Teman Gadis Kecilku

Teman Gadis Kecilku
130. Jalani dan Hadapi


__ADS_3

Meski ada kecanggungan diantara keduanya, yang bahkan sedikit menegangkan hubungan keduanya, namun baik Bian maupun Bayu saling berjabat tangan demi kebahagiaan Kinan. Hubungan yang saling terikat pada orang yang sama, membuat keduanya sepakat bersinergi demi kebahagiaan orang yang begitu berarti dan spesial bagi mereka, yang tak lain adalah Kinan itu sendiri. Perempuan yang sama-sama keduanya kenal dengan baik dan telah memenuhi memori ingatan mereka yang juga sama-sama memiliki tempat dihati mereka.


Berdamainya hubungan Bian dan Bayu yang sempat canggung dan terkesan tak bersahabat, membuat obrolan semakin nyaman dan tak lagi kaku, meski rasa canggung masih menyelimuti mereka yang baru bertemu secara langsung dan ngobrol untuk pertama kalinya.


Di samping obrolan yang canggung antara Bian dan Bayu, ada obrolan singkat yang juga dilakukan oleh Kinan dan Bayu, yang sedari awal memang bertemu untuk membicarakan sesuatu. Keduanya melanjutkan kembali isi pembicaraan mereka yang sempat terputus karena kedatangan Bian yang tiba-tiba. Sedangkan Bian, yang merasa tak lagi khawatir dan merasa terganggu dengan Bayu, akhirnya memberikan waktu pada Kinan untuk bicara berdua dengan Bayu.


Meski sedikit membuatnya tak nyaman dan merasa cemburu melihat kedekatan keduanya, namun ia pun mengalah dan memilih memberi ruang bagi keduanya untuk saling bicara. Ia juga memilih duduk menjauh dari keduanya yang sedang mengobrol.


.....


"Apa kamu mengajak bertemu mas Bayu karena mau bilang soal ini? Soal hubungan kamu dengan pacar kamu itu?" Ucap Bayu.


"Iya, tapi sebenarnya bukan hanya soal ini saja yang ingin Kinan katakan sama mas Bayu." Jawab Kinan, yang saat ini hanya duduk berdua mengobrol bersama Bayu.


"Ada lagi, soal apa? Apa ini masih ada hubunganya sama persoalan kamu ini?" Tanya Bayu meracu pada persoalan hubungan antara Kinan dan pacarnya.


"Yang dibilang sama mas Bayu itu memang benar. Karena yang mau Kinan katakan itu masih ada hubungannya sama hubungan Kinan dan kak Bian." Kinan pun membenarkan ucapan Bayu.


Bayu tampak terdiam. "Baiklah, soal apa? Katakan saja." Ujarnya kemudian.


"Bagaimana pandangan mas Bayu soal hubungan Kinan dan kak Bian? Apa menurut mas Bayu ini terasa aneh?"


Mendengar itu tentu membuat Bayu terlihat terkejut, karena tampak tak menyangka dengan pertanyaan yang di ajukan oleh Kinan padanya. "Kenapa kamu malah menganggapnya seperti itu? Apa kamu tidak merasa senang dengan hubungan kamu dan pacarmu?" Tanyanya balik.

__ADS_1


"Ah, bukan juga sih, hanya saja banyak hal yang aku khawatirkan soal hubunganku dengan kak Bian. Kinan merasa hubungan ini tidak akan mudah." Ucap Kinan jujur pada Bayu.


"Apa kamu mencintainya?" Tanya Bayu pada perasaan Kinan sebenarnya.


"Iya," Jawab Kinan.


"Kalau begitu bagaimana denganya, apa dia juga mencintaimu?" Kali ini Bayu ingin mengkonfirmasi perasan Bian pada Kinan.


"Iya." Lagi, Kinan menjawabnya dengan jawaban yang sama.


"Lalu apa lagi yang kamu khawatirkan, bukankah perasaan kalian sama?"


Kinan menunduk diam, ia tampak ragu untuk menjelaskan hal yang membuatnya khawatir.


"Sebenarnya, beliau itu atasanku saat ini, terlebih beliau adalah cucu dari pemilik hotel tempatku bekerja saat ini." Jelasnya kemudian.


