Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai

Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai
40. Kesya Mengamuk


__ADS_3

"Adrian!" teriak Kesya karena kesal.


"Ada apa, Mah?" tanya Andika merasa heran.


"Lihat, Pah! Makanan yang tadi siang Mamah suruh bawa ke kantor Adrian oleh Asyifa, tidak di sentuh sama sekali!" Kesya memperlihatkan kotak makan siang itu ke hadapan suaminya, Andika hanya geleng-geleng saja, melihat anak dan Ibu yang lama tidak bertemu, sekalinya bertemu malah lebih mirip dengan Tom and Jerry, tiada teriakan di antara mereka. Sungguh bikin frustasi.


"Ko, kamu diam saja, sayang?" tanya Kesya kesal.


"Sayang, biarkan saja! Adrian pasti punya pertimbangan sendiri. Jangan terlalu ikut campur dalam kehidupan dia!" ucap Suaminya sambil menarik istrinya ke pelukannya.


"Malu, Mas! Kalau Adrian tiba-tiba keluar bagaimana?" protes Kesya sambil menjauh dari suaminya, tapi Andika malah semakin mengeratkan pelukannya. Mulai mencium sang istri yang selalu menjadi candu baginya.


Kesya jadi terbawa suasana, melihat suaminya yang begitu memanjakan dirinya, walaupun usia mereka tak lagi muda, tetapi cinta di antara mereka tak pernah padam. Andika masih memperlakukan Kesya seperti pengantin baru, selalu romantis dan Hot.


"Kalian berdua, telah menodai mataku yang masih suci ini! Ckckck!" Decak Adrian dengan muka masamnya. Kesya terkejut mendengar suara Adrian, repleks mendorong tubuh suaminya, mukanya merah padam, karena malu.


"Kau bisa pergi dari sini, kalau keberatan!" ucap Andika sambil mencium bibir istrinya lagi, tapi Kesya sudah hilang minat, malu terhadap Adrian, putra sulungnya.


"Cih, Papah memang orang paling menyebalkan!" sengit Adrian lalu pergi ke luar apartemennya dengan kesal.


"Duh, begini amat, ya? Punya orang tua yang bucinnya tingkat stadium lima! Bikin senewen aja!" keluh Adrian, merasa risih melihat kemesraan Mamah dan Papahnya kalau sedang bersama. Dadanya masih bergemuruh kencang gara-gara melihat adegan 21+ secara livs taxi.


"Dasar Papah! Mau mesra-mesraan bukannya di kamar, malah di ruang tamu, sekarang aku yang kesusahan begini!" Adrian bersungut-sungut kesal dengan kelakuan kedua orangtuanya yang tidak tahu tempat itu kalau mau bermesraan dengan pasangan mereka.

__ADS_1


"Mata suciku harus melihat mereka berdua yang tingkat bucin akut! Bermesraan begitu tidak lihat tempat, bisa ternoda nantinya hati dan aku jadi berpikir yang aneh-aneh nanti!" rutuk Adrian frustasi.


"Aku mau kemana, ya? Bosan sekali! Aih, pulang Kerja, harusnya istirahat, ini malah keluyuran gak jelas kayak gini!" Adrian kesal bukan main. Tanpa sengaja, Adrian menendang botol minuman air mineral.


"Au... orang gila mana, yang sembarangan nendang botol minuman?" tiba-tiba seseorang berteriak kesakitan. Adrian sampai terkejut. "Wah, sial! Ada-ada aja!" rutuk Adrian tambah kesal karena orang yang tadi kena botol bekas yang dia tendang kini mendekati dirinya.


"Maaf, tadi tidak sengaja!" ucap Adrian mulai panik.


"Gila, loe ya! Udah malam gini, malah cari perkara dengan orang lain!" ucap orang tersebut. Begitu mendekati satu sama lain, keduanya malah berteriak tambah kenceng.


"Loe?" teriak seorang wanita yang selama beberapa hari ini selalu mengganggu pikiran Adrian.


"Kenapa jadi loe?" Adrian tidak kalah senewen ketika melihat korban tendangan botol bekas tadi.


"Loe gak punya kerjaan ya?" sengit Asifa. Tidak kalah keras dengan Adrian. Muka keduanya sudah sama-sama tidak sedap untuk dipandang.


