Teman Gadis Kecilku

Teman Gadis Kecilku
20. Ingin Serakah?


__ADS_3

Bian, Adel dan juga Adnan. Ketiganya ingin lebih serakah dengan harapan mereka, bisakah mereka mewujudkan hal tersebut, seperti apa yang mereka inginkan?


Perasaan mereka tampak sama dengan tujuan yang sama, dan pada perasaan yang sama pula. Namun di satu sisi, ada keraguan yang menghampiri ketiganya.


Perasaan itu sebenarnya untuk siapa? mengarah pada siapa? dan haruskah dia berlabuh pada salah satunya?


Adel sempat goyah dengan perhatian yang di berikan oleh Adnan padanya, ketika Bian tak ada di sisinya. Perasaan nyaman yang ia rasakan ketika bersama dengan Adnan, begitu menggetarkan hatinya, namun kini ia justru kembali goyah ketika Bian kembali disisinya.


"Aku suka mereka, tapi aku bingung harus memilih siapa? bagaimana kalau mereka menjauh jika aku tak memilih?, atau menghindar jika aku memilih salah satu dari mereka?" Gumam Adel dengan perasaan khawatir.


Sedangkan Adnan, menghawatirkan hubungan persahabatan mereka jika ia jadi serakah lebih dari ini. Namun di satu sisi, ia juga ingin mengutarakan isi hatinya pada orang yang ia suka dan lebih terbuka untuk menyukainya.


"Sebenarnya sampai kapan perasaan ini harus ku tahan?" Ucapnya dengan hati berat.


Tak hanya keduanya, Bian juga di hadapkan pada rasa dilema. Ia yang akan mengungkapkan perasaanya lagi pada Adel begitu urusan di kanada selesai, dibuat bimbang dengan fakta yang baru diketahuinya baru-baru ini. Soal kalung milik teman masa kecilnya.

__ADS_1


"Aku bingung, bukankah seharusnya aku tidak terpengaruh oleh kalung itu? karena yang aku suka pada dasarnya memang Adel, bukan dia yang sudah lama tidak aku temui." Kata Bian, bingung dengan ke bimbanganya sendiri.


Ketiganya ingin lebih serakah, namun ada keraguan yang menghalangi mereka untuk lebih serakah.


......................


Malam pertama Bian di kota jogja. Sejak ke datanganya tadi pagi, Bian tak pernah keluar dari kamarnya, ia tetap berada di dalam kamar hotel dengan segudang kesibukanya.


Tak ada niatan untuk turun atau mencoba menyapa para staff hotelnya, karena begitu datang ia sudah harus mengecek laporan dan berkas-berkasnya. Mengingat bagaimana tanggung jawabnya pada hotel ini, apalagi perihal masalah yang sempat di alami oleh hotel ini sebelumnya, karen ditinggal oleh manajernya untuk berobat.


Meski beberapa kali ia menghela nafas panjang karena kesibukanya begitu tiba disini, ia tak melepaskan begitu saja tanggung jawabnya. Meski ia tak bekerja sendiri, karena selalu dibantu oleh Dimas, sekretaris sekaligus asisten yang selalu berada di sampingnya.


"Sudah pak, saya meletakkan di atas tempat tidur anda." Jawab Dimas.


"Baiklah.." Kata Bian sambil mengecek jam di tanganya yang sudah menunjukkan pukul 9 malam.

__ADS_1


"Kita sampai disini dulu, besok kita lanjutkan lagi. Istirahatlah, aku juga mau istirahat soalnya." Kata Bian yang sudah sangat kelelahan dan menatap waktu yang sudah memasuki malam hari.


"Baik." Jawab Dimas sembari merapikan semua berkas-berkas miliknya, lalu bergegas keluar begitu selesai.


Hanya menyisakan Bian di dalam kamar begitu Dimas keluar. Bian menghela nafas panjang dan merenggangkan tubuhnya sejenak untuk melepaskan rasa lelahnya.


Karena kesibukanya, ia sampe lupa mandi dan mengganti bajunya, karena begitu tiba ia sudah harus segera mengecek semuanya. Ia masuk ke kamar mandi segera untuk menyegarkan tubuh lelahnya.


Tubuhnya begitu segar begitu membasuhkan diri dengan air, terasa ringan dan seakan rasa lelahnya menghilang.


Ia keluar dari kamar mandi begitu menyelesaikan mandinya, lalu berjalan ke arah jendela dengan tubuh yang masih setengah basah. Menatap sejenak ke arah luar jendela kamarnya, dan melihat langit malam kota jogja yang sempat ia hiraukan karena kesibukanya.


Tak membutuhkan waktu lama ia menatapnya, perlahan melangkah ke arah tempat tidur dengan tampilan masih setengah basah dengan rambut yang berantakan.


Ia mencoba mengambil sebuah amplop yang berada di atas tempat tidurnya. Membukanya perlahan dan mengeluarkan isi amplop tersebut.

__ADS_1


Bian membaca isi dari amplop tersebut, dan tampak terkesima dengan isi dari laporan yang dibawa oleh Dimas tadi.


"Hemm...."


__ADS_2