Teman Gadis Kecilku

Teman Gadis Kecilku
138. Tak Bisa Berpaling


__ADS_3

Di dalam keramaian pesta yang meriah, anehnya pikiranya hanya tertuju pada satu orang, dan orang itu tak lain adalah kekasihnya sendiri. Nampaknya, ia sedikit tak enak meninggalkan kekasihnya itu seorang diri di dalam apartemen, terlebih belum adanya obrolan lagi setelah kepergianya ke pesta Adel.


Bian terus menatap arah jam ditanganya, yang tak terasanya waktu telah berlalu begitu cepat. Pesta yang tak hanya untuk merayakan ulang tahun Adel, namun juga merayakan hari jadi perusahaan keluarga dari Adel, karena itu tamu undangan yang hadir lebih banyak dan pesta sedikit berlangsung lebih lama, hingga tak terasa waktu sudah hampir mendekati tengah malam.


"Ternyata aku sudah selama ini berada disini."


Tak menyangka dirinya akan bertahan lebih lama dalam sebuah acara, Bian terlihat tak menyangka bahwa ia sudah berada dalam pesta milik Adel selama lebih dari satu jam lamanya. Mengingat dirinya yang biasanya tak akan betah berlama-lama di dalam sebuah pesta dan biasanya hanya akan bertahan sampai satu jam saja. Namun, ia datang tak hanya untuk mengunjungi Adel yang sedang ulang tahun, ia juga datang sebagai perwakilan keluarganya yang berhalangan hadir, karena itu mau tidak mu ia pun harus berada dalam acara ini lebih lama dan menyapa beberapa tamu yang ia kenal, tak terkecuali menyapa kedua orang tua Adel.


"Bi, ayo jangan melamun terus." Adel menyodorkan segelas minuman pada Bian yang terlihat diam.


"Oh, iya terimaksih." Bian menerima gelas yang berisi minuman dari Adel, meski pikiranya tak bisa lepas dari Kinan yang sekarang lagi sendirian si apartemenya.


Waktu pun terus berputar, dan ia pun akhirnya tidak bisa menghubungi Kinan, terlebih di depan Adel apalagi ditengah keramaian pesta yang berisik ini. Meminum minumanan yang diberikan oleh Adel, Bian pun hanya bisa menghela nafas ringan tanda pasrah menerima kondisi yang ada.


.....


"Oh, iya Bi, setelah pesta kamu mau langsung berangkat ke jogja?" Tanya Adel.


"Rencananya sih begitu, cuma belum tau kapan tepatnya, bisa besok pagi atau agak siangan, bisa juga malam, mungkin juga bisa besoknya lagi." Jawab Bian, yang mendapat anggukan kecil dari Adel.


"Tapi, kenapa kamu tanya kapan aku kembali? Apa ada sesuatu dengan hal itu?" Tanya Bian balik.


"Nggak kok, cuma tanya aja. Nggak apa-apa dong kalau aku tanya?"


"Iya, sih."

__ADS_1


"Makasih ya, Bi kamu sudah mau meluangkan waktu buat datang ke pesta ulang tahunku, yah.. walaupun aku tau harusnya kamu sudah kembali ke jogja, kan?" Ucap Adel.


"Aku kan sudah janji buat datang, makanya aku datang kesini, lagi pula bukan sesuatu yang mendesak makanya aku masih bisa menunda keberangkatanku ke jogja." Ujar Bian tak merasa direpotkan.


Adel tersenyum mendengar ucapan Bian, ia pun juga tak lupa mengucapkan terimakasih pada Adnan yang juga datang ke pesta ulang tahunya. Ketiga sahabat yang sudah lama tak bertemu, kini saling melempar senyuman dalam suasana pesta yang menghangatkan.


"Umur kamu sudah bertambah, apa harapan yang ingin kamu lakukan diumur sekarang?" Tanya Adnan tentang harapan pada Adel yang sedang berulang tahun


"Emm... apa, ya?" Adel memikirkan perkataan yang ditanyakan oleh Adnan padanya. Terlihat ia juga bingung harus menjawab apa, karena tampaknya ia pun tak tau harapan apa yang sebenarnya ia inginkan.


