
"Kamu kenapa, sayang?" tanya Kesya bingung.
"Tuh lihat aja kelakuan anak Tante!" tunjuk Syifa ke arah Adrian dan Yuke, yang kini tampak berjalan beriringan ke arah mereka. Hati Asyifa tiba-tiba merasa sakit tanpa dia tahu kenapa hatinya begitu. Merasa sakit, ketika melihat Adrian tampak akrab dengan perempuan lain.
"Dengerin dulu penjelasannya Adrian! Jangan asal tarik kesimpulan aja! Udah kamu duduk! Biar nanti kami yang urus semua ini!" ucap Ilham mulai kesal dengan kelakuan Asyifa yang selalu ceroboh dan terburu-buru.
Adrian dan Yuke sekarang sudah berada di hadapan mereka. Adrian mempersilahkan Yuke untuk duduk di samping Syifa, sementara Adrian duduk di sebelah Papahnya. Syifa merasa panas hatinya, ketika melihat Adrian yang menarik kan kursi untuk Yuke.
"Romantisnya!" cicit Asyifa kesal sambil melirik Yuke sekilas, tiba-tiba Syifa merasa benci dengan sahabatnya.
"Kamu kenapa? Marah-marah gak jelas!" tegur Mamanya Syifa sambil menepuk pundak Syifa yang masih cemberut.
"Gini Mah, Pah, Om dan Tante, Ardian tuh tadi kan kehilangan ponsel Adrian, kebetulan gitu, ini yang nemuin ponsel Adrian itu, Yuke! Dia nemu ponsel Adrian di depan parkiran sana! Jadi, tadi Adrian ketemuan cuma untuk mengambil ponsel doang! Nggak lebih! Nggak kurang! Cuman itu doang!" Adrian mencoba menjelaskan, jangan sampai nanti ada kesalahpahaman terhadap dirinya.
"Ya Adrian! Om percaya kok, dengan keterangan Kamu! Udah duduk, aja! Ayo, kita mulai makan siangnya. Om juga udah laper nih, dari tadi nggak makan-makan, kita cuma ngomong aja!" ucap Ilham mencairkan suasana yang tampak canggung. Ilham belum mengetahui bahwa Yuke adalah anaknya Laila dan Firman.
__ADS_1
"Ketemuan buat ngambil ponsel, pakai acara pegangan tangan segala! Bilang aja kalau kalian itu sedang bermain di belakang gue! Dasar munafik!" cicit Syifa kesal. Adrian melirik sekilas kepada Syifa.
'Apakah Syifa cemburu dengan gue? Ajaib!' bathin Adrian.
'Wah, kenapa sial bener nasib gue, ya? Masa gue harus bersaing dengan anaknya Om Ilham, sih? Mantan suami dari Nyokap gue? Wah, gak bener ini!' Yuke udah frustasi duluan. Sudah kalah sebelum bertanding.
"Syifa! Kami itu, tadi nggak sengaja, pegangan tangan, pas gue mau ngasih ponselnya Adrian! Kamu jangan marah kayak gitu dong! Kita tuh nggak sengaja ketemu tadi. Aku cuma mau balikin ponselnya dia doang kok! Percaya sama gue!" ucap Yuke berusaha meyakinkan sahabatnya.
"Udah ah, gue males bicara sama lu! Gue mendingan pergi aja! Aby, Umy, urus aja deh masalah pernikahan itu! Terserah kalian mau membatalin atau ngelanjutin! Gue udah males soalnya!" Asyifa sudah bersiap untuk pergi, sebelum Ilham bangkit dengan mata memerah menatap ke arahnya. Syifa seketika menciut nyalinya.
"Maafkan Syifa, Aby!" Syifa langsung duduk kembali di kursinya. Ketakutan melihat kemarahan Abynya yang dia sayangi. Yuke menatap wajah Ilham, mantan suami Mamanya. 'Dia tampan, pantas saja, sampai sekarang, Mama masih gagal move on dari dia!' bathin Yuke.
