Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai

Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai
102. Usaha Maria Mendekati Andika


__ADS_3

Maria yang mempunyai misi untuk bisa menaklukkan Andika. Dia melakukan segala cara untuk membuatnya bisa berhasil dan mendapatkan hadiah yang dijanjikan oleh Elena kepadanya.


"Nyonya Elena selama ini selalu baik kepadaku dan dialah satu-satunya orang yang selalu peduli padaku di saat aku di penjara. Sudah selayaknya aku membuat dia senang dengan memberikan apa yang dia mau!" ucap Maria dengan senyum liciknya.


Saat ini Maria sedang berdiri di depan perusahaan Andika. Rencananya dia akan melamar pekerjaan di perusahaan Abimana group yang dipimpin langsung oleh Andika.


"Aku yakin aku pasti bisa menaklukkan Tuan Andika dan membuat dia jatuh cinta padaku! Sehingga Nyonya Elena akan memberikan hadiah yang besar untukku!" ucap Maria dengan penuh keyakinan dia langsung masuk ke dalam perusahaan Abimana grup.


Begitu sampai di lobby perusahaan Abimana Group, Maria langsung menemui resepsionis dan bertanya tentang perihal lamaran pekerjaan yang dia lihat di surat kabar dan media sosial milik Abimana Group.


"Maafkan saya Nona! Saya membaca tentang perihal sebuah lowongan pekerjaan di perusahaan ini. Apakah saya masih mempunyai kesempatan untuk mengisi lowongan itu?" tanya Maria dengan memasang wajah yang paling cantiknya di hadapan resepsionis yang saat ini sedang bertugas.


Petugas resepsionis itu melihat Maria dari atas rambut hingga kaki. Dia sedang menilai seorang Maria dari penampilan pertamanya.


Seorang wanita paruh baya yang berambut pirang. Tampak bahwa dia bukanlah orang asli Indonesia. Tapi bahasa yang dia gunakan merupakan aksen Indonesia yang kental. Sehingga membuat petugas resepsionis itu merasa bingung.


"Permisi Nyonya! Apakah Anda orang Indonesia? Tapi kalau dilihat dari wajah anda yang eksotis, seperti anda adalah orang luar negeri. Apakah benar yang saya tebak?" tanya resepsionis itu kepada Maria, mengobati rasa penasaran yang ada di dalam hatinya.

__ADS_1


"Saya berasal dari Spanyol. Tetapi saya selama hidup selalu bekerja bersama orang Indonesia. Memangnya ada masalah dengan itu?" tanya Maria kepada resepsionis yang masih menatapnya dengan penuh penasaran.


"Nggak ada Nyonya! Tidak ada masalah. Saya hanya merasa penasaran saja tentang diri Anda. Oh iya, masalah lowongan pekerjaan itu. Anda bisa langsung datang ke pihak divisi personalia. Mari saya antar Anda ke sana!" kemudian petugas resepsionis itu mengajak Maria untuk datang ke divisi personalia sehingga maksud dan tujuan Maria ke dalam perusahaan itu tercapai.


"Maaf Tuan! Nyonya ini ingin mencari pekerjaan sesuai dengan pengumuman lowongan pekerjaan dari perusahaan kita!" ucap petugas resepsionis tersebut kepada Kepala Divisi personalia yang saat ini sedang menatap Maria dengan lekat.


"Apakah Nyonya sudah membawa CV dan beberapa file yang dibutuhkan oleh perusahaan kami?" tanya Kepala divisi personalia sambil menatap tajam kepada Maria, yang walaupun sudah berusia paruh baya, namun masih terlihat cantik dan menarik. Karena memang selama ini Alena selalu memanjakannya dengan kemewahan dan perawatan tubuh yang mahal.


Maria kemudian mengeluarkan yang diminta oleh Kepala Divisi kepada dirinya. Tentu saja CV tersebut adalah file palsu yang disiapkan oleh Alena dalam rangka memuluskan rencana mereka berdua untuk mendekati Andika dan menaklukkannya.