"Kamu itu berfikir terlalu jauh, dan terlalu khawatir. Bukanya kalian baru menjalin hubungan? sebaiknya nikmati saja momen hubungan kalian saat ini. Soal kedepanya gimana ya pikirkan lagi nanti." Ujar Bayu menanggapi perkataan Kinan.


"Iya, sih, tapi Kinan tetap perlu memikirkan kedepanya bagaimana, karena akan susah untuk menerima kalau perasaan Kinan sudah terlanjur dalam nanti." Ucap Kinan.


"Kalian berdua memulainya karena kalian saling suka, kan? Bukankah itu sudah cukup untuk hubungan kalian? Soal hal yang kamu khawatirkan itu, bukankah kamu sudah tau resikonya dari awal, harusnya kamu tidak merasa terbebani lagi soal itu? Iya, kan?" Balas Bayu.


Karena perkataan Bayu, membuat Kinan diam termenung memikirkan perkataanya. Ia pun jadi tersadar pada keputusanya menerima Bian sejak awal, ia yang sejatinya tau hambatan apa yang akan ia hadapi kedepan ketika menjalin hubungan bersama Bian, yang merupakan atasanya sendiri, kini membuat matanya terbuka pada hal yang sudah terlanjur ia jalani dan lakukan. Tak lagi bisa membuatnya mundur dan yang bisa ia lakukan hanyalah menjalaninya.

__ADS_1


.....


"Kamu cukup dekat dengan laki-laki yang bernama Bayu itu?" Tanya Bian yang nampak penasaran pada hubungan Kinan dengan Bayu. Keduanya kini sudah berada di depan kosan milik Kinan.


"Kami memang lumayan dekat, karena mas Bayu dan keluarganyalah yang banyak membantu saya selama saya tinggal disini." Jawab Kinan.


"Begitu ya, entah kenapa aku sedikit iri. Aku yang mengenalmu lebih dulu, tapi hubungan kalian berdua jauh lebih akrab dan tidak canggung." Ujar Bian yang merasa cemburu pada keakraban Bayu dan Kinan yang terlihat hangat dan tak ada jarak, berbanding denganya yang meski ia adalah pacar Kinan, namun sikap Kinan terkadang masih canggung saat bicara denganya.


Kinan merasa malu mendengar perkataan Bian, karena merasa tertusuk dengan kenyataan tentang dirinya yang masih sedikit canggung saat ngobrol berdua denganya.


"Nanti anda balik ke hotelnya naik apa? Anda kan tidak membawa mobil?" Kinan mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.


"Seperti saat ini, kamu masih berbicara dengan formal sama aku." Bian tampak mengoreksi ucapan Kinan yang masih saja berbicara cukup formal denganya.


"Ah, maaf, soalnya saya masih belum cukup terbiasa memanggil anda dengan aku kamu." Jawab Kinan yang menyadari kesalahanya.


"Yasudahlah, aku tak akan protes lagi soal panggilanmu itu, ataupun cara kamu bicara sama aku, yang penting kamu dan aku sudah pacaran sekarang." Bian tak lagi membahas soal Kinan yang belum terbiasa mengobrol santai denganya, dan lebih fokus pada hubunganya bersama Kinan sekarang yang hendak ia seriusi.


......................


Hubungan keduanya pun terus melangkah tanpa memperdulikan lagi hal yang menghambat mereka. Kinan yang tak lagi terlalu memikirkan dan mempermasalahkan gap antara dirinya dan Bian, kini semakin dibuat lega pada perasaanya yang sejak beberapa hari lalu terus merasa cemas karena hal yang terus membuatnya bimbang itu.


Obrolan singkatnya bersama Bayu, setidaknya membuka matanya, dan kini membuatnya yakin dan lebih percaya diri pada apa yang sudah terlanjur ia lakukan. Pada keputusanya saat pertama kali menerima perasaan Bian dan yang akhirnya menjalin hubungan bersama Bian.

__ADS_1


"Benar kata mas Bayu, sebaiknya aku coba saja menikmati momen hubunganku bersama kak Bian, soal kedepanya seperti apa, aku akan menghadapinya nanti."


Kinan berdiri pada rasa percaya dirinya, dan mencoba untuk berfikir positif pada hubunganya dengan Bian.


__ADS_2