
21 tahun yang lalu, panti asuhan Cinta Kasih.
"Kamu dapat hadiah dari kakak itu?" Tanya salah seorang teman pada seorang gadis kecil yang tengah memandangi kalungnya dengan muka serius.
"Iya, cantik kan.." Jawab gadis kecil itu dengan wajah sumringah dan menunjukkan kalung miliknya kepada temanya.
"Wah cantiknya, tapi kok cuma gemboknya aja? mana kuncinya?"
"Kuncinya ada di kakak itu, katanya kalau mau ketemu lagi sama dia, aku harus menjaga kalung ini dengan baik, biar nanti bisa dibuka kalungnya sama dia." Balas dengan polos.
"Jadi kuncinya ada di kakak itu?"
"Iya, katanya aku tidak boleh menghilangkanya, makanya aku bawa kemanapun, deh." Ucap gadis kecil itu memeluk kalung itu dengan rasa sayang.
"Sepertinya kakak itu gak bakal dateng kesini lagi deh." Gumam teman gadis kecil itu yang berpikir akan sulit buat kakak itu datang ke panti asuhan mereka lagi.
"Hah.." Gadis kecil itu tak mendengar ucapan temanya.
"Bukan apa-apa, mending kamu pake aja deh kalungnya biar gak hilang, kalau di genggam terus seperti itu nanti bisa jatuh?" Saran teman gadis kecil itu.
"Gitu ya? ok deh." Gadis kecil itu menuruti saran temanya.
"Dasar, sebegitu senangnya kah kamu sama hadiah dari kakak itu."
"Iya dong, ini kan hadiah pertama yang aku terima."
"Yasudahlah, ayo makan saja, nanti di marahin lho kalau kita telat." Ajak teman gadis kecil itu.
Keduanya beranjak dari atas tempat tidur mereka dan menuju ke ruang makan.
__ADS_1
...----------------...
17 tahun yang lalu.
Di dalam kamar Adel, dua sahabatnya Bian dan Adnan tengah berkunjung kerumahnya sekarang. Menengok isis kamarnya yang penuh dengan permainan pemeberian dari orang tuanya.
"Wah banyak boneka ya kamar kamu." Celetuk Adnan.
"Iyalah, dia kan anak cewek." Balas Bian cuek.
"Mama sama papa yang membelikanku, lihat deh aku juga punya mainan ini lho." Kata gadis itu pada kedua temannya sembari menunjukkan mainan barunya.
"Wah, ini kan mainan yang baru muncul." Seru Bian begitu tertarik dengan mainan robot itu. "Kamu kan anak cewek, kenapa punya ini?" Kata Bian lagi.
"Aku gak tau, mama sama papa yang belikan, aku tidak pernah minta." Jawab Adel.
"Wah hebat, kamu juga punya komik ini" Seru Adnan melihat komik kesukaanya berada di kamar Adel. "Mana ini seri terbarunya lagi." Sambungnya lagi dengan tatapan kagum.
"Iya, itu juga mama sama papa yang belikan."
"Wah, mama sama papamu keren deh." Kagum Adnan.
Adel hanya tersenyum mendengar ucapan Adnan. Wajahnya merona karena malu mendengar pujian itu.
Bian yang tengah memandang barisan mainan yang terjejer di kamar Adel terhenti di satu tempat. Ada salah satu benda yang begitu menarik perhatianya. Perlahan ia menghampiri dan memastikan benda tersebut. Matanya penuh takjub melihat benda itu ada di depanya.
"Kamu dapat benda ini dari mana?" Tanya Bian pada Adel, soal benda yang tengah ia pegang saat ini.
Kalung perak dengan bandol gembok itu terlihat familiar baginya, karenanya Bian menanyakan pada Adel.
__ADS_1
Baik Adel dan Adnan menoleh ke arah Bian, menoleh bingung ke arah yang dimaksud olehnya.
"Kalung itu?"
"Iya, kamu dapat dari mana?"
Adel terdiam sejenak, ia agak ragu untuk mengatakanya.
"Sebenarnya.. itu aku dapat dari panti asuhanku dulu." Jawab Adel kemudian.
"Panti asuhan?" Kata Adnan agak bingung.
"Iya, aku besar di panti asuhan dan diangkat sama keluargaku yang sekarang ini. Aku tidak tau detailnya soal kalung itu, soalnya aku kehilangan ingatan soal masa kecilku di panti asuhan, termasuk soal kalung itu." Jelas Adel.
"Ah.."
Ada sedikit keheningan diantara Bian dan Adnan, begitu Adel membicarakan soal asal usulnya.
"Memangnya panti asuhan kamu dulu namanya apa?" Tanya Bian kemudian memecah keheningan, dan teringat sesuatu.
"Cinta kasih." Balas Adel yang sedikit ingat.
...
Kalung yang sama, desain yang sama namun rantai kalung tampak berbeda, dan salah satunya tak ada inisal hurufnya.
Bian perlahan mengingat soal kalung miliknya itu yang sedari tadi mengganggu kerjaanya. Karena ia jadi teringat akan kalung milik Adel yang pernah ia pegang dulu waktu kecil. Ia mengira bahwa kalung milik Adel dan kalung miliknya ada kaitanya, mengingat berbentuk kunci dan gembok yang saling cocok.
"Siapa yang membawanya kemari? membuatku kepikiran saja..? keluhnya menatap kalung miliknya.
__ADS_1