
Seorang perempuan dewasa, dengan tubuh cukup tinggi dan paras yang menawan tengah bersiap untuk berangkat kerja. Berangkat dari kosan miliknya, ia menuju ke hotel tempatnya bekerja saat ini.
Ia datang lebih pagi, mengingat dirinya sebagai asisten manajer hotel yang tengah menggantikan tugas sementara manajer hotel yang tengah sakit.
Suasana hotel tempatnya bekerja tampak lebih ramai dari biasanya, semua pekerja atau para staff bagian room devision tampak lebih sibuk dari hari biasanya, mengingat akan ada yang datang dari kantor pusat. Yaitu, cucu pemilik hotel sekaligus calon penerus hotel.
"Kamu sudah melakukan apa yang aku suruh kemarin, kan?" Tanya perempuan itu pada salah satu rekan yang kebetulan membantunya banyak selama manajer hotel sakit dan berobat.
"Sudah, sepertinya apa yang kamu susun kemarin, akan disukai para tamu dan cucu pemilik hotel nanti, deh." Jawab rekan perempuan itu, yang bernama Shiva yang selalu membantu dan selalu berada disampingnya selama dia mengurus hotel selepas pak Roy, manajer hotelnya saat ini tengah pergi berobat sementara.
Keduanya tampak dekat dan saling bergantung sama lain.
...
__ADS_1
Di tempat yang berbeda, terlihat Bian sudah berada di kantor dengan setelan jas yang rapi.
Ia menghadap kakeknya selaku presdir perusahaan begitu ia datang ke kantor.
Mendapat arahan apa yang akan ia lakukan nanti sebagai CEO yang baru, tak lupa soal kunjunganya nanti di kota Jogja.
Ia menghela nafas panjang begitu keluar dari kantor kakeknya, melonggarkan sedikit dasinya yang tampak membuatnya sesak itu, dan perlahan berjalan ke arah kantornya dengan perasaan kacau.
"Baru datang sudah setor laporan dan dapat arahan, ha..." Gumamnya menghela nafas panjang dengan senderan diatas kursi tempatnya duduk saat ini.
Ia kembali merapikan tempat duduk dan kemejanya yang berantakan, lalu kembalu fokus pada tumpukan berkas di depanya.
...
__ADS_1
Ferdinan adalah keluarga Bian yang bergerak pada bisnis perhotelan. Bsnis yang dirintis dari nol oleh kakeknya telah menjadi besar, dan menjadi salah satu terbesar sekaligus terbaik dikota dan negaranya.
Bian yang merupakan anak tunggal dari pasangan Bastian Luis Ferdinan dan Gauri Anastasya Ferdinan adalah calon penerus perusahaan milik keluarganya. Ia yang terlahir dari sendok emas sejak kecil agaknya tak perlu lagi mempermasalahkan soal masa depan.
Meski terlihat indah, namun bagi Bian itu masih saja menjadi hal yang menekan di hatinya, karena pikiran yang selalu di paksa sempurna oleh keluarganya sangat membuat frustrasi. Namun di sisi lain, ia tak bisa berontak meski sangat menginginkanya.
Nasibnya dari kecil sudah ditentukan, karena itu dia tak bisa melakukan selain yang sudah ditentukan. Karakter, sikap, perilaku, pendidikan dan juga Karirnya sudah seperti disusun dengan rapi oleh keluarganya. Terutama bagi papa dan kakeknya, yang sangat mengharapkan pertumbuhan Bian kedepan sebagai penerus perusahaan selanjutnya.
Sudah terbiasa dengan pendidikan yang tertata, kadang kala membuat Bian sesak dan merasa frustrasi sendiri. Pelarian yang ia lakukan adalah dengan bermain bersama teman-temanya.
Dan kadang kala setiap ia merasa suntuk, akan teringat kembali kenangan bersamanya dengan gadis kecil dari panti asuhan yang pernah ia datangi dulu.
"Bagaimana kabarnya?.."
__ADS_1
...----------------...
"Kakak beruntung karena punya keluarga, kakak jadi tidak kesepian..."