Teman Gadis Kecilku

Teman Gadis Kecilku
124. Hadiah Sesungguhnya


__ADS_3

"Lho, pak Dimas." Panggil Kinan yang sedikit terkejut ketika melihat kehadiran Dimas di depan kosan miliknya, dan seketika mencari keberadaan Bian, mengingat Dimas adalah sekretaris pribadi Bian.


"Anda baru pulang rupanya, pantas anda tidak ada di dalam kosan." Balas Dimas begitu melihat keberadaan Kinan yang baru saja sampai dikosannya.


"Iya, saya baru pulang karena tadi masih ada urusan dihotel, sebelum itu saya mau menaruh motor saya dulu, ya pak." Ujar Kinan yang hendak menaruh motornya.


"Oh, iya silahkan." Dimas pun tak keberatan dan menunggu Kinan yang sedang menaruh motornya di dalam kosan.


"Maaf, ya, pak anda jadi menunggu. Tapi, apa anda sudah lama datang ke kosan saya?" Kinan yang telah memarkirkan motornya, kembali menghampiri Dimas.


"Tidak terlalu lama kok, mungkin baru 5 menit yang lalu." Jawab Dimas.


"Bukanya anda berada dikantor pusat bersama pak Bian, ya? Tapi, kenapa sekarang anda bisa berada disini? Apa anda ada urusan dengan saya?" Tanya Kinan sedikit bingung dengan kehadiran Dimas di depan kosannya.


"Iya, saya datang kemari karena memang ada sedikit urusan dengan anda." Jawab Dimas.


"Urusan dengan saya? Apa ya? Apa ini soal pekerjaan?" Tanya Kinan kembali.


"Sebenarnya saya kurang tau detailnya, tapi, mungkin bisa jadi ini masih ada urusan soal pekerjaan, karena pak Bian tak menjelaskannya pada saya lebih lanjut dan saya hanya diminta datang kesini untuk bertemu dengan anda." Balas Dimas yang juga tak mengerti alasan jelasnya.


Kinan jadi tambah bingung dengan penjelasan Dimas, terlebih itu perintah Bian. Ia terdiam memikirkan maksud tujuan Bian melakukan hal ini.


"Jadi, anda datang memari karena perintah dari pak Bian?" Tanyanya kemudian.


"Benar, saya mendapat perintah langsung dari beliau untuk datang kemari." Jawab Dimas.


"Apakah urusan yang anda maksud itu begitu serius?, hingga mengharuskan anda datang kemari secara langsung dan menemui saya seperti ini?" Tanya Kinan dengan rasa penasaran.


"Yang anda bilang ada benarnya, karena pesan yang ingin saya katakan pada anda hari ini termasuk hal yang cukup penting." Jelas Dimas.


Kinan semakin dibuat bingung oleh pernyataan Dimas, karena Bian yang sejatinya masih berada dikantor pusat justru memberikan perintahnya pada Dimas yang harusnya juga mengikuti dirinya dikantor pusat, namun sekarang Dimas malah sedang berdiri di depannya secara langsung seperti ini.

__ADS_1


"Pesan pak Bian untuk saya?" Ucapnya lagi mencoba mengkonfirmasi sekali lagi hal yang ia dengar tadi.


"Benar, saya ditugaskan secara langsung oleh beliau untuk datang dan menyampaikan pesan ini pada anda." Jawab Dimas.


"Pesan apa yang mau beliau katakan padaku?, hingga membuat pak Dimas harus datang dari jauh dan langsung menemuiku seperti ini?"


Kinan dibuat bertanya-tanya pada maksud dan rencana Bian. Ia tak mengerti sama sekali dengan hal yang hendak dilakukan oleh Bian sekarang.


"Kalau begitu, pesan apa yang ingin anda sampaikan pada saya? Apa pesannya adalah soal saya yang harus menggunakan hadiah yang sudah pak Bian berikan padaku sebelumnya?" Tebak Kinan bertanya pada Dimas untuk mengkonfirmasi pesan dari Bian.


Sejenak Dimas sedikit terkejut mendengarnya dan sempat terdiam karena tak mengerti dengan yang Kinan maksud.


"Saya tidak tau menau soal hadiah yang pak Bian berikan pada anda, karena itu saya tidak mengerti soal itu. Dan, sebenarnya.. pesan yang ingin saya katakan pada anda adalah, pesan yang diminta langsung oleh beliau untuk menjemput anda sekarang." Jawab Dimas kemudian.