"Entahlah, toh hidupku dari dulu seperti ini. Ah, mungkin aku berharap hubungan kita akan selamanya tetap baik, agar kedepan bisa terus bersama-sama seperti ini." Ujarnya kemudian yang teringat akan sesuatu dan langsung mengungkapkanya.


"Iya, aku juga berharap seperti itu." Timpal Adnan dengan harapan yang sama.


Meski sedang tersenyum dan mendengarkan obrolan sahabatnya dengan baik, namun pikiranya tetap tak bisa lepas dari memikirkan Kinan. Meski begitu, ia tak ingin memperlihatkannya pada Adel yang sedang ulang tahun, hingga menutupinya dengan senyuman untuk menghilangkan rasa tak enak pada Adel, mengingat ia yang saat ini justru malah terfokus pada hal lainya.


.....


Tepat pukul 12 malam, Bian bersama tamu-tamu lainya membubarkan diri dari pesta ulang tahun Adel. Pesta yang begitu meriah dan megah itu, kini telah ditinggalkan oleh para pengisi acara.


"Terimakasih, ya guys sudah mau datang ke acara ulang tahunku sekaligus pesta hari jadi perusahaan." Ucap Adel yang tengah mengantar Bian dan Adnan yang hendak pulang.


"Sudah sewajarnya, kita kan teman." Jawab Bian dengan senyum tipisnya.


"Iya, sama-sama, aku juga berterimakasih karena sudah diundang ke acara ulang tahun kamu." Timpal Adnan.

__ADS_1


"Kamu ini, masa aku nggak ngundang temanku sendiri, ya pasti aku undang lha. Harusnya aku yang lebih berterimakasih sama kalian, karena kalian sudah mau menyempatkan datang ke pestaku." Ucap Adel mengomentari ucapan Adnan.


"Iya, aku tau. Ini tuh cuma basa-basi saja." Ujar Adnan menimpali perkataan Adel. Membuat Adel tersenyum karenanya.


"Sudah terlalu malam, sepertinya aku harus balik pulang." Kata Bian sambil melihat jam ditanganya.


"Yaudah, kalian balik saja, semua tamu juga sudah pada pulang." Timpal Adel yang mempersilahkan kedua temanya pulang.


"Kita balik dulu, ya.." Ucap Bian memeluk Adel tanda perpisahan sebelum pulang, Adel membalas pelukan itu begitupun dengan Adnan.


"Ok, hati-hati ya kalian" Adel pun melepas kepergian kedua sahabatnya.


Melihat kedua sahabatnya pergi, ia pun juga ikut pulang dan meninggalkan gedung yang semuala ramai karena pesta. Ada senyum bahagia yang ia pancarkan saat meninggalkan tempat yang ia gunakan untuk pesta ulang tahunya.


"Oh, kado aku lupa." Ucapnya yang kembali masuk kedalan gedung untuk menghampiri tempat penyimpanan kado-kado miliknya.


"Non, Adel kok masih disini?" Ujar salah satu staff ketika melihat Adel.


"Aku mau mengambil kado milikku." Jawab Adel.


"Kadonya rencananya baru mau kami kirimkan kerumah non Adel, apa mau anda bawa sendiri?" Ucap staff itu lagi.


"Ah, bukan, tetap kalian bawa semua kadonya kerumah, tidak mungkin aku membawa semua kado-kado itu, aku cuma mau ambil beberapa kado dari teman-temanku yang kusimpan terpisah." Ujar Adel.


"Oh, begitu, baik saya mengerti." Staff itu pun mundur meninggalkan Adel sendirian.

__ADS_1


Adel yang kini sendiri pun mulai mencari kado pemberian Adnan dan Bian yang kebetulan ia simpan terpisah. Ia tersenyum saat melihat kado pemberian dari kedua temanya itu. Walaupun ia bisa menebak kado dari Bian, namun tetap saja itu membuatnya penasaran hingga akhirnya ia membuka kado pemberian dari Bian.


Ekspresi yang semula penuh harap, tiba-tiba berubah saat melihat kado dari Bian. Ada keterkejutan saat melihat pertama kalinya kado yang diberikan oleh Bian untuknya.


__ADS_2