Teman Gadis Kecilku

Teman Gadis Kecilku
13. Puzzle


__ADS_3

Di dalam kos yang terlihat mungil namun bersih, memperlihatkan seorang perempuan yang sedang mengetik sesuatu pada laptopnya. Ekspresinya terlihat serius dan tak bergeming dari tempat duduknya, meski jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Apa yang membuatnya begitu serius hingga tak memperhatikan waktu.


Namun, ada yang terlihat mencolok dari penampilan perempuan tersebut. Terlihat kalung yang menarik perhatian dan begitu menonjol. Sebuah kalung berbandul gembok kecil terpasang rapi di lehernya.


Rantai kalung yang dulu karet berwarna hitam tampak terganti dengan rantai perak, dan menjadi begitu cantik di lehernya.


Ada tulisan kecil berbentuk huruf B pada kalung miliknya, meski tak rerlalu terlihat karena bentuknya kecil, tetap saja menarik perhatian mengingat inisal huruf tersebut. Meski begitu, tak menghilangkan keindahan dari kalung tersebut.


...


"Kalung ini harus dikasih nama, biar kakak tidak lupa."


"Nama? memangnya bisa?"


"Kita pake jarum gimana?" Ucapnya dengan muka polos dan langsung memegang sebuah jarum di tanganya.


Matanya terbelalak melihat caranya memegang jarum. "Bahaya, taruh dulu jarumnya, lagian nanti kalungnya jadi rusak."


"Terus pakai apa dong?"


"Emm... apa ya? gak usah aja gimana?"

__ADS_1


"Tidak bisa, kalau kakak mau menepati janji harus dikasih nama, nanti kalau kakak lupa sama nama aku gimana?" Ucapnya dengan tegas.


"Kinan, aku tidak akan lupa kok sama nama itu."


...


Jarum jam terus berbutar, begitu pun dengan aktivitas setiap orang. Bangun, mandi, makan, kerja, dan sampai tidur lagi adalah aktivitas yang terus berputar setiap harinya.


"Mbak Kinan mau berangkat kerja nih.."


"Iya nih."


"Terimakasih."


Senyum Kinan pada tetangga kosan yang tengah menyapanya ramah. Perempuan itu dengan ramah membalas semua sapaan pagi dari mereka yang setiap hari selalu menyapanya begitu mau berangkat ke hotel tempatnya bekerja.


"Wah agak panas ya hari ini." Keluhnya pada cuaca hari ini.


Perempuan yang punya nama lengkap Kinanti Agustine itu tak lagi mempermasalahkan cuaca yang agak panas, dan tetap meneruskan perjalanan menuju tempat kerjanya. Dengan menggunakan motor maticnya, Kinan berangkat setiap harinya menuju hotel.


Hotel tempatnya bekerja itu terlihat megah bila dipandang dari luar. Meski masih dalam kategori hotel baru, namun kualitas dan juga kenyamanan hotel sudah layak jika masuk dalam kriteria hotel bintang 5.

__ADS_1


Kinan adalah penanggung jawab di hotel tempatnya bekerja saat ini, meski jabatanya cukup tinggi dihotel tersebut, dan masih terbilang cepat baginya untuk mengisi posisi tersebut dengan usia yang masih muda dan pengalaman yang terbilang belum lama. Namun, ternyata ia bisa beradaptasi dengan baik dan bertanggung jawab akan hotel.


"Kamu pasti kesusahan kan buat menghandle hotel ini." Kata Shiva, rekan kerja Kinan mencoba memberikan minum pada temanya tersebut.


"Yah.. dari awal aku bekerja disini tidak akan mudah sih, tapi aku tidak menyangka bakal secepat ini juga dapat posisi penting ini." Jawab Kinan.


"Mau bagaimana lagi, cuma kamu yang memenuhi kapasitas menggantikan pak Roy, Semangat ya.."


"Padahal aku kira itu kamu, karena kamu kan lebih lama bekerja disini di banding sama aku.." Kata Kinan menatap Shiva dengan perasaan bersalah.


Itu juga yang ku pertanyakan? kenapa harus kamu coba?


"Kan bukan mau kamu, lagian ini sudah keputusan dari pak Roy kan? ditambah dengan situasi darurat itu. Pasti juga pertimbanganya karena dulu kamu pernah jadi bawahanya." Balas Shiva kemudian, mencoba untuk tersenyum.


...


Di tempat yang berbeda, menampakkan seorang lelaki dengan pakaian rapi dan setelan jas hitamnya. Ekspresinya nampak serius dengan menatap berkas-berkas di tanganya.


"Mobilnya sudah siap pak." Kata sekretaris Bian.


"Ok, kita berangkat sekarang." Jawabnya kemudian merapikan penampilan dan kertas yang di pegangnya tadi.

__ADS_1


__ADS_2