"Menjemput saya? Dalam rangka apa, ya?" Kinan semakin dibuat bingung oleh rencana Bian melalui Dimas. Ia bahkan cukup kaget setelah mendengarnya secara langsung.


"Emm.. soal itu, saya juga kurang tau, soalnya saya hanya diminta untuk menjemput anda saja." Jawab Dimas yang tak bisa memberikan penjelasan lebih pada Kinan.


"Tunggu, maksud anda dengan sekarang juga itu apa maksudnya, ya? Tidak mungin sekarang ini juga, kan?" Kinan mencoba bertanya pada hal yang ia belum yakin benar.


"Benar, saya ingin menjemput anda sekarang juga." Jawaban Dimas semakin membuat Kinan terpaku karena terkejut.


"Maaf, apa anda bisa memberikan saya waktu sebentar?" Kinan yang kaget, meminta waktu pada Dimas untuk menelfon seseorang dan Dimas mempersilahkan itu.


Mencoba sedikit menjauh dari Dimas, Kinan yang telah memegan ponselnya pun segera menghubungi Bian untuk mengkonfirmasi kebenarannya.


"Halo." Jawab Bian dari sebrang telfon.


"Halo, pak, apa pak Bian sedang sibuk hari ini?" Ucap Kinan mencoba memastikan posisi Bian.


"Tidak, kenapa? Apa ada hal yang ingin kamu katakan padaku?" Jawab Bian.

__ADS_1


"Iya, memang ada hal yang ingin saya katakan dan tanyakan pada anda." Balas Kinan.


"Apa? Oh, apa mungkin ini soal hadiah yang kuberikan tadi. Kamu sudah mencoba gaun dan sepatunya, ya? Gimana, apa cocok dibadan dan kaki kamu?" Balasan Bian memberikan tekanan bagi Kinan, karena sedikit keluar topik yang ingin ia bahas saat ini.


"Maaf, kak, tapi saya belum mencoba hadiahnya, karena yang sebenarnya ingin saya katakan itu soal pak Dimas." Ujar Kinan dengan nada pelan.


"Soal Dimas? Kenapa dengan Dimas?" Bian yang agak bingung bertanya balik pada Kinan.


"Ah.., jadi dia sudah sampai." Ucapnya yang kemudian mulai mengerti maksud dari perkataan Kinan.


"Jadi, anda benar-benar meminta pak Dimas untuk datang ke kosan saya?" Tanya Kinan mencoba memastikannya langsung pada Bian.


"Iya, benar, apa sekarang dia sudah berada di kosanmu?" Bian membenarkan pertanyaan Kinan dan tak mengelaknya.


"Pak Dimas memang sudah berada disini, tapi, kenapa anda meminta beliau untuk menjemput saya? Apa itu juga atas perintah anda?" Tanya Kinan sekali lagi.


"Itu juga benar, karena itu kamu ikutlah dengan Dimas, soal penjelasnaya akan kujelaskan kalau kita bertemu nanti." Ujar Bian yang tak bisa menjelaskanya lewat telfon.


"Kak, aku ingin penjelasan itu sekarang, karena saya sedikit bingung dengan maksud dan rencana anda terhadap saya." Ujar Kinan yang meminta penjelasannya sekarang pada Bian.


"Apa ini karena terlalu tiba-tiba buatmu?" Ujar Bian.


"Iya," Jawab Kinan membenarkan.


"Baiklah, akan kusampaikan pada Dimas untuk menunda menjemputmu hari ini, kalau begitu biar aku suruh dia balik saja, karena aku yang akan datang untuk menjemputmu sendiri." Ujar Bian.


Kinan membeku mendengar ucapan Bian, karena saking terkejutnya ia sampai bingung mau ngomong apa.


"Kak, kenapa kakak melakukan ini? Sebenarnya apa yang ingin anda lakukan?" Ucap Kinan ingin mengetahui alasanya pada Bian.


"Hmm.. apa ya? Rahasia.." Bian tersenyum dibalik telfon dan tak menjawab pertanyaan Kinan, hingga kembali meninggalkan rasa penasaran bagi Kinan itu sendiri.

__ADS_1


__ADS_2