
Setelah mendapatkan alamat keberadaan Marco. Andika, Cakra dan Bayu langsung meluncur ke tempat itu dengan penuh percaya diri.
Tentu saja di belakang mereka bertiga sudah bersiaga bodyguard milik Andika dan Bayu sebanyak 50 orang yang menyamar sebagai pengunjung di tempat saat ini buat marco sedang bertugas.
Para Bodyguard itu nantinya akan membuat keributan di tempat Marko berada dan kemudian berakting seakan-akan hanya keributan biasa. Sehingga tidak akan mengundang kecurigaan pihak Marco maupun jaringannyanya.
Dengan begitu santai Cakra, Andika dan Bayu masuk ke dalam ruangan di mana Marco saat ini sedang berada.
Mereka melihat pemandangan yang sangat luar biasa yang membuat Cakra langsung menutup matanya.
"Astaghfirullahaladzim ada apa dengan malam ini? Ya Allah ampuni hambamu ini! Mata suci ku sudah ternoda begitu banyak!" ucap Cakra sambil terus mengelus dadanya.
"Memang manusia kotor Seprti dia lebih baik di bumi hanguskan saja dari dunia ini. Daripada hanya membuat dosa dan menabur benih busuk milik dia di mana-mana! Dan merusak para gadis yang tidak berdosa!" ucap Bayu dengan kesal dan penuh amarah di matanya saat menatap Marco yang sedang kebingungan mencari pakaiannya.
Gadis yang tadi terlihat bercinta dengan seru bersama Marco sudah ketakutan dan langsung memunguti pakaiannya yang ada lantai dan langsung menggunakannya secara asal. Kemudian dia pergi meninggalkan tempat itu dengan ketakutan.
"Kurang ajar siapa kalian yang berani mengganggu kesenangan ku!" ucap Marco menggeram.
Tampak Cakra sedang menghancurkan CCTV yang ada di dalam ruangan itu dengan menggunakan tongkat bisbol yang tadi dia bawa dari rumah.
"Hentikan sialan! Berani sekali kau merusak fasilitas di club milikku! Apa kau sudah bosan hidup huh?" ucap Marko dengan mata berapi-api tampak kemarahannya begitu besar yang dia perlihatkan kepada Cakra. Cakra dan Bayu terus saja Menghancurkan dan tidak mau berhenti untuk terus memukuli segala barang-barang yang dia temui di dalam ruangan marco.
"Kenapa kau tidak berani untuk melawanku?? Kau hanya gagah di hadapan para gadis yang lemah!" ucap Andika menatap sinis kepada Marco yang sekarang mulai menciut nyalinya.
__ADS_1
Secara sekilas Marco sudah melirik keadaan clap miliknya yang telah hancur berantakan oleh anak buah yang dibawa Andika.
"Semua cctv di klub ini sudah kami hancurkan jadi kau tidak akan bisa menggunakan itu sebagai bukti untuk menuntut kami. Kau hanya bisa berjanji kepadaku untuk tidak bermain-main lagi dengan putriku Amanda! Sekali lagi kau macam-macam, pasti akan aku hancurkan seluruh club sarang dosa milik keluargamu!" ucap Andika sambil menggetok kepala Marco dengan tongkat bisbol yang ada di tangannya. Kepala Marco yang saat ini sedang menunduk dan ketakutan terhadap Andika, seketika langsung meringis merasakan sakit yang tidak terkira karena Andika memberikan tenaga yang besar ketika dia memukul kepala Marco.
"Beraninya kau melakukan semua ini padaku! Percayalah keluarga Ferguso pasti akan menuntut balas kepada kalian!" ucap Marco dengan suara gemetar.
Terdengar suara tawa mereka bertiga. Ketika melihat laki-laki yang saat ini sedang ketakutan itu bahkan kini sampai terkencing-kencing di celananya.
"Lihatlah Om laki-laki berengsek ini sampai terkencing-kencing di celana! Hahaha lucu sekali!" ucap Cakra yang memegangi perutnya karena merasa sakit. Karena terlalu banyak tertawa gara-gara melihat Marco yang sudah pucat pasi wajahnya saat ini.
