu sebelumnya, ya? Karena entah mengapa saya merasa familiar melihat anda." Ucap Bayu yang merasa tak asing dengan wajah Bian, seperti pernah bertemu sebelumnya.
"Entahlah, karena aku tak merasa kalau kita pernah bertemu sebelumnya." Jawab Bian dengan dingin.
Bayu meraskan tatapan tak suka yang diperlihatkan oleh Bian padanya. Hal itu membuatnya sedikit terkejut, mengingat ia tak pernah merasa ada problem dengan Bian sebelumnya.
....
__ADS_1
Tak berselang lama, Kinan datang bersama minuman yang ia pesankan untuk Bian. Kehadiranya mampu mencairkan suasana yang cukup canggung antara Bian dan juga Bayu.
"Maaf, kalau agak lama, soalnya tadi mesin kopinya sedikit macet. Tapi, kak Bian dan mas Bayu tidak ada masalah kan selama Kinan tinggal?" Ucap Kinan menghampiri Bian dan juga Bayu.
"Tidak."
"Enggak."
Keduanya menjawab secara bersamaan, membuat keduanya saling melirik satu sama lain dan Kinan yang sedikit terkejut karena jawaban keduanya.
"Kamu memanggil mas Bayu karena apa, ya? Bukan untuk mengobrol dan meminum kopi saja, kan?" Tanya Bayu memilih berbicara soal alasan mereka bertemu hari ini.
Kinan melirik ke arah Bian, yang kemudian beralih menatap ke arah Bayu.
"Iya mas, sebenarnya memang ada yang ingin Kinan katakan sama mas Bayu." Ucapnya kemudian sedikit ragu dan cukup hati-hati, mengingat Bian ada disampingnya.
Merasa tak di undang dalam obrolan antara Kinan dan Bayu, Bian yang seharusnya tak berada di tengah-tengah mereka, merasakan perasaan yang sedikit tak suka, ekspresinya tampak membenci kedekatan keduanya.
"Sebenarnya Kinan ingin menceritakan soal hubungan Kinan dan kak Bian. Karena mas Bayu sudah seperti kakak Kinan sendiri, karena itu Kinan ingin menceritakanya pada mas Bayu. Kinan hanya ingin berbagi kebahagiaan pada mas Bayu yang sudah seperti keluarga bagi Kinan. "Ujar Kinan akhirnya.
"Begitu ya, mas sih senang mendengarnya, asal hal itu bisa membuat kamu bahagia, mas Bayu akan mendukungnya." Balas Bayu.
"Terimakasih, ya mas. Kinan selalu merasa bahagia selama tinggal disini, karena mas Bayu dan keluarga menyambut Kinan dengan baik. Membuat Kinan akhirnya bisa merasakan arti sebuah keluarga sesungguhnya" Ucap Kinan merasa bersyukur bertemu dan mengenal Bayu.
"Iya, mas Bayu juga merasa bahagia bisa mengenalmu. Meski sekarang sudah tidak ada lagi orang tua mas Bayu, kamu tetap keluarga bagi kami."
Bian hanya diam mendengarkan obrolan keduanya yang cukup serius, meski semula ia tampak tak merasa senang, namun kini ia sedikit merasa lega ketika mendengar obrolan keduanya.
"Saya memang tidak mengenal anda secara personal, namun karena anda pacar dari Kinan, saya harap anda tidak membuatnya sedih atau melukai perasaanya. Ini mungkin pesan dari saya yang sudah seperti kakak bagi Kinan, pada anda yang merupakan pacar dari Kinan." Ujar Bayu sedikit memberi pesan untuk Bian.
__ADS_1
"Baiklah, akan saya ingat dan lakukan pesan dari anda, yang sudah seperti keluarga bagi Kinan." Balas Bian menyanggupi.