Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai

Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai
55. Yuke Tahu Semuanya


__ADS_3

Siang itu, Yuke bekerja di cafe. Yuke menggantikan shift temannya yang sedang mengalami halangan. Karena orang tuanya sedang sakit, sehingga dia menjaga orang tuanya tersebut di rumah sakit.


"Kamu mendapatkan Shift siang pagi hari ini?" tiba-tiba Rasya sudah ada di samping Yuke. Sehingga membuat Yuke grogi. Rasya duduk di samping Yuke, Yuke sudah salah tingkah sejak tadi. Manager tampan yang selama beberapa hari ini telah membuat hari-harinya begitu berbunga-bunga.


Tiba-tiba saja, Yuke melihat ayahnya yang akan masuk ke cafe. Yuke langsung berlari ke belakang tanpa permisi kepada Rasya. Karena Yuke tidak ingin ayahnya itu melihat dirinya yang sedang bekerja di cafe tersebut. Rasya tampak bingung melihat Yuke yang tiba-tiba saja berlari.


"Ada apa dengan gadis aneh itu?" tanya Rasya.


Ketika Rasya akan bangun dari duduknya, tiba-tiba saja bahunya dipegang oleh seseorang. Sehingga membuat Rasya terkejut dan mengalihkan pandangannya ke arah seseorang yang tadi mengejutkannya.


"Papa?" ucap Rasya terkejut, lalu berniat untuk pergi.


"Rasya! Papa datang ke sini, karena ingin bicara dengan kamu sebentar. Apa kau bisa memberikan waktumu kepada Papa sebentar saja?" tanya Firman kepada putranya. Rasya dengan malas kemudian duduk kembali di tempatnya tadi.


"Papa mau bicara apa? Bukankah di antara kita, sudah tidak ada lagi yang perlu dibicarakan? Bukankah sekarang Papa sudah bahagia hidup bersama keluarga baru Papa?" sengit Rasya dengan sinis. Tampaknya Rasya masih merasakan kemarahan, terhadap ayahnya yang lebih memilih meninggalkan ibunya dan hidup bersama dengan istri mudanya.


"Rasya! Apapun yang terjadi di dalam rumah tangga ayahmu dan ibumu. Kau selamanya tetap akan menjadi anak ayah! Apapun juga, yang kamu rasakan saat ini. Itu tidak akan menghapus sebuah fakta, bahwa kamu adalah anakku. Bahwa kamu adalah keturunanku! Kau harus ingat itu Rasya!" Rasya hanya diam, mendengarkan semua ucapan yang dikatakan oleh ayahnya. Hatinya sudah kebas mendengar segala apapun yang diucapkan oleh ayahnya. Yang telah menyakiti hati Mamahnya.


"Cepat katakan apa yang ingin Papa katakan! Karena saya sedang sibuk. Di sini, saya sedang bekerja. Bukan sedang bermain-main!" ucap Rasya dengan ketus.

__ADS_1


"Apa begitu caramu bicara dengan ayahmu, Rasya? Bisakah kita bicara baik-baik sebagai laki-laki?" ucap Firman mulai kesal dengan anaknya itu. Yang tampak tidak menghargai dirinya sama sekali sebagai seorang ayah.


"Papa nggak usah banyak gaya! Tinggal Papa katakan saja apa yang akan Papa katakan. Saya kan sudah bilang, kalau saya sedang sibuk. Kenapa Papa ini tidak mengerti juga bahasa manusia?" sengit Rasya sudah memerah wajahnya, karena menahan marah sejak tadi.


Sementara itu, Yuke yang berdiri di belakang tembok, Merasa terkejut mendapatkan sebuah kenyataan, bahwa ternyata laki-laki yang dia kagumi selama ini, adalah kakak kandungnya sendiri. Anak dari istri pertama ayahnya. Yang selama ini, tidak pernah diketahui oleh Yuke. 'Oh my God! Apakah ada lelucon yang lebih heboh daripada ini?' jerit Yuke histeris di dalam hati.


'Ya Tuhan! Kenapa dengan diriku ini? Apa salah dan dosaku? Kenapa setiap kali aku merasa tertarik dengan seorang laki-laki. Selalu saja kau berikan sebuah tembok yang tinggi kepadaku. Sehingga aku tidak bisa dan tidak kuasa untuk memanjatnya!' rutuk Yuke di dalam hati.


Yuku kemudian kembali memperhatikan interaksi antara ayahnya bersama dengan Rasya. Yang tampaknya terjadi perdebatan alot di antara mereka berdua. Tampaknya Rasya tidak menyukai kehadiran ayahnya itu.


"Apa? Papa mengusir Mama dari rumah itu? Papa sungguh sangat keterlaluan sekali! Maksud Papa apa? Melakukan itu? Bukankah rumah itu sudah diberikan oleh Papa kepada Mama, sudah sangat lama sekali? Kenapa tiba-tiba Papa mengusir Mama begitu saja? Apa sebenarnya yang terjadi, huh?" Rasya begitu marah, mendengarkan apa yang disampaikan oleh ayahnya itu. Bahwa ayahnya telah mengusir Mamahnya dari kediaman mereka.


Saat ini, Rasya memang tinggal di sebuah apartemen yang posisinya lebih dekat dengan Cafe. Sehingga dia bisa bekerja dengan cepat dan juga lebih efisien. Tidak perlu menghabiskan banyak waktu di jalan. Karena rumah yang ditempati oleh Mamanya saat ini, sangat jauh dari tempat kerjanya Rasya. Itulah yang menjadi landasan. Kenapa Rasya lebih memilih untuk tinggal di sebuah apartemen seorang diri. Apartemen milik kakeknya Rasya yang sudah meninggal. Ayahnya Firman tentu saja.