"Katakan pada ayahmu kalau ingin menuntut balas maupun kerugian untuk kejadian malam ini. Dia boleh datang ke Indonesia atau ke Subai untuk mencari Andika Abimana!" ucap Andika dengan suara bariton sehingga membuat Marco merasa ketakutan dengan Aura membunuh yang dia pancarkan di dalam ruangan itu.
"Kau tunggulah pembalasan dari keluarga Ferguso!" ucap Marco dengan suara gemetar dan ketakutan.
"Ayo pah kita segera pulang! Aku sudah muak melihat laki-laki berengsek ini. Eh, kau! Kutu busuk! Ingat ya, sekali lagi kok mencari masalah dengan kakakku, Amanda Abimana, jangan harap kau bisa melihat matahari esok pagi!" ucap Cakra dengan penuh emosi sambil meng kepala kepala Marco dengan tongkat bisbol yang ada di tangannya.
Marco tidak berdaya sama sekali melihat kemarahan Andika, Cakra dan Bayu yang kini telah menghancurkan dan memporak-porandakan klub miliknya hingga berkeping-keping.
Setelah mereka bertiga meninggalkan klub miliknya. Marco langsung menghubungi ayahnya dan mengadukan segala yang terjadi malam ini.
"Pah datanglah ke klub milikku ada seseorang yang menghancurkannya sampai hancur lebur Papa harus membalaskan sakit hatiku kepada manusia Brengsek itu!" ucap Marco sambil terisak dalam tangisnya ketika berbicara dengan ayahnya.
"Dasar anak brandal! Clubmu dihancurkan orang lain. Bukannya kau melawan kau malah menangis padaku. Dasar kau betul-betul sangat memalukan!" ucap ayahnya Marco dengan emosi yang meluap.
__ADS_1
"Mereka membawa banyak anak buah Pah anak buahku tidak sanggup menghadapi mereka!" ucap Marco menjelaskan kepada ayahnya.
"Cepat kau pulang! Karena papa ingin mendengarkan semua kronologisnya secara lengkap. Papa tidak ingin mengambil tindakan yang gegabah dan pada akhirnya akan merugikan seluruh organisasi!" ucap ayahnya Marco dengan suara keras memerintahkan kepada putranya untuk segera pulang ke rumah.
" Baiklah Pah Marco akan pulang!" Marco kemudian langsung menutup panggilan teleponnya.
Dengan perasaan malu dan takut. Marco melewati para anak buahnya dan juga karyawannya yang saat ini sedang sibuk membereskan klubnya yang sudah kacau balau gara-gara perbuatan anak buahnya Andika yang membabi buta.
"Awas saja! Aku pasti akan membalas semua perbuatan mereka!" ucap Marco penuh emosi dan amarah yang membuncah di dadanya.
Begitu sampai di kediaman Ferguso, Marco langsung disambut oleh kepala pelayan yang bekerja di kediaman ayahnya.
"Mari Tuan muda. Tuan besar sudah menunggu anda sejak tadi!" ucap kepala pelayan tersebut mempersilahkan Marco untuk langsung pergi ke ruang kerja ayahnya.
Dengan perasaan takut Marco melangkahkan kakinya dan mengalami tangan ayahnya yang saat ini sedang menatap tajam kepadanya.
"Cepat ceritakan kenapa sampai mereka menghancurkan clubmu! Pasti itu gara-gara kau berbuat tingkah dan membuat masalah di luar sana!" ucap ayahnya dengan nada bariton kepada putranya yang saat ini sedang ketakutan menatap ayahnya.
"Saya tidak kenal mereka tiba-tiba saja mereka datang ke klub dan mengancamku!" ucap Marko sambil menundukkan kepalanya.
"Apa yang dikatakan orang itu kepadamu? Cepat katakan!" perintah ayahnya marco.
Marco kemudian mengulang kembali apa yang dikatakan oleh andika kepadanya.
__ADS_1
"Katakan pada ayahmu kalau ingin menuntut balas maupun kerugian untuk kejadian malam ini. Dia boleh datang ke Indonesia atau ke Subai untuk mencari Andika Abimana!"
Alvin Ferguso merasa sangat marah mendengarkan tantangan Andika terhadap dirinya. "Kurang ajar!" ucap ayahnya Marco sambil mengepalkan kedua tangannya.