"Baiklah, Nyonya bisa meninggalkan file-file ini di sini. Kalau kami cocok denganmu kami akan menghubungimu lewat telepon yang sudah Nyonya cantumkan di file ini. Sekarang Nyonya bisa kembali ke tempatmu!" ucap Kepala Divisi kepada Maria.


Petugas reseptionais yang mengantarkan Maria sudah pergi dari tadi. Sehingga Maria bisa bertindak leluasa terhadap Kepala Divisi tersebut tanpa rasa malu sama sekali.


"Wah wanita itu walaupun sudah berumur, tetapi seperti gadis berusia 25 tahun saja. Perusahaan ini akan beruntung kalau bisa membuat dia bekerja di sini!"ucapnya.


"Perempuan cantik seperti dia, bisa menjadi pemandangan yang indah dan menjadi penyemangat dalam bekerja setiap hari!" ucap kepala divisi personalia yang memang terkenal Playboy itu.

__ADS_1


Walaupun dia sudah punya istri, tetapi matanya selalu melirik kanan dan kiri. Dia tidak pernah merasa puas dengan yang ada di rumahnya.


Apalagi para karyawan yang bekerja di Abimana grup rata-rata adalah wanita-wanita produktif yang berpenampilan cantik dan sangat menarik. Sehingga membuat laki-laki itu merasa berada seakan di dalam surga dunia dengan para bidadari yang selalu saja mengelilinginya setiap hari.


"Aku akan bilang kepada Direktur pesonalia agar menerima Maria bekerja di perusahaan ini. Syukur-syukur kalau dia bisa menjadi asistenku!" seringai licik terbit di wajah paruh bayanya. Ketika dia membayangkan akan dilayani oleh Maria setiap hari.


"Tidak ada kenikmatan di dunia ini yang lebih membahagiakan selain dilayani oleh wanita cantik setiap hari!" ucapnya sambil mengiringi kepergian Maria yang sudah jauh dari pandangannya.


Sementara itu Andika yang saat ini ada di ruangannya. Tampak sibuk menghadapi file-file yang ada di atas meja kerjanya. Tampak kening Andika yang mengkerut karena sedang membaca file yang begitu berat saat ini.


"Masalah yang ada di Dubai tampaknya tidak bisa ditangani secara jarak jauh seperti ini. Aku harus segera kembali ke sana secepatnya. Tapi apakah Adrian sudah siap untuk menerima tampuk kepemimpinan perusahaan Abimana Group yang ada di Indonesia?" Andika sambil terus menatap file yang ada di hadapannya.


File yang saat ini dia pegang adalah laporan yang diterima oleh Andika tadi pagi dari asistennya yang ada di Dubai. Asistennya mengatakan bahwa perusahaannya saat ini dalam masalah perusahaan.


Perusahaan asal Jerman yang selalu mencari permasalahan dengan perusahaannya sejak dulu sekarang mulai beraksi lagi dan mencari masalah dengannya. Banyak kerjasama dan tender milik perusahaan Abimana group yang ditikung oleh perusahaan itu. Sehingga telah mengakibatkan banyak kerugian di pihak Andika. Itulah yang membuat Andika pusing saat ini sehingga dia sampai melupakan makan siangnya sama sekali.


"Aku heran dengan perusahaan asal Jerman ini. Kenapa sejak dulu, dia selalu mencari masalah dengan perusahaanku? Aku tidak merasa mempunyai dendam dengannya. Tetapi sepertinya dia memang sengaja selalu mengincar perusahaanku!" Andika bermonolog dengan dirinya sendiri tidak mengerti dengan perusahaan itu yang selalu mencari masalah dan gara-gara dengannya.

__ADS_1


"Aku harus meminta detektifku untuk segera menyelidiki tentang perusahaan yang selalu membuat rusuh ini. Biar aku bisa menghadapi dia dengan strategi yang tepat!" ucap Andika dengan penuh keyakinan.


Kemudian Andika tampak sibuk menghubungi detektif yang biasa digunakan untuk menyelidiki para pesaing bisnisnya.


__ADS_2