"Sudah Pak Kyai, nggak usah diperpanjang lagi masalah ini. Ayo kita makan saja! Setelah itu kita pulang dan beristirahat, mempersiapkan tenaga dan pikiran untuk hari pernikahan mereka yang tinggal dua hari lagi!" ucap Andika menengahi konflik yang terjadi di antara ayah dan anak serta Adrian dan calon menantunya.
"Maafkan kami, ya Andika, Kesya. Karena kami benar-benar sudah gagal mendidik anak kami. Kami sungguh merasa malu dengan semua ini, dengan semua perbuatan Syifa yang sudah membuat kalian jadi resah dan kecewa. Maafkan kami sekali lagi!" ucap Ilham menundukkan kepalanya. Sedih dan malu, itulah yang saat ini dirasakan oleh Ilham sebagai seorang ayah.
__ADS_1
"Aby, maafin Shifa ya? Syifa udah bikin Aby jadi sedih dan kecewa. Syifa janji! Syifa akan memperbaiki diri Aby! Tolong jangan marah lagi sama Syifa!" gadis bengal itu kini malahan ikutan menangis dan memeluk Abinya, yang masih merasa sedih melihat Syifa yang berperilaku seperti wanita jalanan yang tidak berpendidikan.
"Betul kamu janji, akan memperbaiki kelakuan kamu? Kami hanya ingin, kamu bisa menerima pernikahan ini dengan ikhlas! Tolonglah! Perbaiki diri kamu, jangan bikin kami malu sebagai orang tua kamu!" ucap Ilham sambil menyusut air mata di pipinya.
Yuke tampak sedih juga, melihat suasana yang tiba-tiba berubah menjadi dramatis ini. Andika dan Kesya hanya saling pandang. Adrian malah bengong terlongong, melihat Asyifa yang kini malah menangis di pelukan Abynya. Tidak percaya, gadis bengal itu bisa menangis.
Setelah acara makan siang selesai, mereka akhirnya kembali ke kediaman masing-masing. Mereka akhirnya memutuskan untuk melanjutkan rencana pernikahan antara Adrian dan Syifa. Yang akan dilaksanakan dua hari lagi. Di gedung tadi, yang sudah disetujui oleh mereka berempat.
Sementara itu, Yuke kini termenung di kamarnya, merasa tidak percaya bahwa pria yang sudah berhasil mencuri hatinya, ternyata adalah calon suami dari sahabatnya sendiri. Yuke memang sudah hampir 2 tahun tinggal sendiri di sebuah kontrakan sederhana. Yuke memutuskan untuk hidup mandiri, tanpa bantuan kedua orang tuanya yang kaya dan Raya.
Tanpa Yuke sadari, ternyata dirinya bekerja bersama dengan Rasya, anak dari mantan istri ayahnya. Selama ini Firman memang menyembunyikan fakta tentang anak dan istrinya yang pertama dari Yuke. Firman ingin menyelamatkan image dirinya di hadapan putrinya.
Firman tampaknya tidak tahu, bahwa Laila sudah menceritakan semua kisah hidup keluarga mereka, kepada Yuke. Itulah yang membuat Yuke merasa malu untuk tinggal bersama kedua orang tuanya, dan akhirnya memilih hidup mandiri di luar. Tanpa membawa nama keluarganya.
"Ya udahlah! Kayaknya gue harus ikhlasin perasaan gue ini! Gue juga nggak mungkin, ngerusak rencana pernikahan antara Adrian dan Syifa. Gue nggak mau hal ini menjadi sebuah kutukan di keluarga gue. Cukup Mama gue, yang udah ngerusak pernikahan Papah dan istri pertamanya!" akhirnya Yoga memutuskan untuk menghapus perasaan cintanya untuk Adrian.
__ADS_1
Yuke aekarang akan bersiap untuk berangkat bekerja, karena shift kerja dia saat ini adalah malam. Oleh sebab itu tadi dia bisa bersantai-santai di cafe bersama dengan Syifa. Yuke merasakan hatinya hampa, setelah memutuskan untuk melupakan cinta pertama yang hadir dalam hidupnya.