"Mamamu melakukan kesalahan yang fatal! Oleh karena itu, Papa tidak bisa memaafkannya dan mengusirnya. Papa juga sudah mencabut semua fasilitas yang pernah Papa berikan kepada ibumu! Sudah, Papa hanya ingin mengatakan itu padamu. Sudah, Papa pergi dulu!" setelah berpamitan, Firman kemudian meninggalkan kafe tersebut. Dan meninggalkan tanda tanya besar di dalam hati Rasya.


"Kesalahan besar apa yang dimaksud oleh Papa? Sehingga membuat Papa begitu marah terhadap Mama? Apa jangan-jangan Mama sudah memiliki seorang kekasih? Apa itu artinya Papa sedang cemburu kepada Mama?" begitu banyak pertanyaan di hati Rasya yang tidak mampu dia jawab.


"Sebaiknya nanti aku menghubungi Mama dan bertanya mengenai permasalahan yang tadi dikatakan oleh Papa!" akhirnya Rasya memutuskan untuk melanjutkan pekerjaannya. Rasya meninggalkan tempat duduknya tadi. Saat berbicara dengan Yuke dan ayahnya.

__ADS_1


Sementara itu, Yuke yang melihat dan mendengarkan pembicaraan ayah dan anak itu. Hatinya kini kebat-kebit, tidak karuan. Yuke bingung sekarang, harus melakukan apa. Ternyata, laki-laki yang dia sukai adalah kakaknya sendiri. Yuke sudah patah hati sebelum berperang.


"Hah! Mungkin nasibku memang adalah jomblo Abadi! Sehingga selalu saja seperti ini. Selalu kalah sebelum berperang nasib nasib!" ujar Yuke sambil menarik nafas dalam-dalam lalu melepaskan dengan kasar.


"Apa yang terjadi denganmu? Kenapa kau mendesah begitu kasar? Apa ada masalah yang sedang kau hadapi Yuke?" Tiba-tiba saja, Ridwan sudah berdiri di samping Yuke. Sambil menepuk bahunya. Auto Yuke melotot,karena merasa terkejut dengan kehadiran Ridwan yang tiba-tiba tersebut.


"Gila lu ya! Ngagetin orang! Lu mau bunuh gue apa? Gimana kalau gue sampai jantungan, huh?" protes Yuke kepada Ridwan. Ridwan hanya tersenyum kuda, mendapatkan protes dari Yuke.


"Habisnya, lu ngelamun terus dari tadi! Dipanggil berkali-kali nggak dengar. Ya udah deh! Gue tepuk aja tuh bahu!" Ridwan nyengir kuda, Yuke mau marah tapi gak jadi.


Yuke melihat Rasya berjalan ke menuju ke arahnya. Hatinya sudah berdebar melihat pria yang selama berhari-hari ini menjadi kembang tidurnya. Yang ternyata adalah kakaknya sendiri. Rasya kini berada di hadapannya.


Yuka berusaha sekuat tenaga untuk bisa bersikap biasa saja. Agar Rasya tidak curiga. Bahwa dia adalah adik tirinya. Bisa-bisa Rasya langsung mengamuk dan memecat dia dari Cafe tersebut. Yuke tahu, kalau anak ayahnya itu sangat membenci ibunya. Yang telah merebut ayahnya Rasya. Sehingga memilih untuk menceraikan ibu kandungnya Rasya.


Kisah keluarga mereka memang sangat rumit dan bisa kalian baca di novel "Assalamualaikum Ustaz ku" kehidupan Laila dan Firman. Serta perjuangan Rasya, saat kedua orang tuanya akan bercerai. Jadi reader akan paham, bagaimana perasaan Rasya saat ini. Ketika bertemu dengan ayahnya lagi, setelah bertahun-tahun lamanya mereka tidak pernah bertemu.


Selama ini, Rasya memang selalu menghindari ayahnya tersebut. Karena hatinya masih terluka dengan penghianatan sang ayah. Yang telah tega meninggalkan Mamahnya demi istri mudanya. Yang katanya adalah cinta pertama sang ayah.


Rasya benar-benar ingin melupakan kejadian masa lalunya. Yang secara tidak sadar, telah membentuk jiwanya menjadi seorang apatis dan menutup diri terhadap dunia luar. Hari-hari, kehidupan Rasya hanya sibuk dengan bekerja dan fokus membesarkan kafe yang diwariskan oleh kakeknya. Rasya, nyaris tidak memiliki kehidupan pribadi sama sekali.

__ADS_1


Di saat teman-teman seusianya memilih hidup untuk bersenang-senang dan menjalin hubungan dengan wanita. Rasya lebih memilih untuk sibuk belajar dan meraih prestasi terbaik. Sehingga membanggakan sang kakek. Yang akhirnya mempercayakan semua warisan keluarga sang ayah kepada Rasya ketika beliau meninggal.


Yah! Firman membayar sangat mahal harga untuk meninggalkan Rasya dan Mamahnya. Firman kehilangan hak waris atas harta kedua orangtuanya. Kini semua kekayaan dan aset sang Kakek, jatuh ke tangan Rasya. Sebagai satu-satunya keturunan sang Kakek.


__ADS_2