"Suntuk, di rumah Aby sama Umy, ceramah Mulu!" sungut Asyifa sambil mengerucutkan bibirnya.


"Gue juga suntuk, di rumah, nyokap sama bokap, kerjanya mesra-mesraan aja! Menodai mataku yang masih suci ini!" Adrian misuh misuh, keduanya malah akhirnya tertawa terbahak-bahak, merasa lucu dengan keadaan sendiri.


"Ah, orang tua kita, tidak ada yang bisa menolong lagi!" ucap Asyifa mulai merasa rileks bicara dengan Adrian,yang lima hari lagi akan resmi menjadi suaminya.


"Suami?" tiba-tiba Asyifa bergumam.

__ADS_1


"Apa?" tanya Adrian tiba-tiba. Asyifa hanya menggelengkan kepalanya, merasa konyol dengan pikirannya.


"Jangan bilang, kalau loe sedang mikirin gue sebagai suami loe!" tuduh Adrian sambil menuding hidung Syifa.


"Kagak! Jangan main fitnah, ye!" Asifa sudah gelagapan, sudah bersiap untuk pergi, tapi entah kenapa, tiba-tiba tubuhnya merasa pusing, hingga limbung dan menimpa tubuh Adrian yang sedang bersiap untuk pergi juga.


Tubuh Asyifa langsung jatuh di atas tubuh Adrian, dan bibir mereka bertemu kembali untuk yang kedua kali, percis kejadian sebelumnya, Adrian buru-buru bangkit, karena takut nanti ada yang melihat lagi menjadi itu, bisa di arak orang satu kompleks, bisa bahaya.


"Bangun! Berat tahu?!" ujar Adrian, matanya sudah melihat ke sana ke mari, ngecek siapa tahu ada orang di sekitar mereka. 'Ah, untung gak ada orang!' Adrian menghembus nafas lega, Syifa masih berusaha bangkit, tapi tiba-tiba saja, Asyifa jatuh pingsan di atas tubuh Adrian, dengan bibir mereka yang kembali bertaut.


Jantung Adrian seketika berdenyut kencang, matanya seketika mengabur, tanpa sadar, Adrian ******* bibir ranum yang ada di atasnya. Tangan Adrian melingkar di tengkuk Asyifa yang masih pingsan.


Adrian masih menikmati momen itu, tapi ko, semakin lama, Adrian merasa heran, Adrian kira, Syifa menutup matanya karena sedang menikmati ciuman mereka berdua, Adrian mengguncang tubuh Syifa, tapi tidak bergeming.


Untung saja suasana di taman begitu lengang, ya, namanya sudah hampir tengah malam, semua orang pasti sudah meringkuk di kasur mereka dengan pasangan mereka, "Ah, gara-gara Papah sama Mamah, aku jadi terjebak disini dengan gadis Nyebelin ini!" Adrian berusaha menyingkirkan tubuh Asyifa dari tubuhnya, tapi sungguh bukan hal yang mudah, butuh perjuangan yang keras.


Adrian ngos-ngosan, tenaganya terkuras untuk menyingkirkan tubuh Asyifa, Adrian mulai panik, dari tadi Asyifa di panggil-panggil sama sekali tidak menyahut.


"Syifa! Ayo bangun! Kenapa kau malah tidur di jalan kayak gini?" Adrian mengguncang tubuh calon istrinya tersebut. Tapi gagal, dengan panik, Adrian mengangkat tubuh Asyifa ke dalam mobilnya, niatnya mau di bawa ke rumah sakit.


Saat Adrian akan mengangkat tubuhnya, tiba-tiba Asyifa sadar, Adrian menghembuskan nafasnya lega, "Ah, kau bikin panik saja!" cicit Adrian sambil melihat ke arah Asyifa, yang tampak masih bingung.


"Kenapa aku ada disini? Apa yang sudah kau lakukan kepadaku?" Asyifa sudah panik, diperiksanya tubuhnya dan ssmua yang melekat, Syifa menarik nafas lega.

__ADS_1


"Sebentar, jangan bilang, kalau kamu berpikir kalau aku habis melecehkan kamu?" mata Adrian auto melotot, tidak percaya dengan apa yang dipikirkan gadis di sebelahnya saat ini. Asyif tertunduk malu. "Maaf! Aku hanya panik!"


"Kau memang luar biasa!" ucap Adrian tidak percaya. Dirinya dianggap pria mesum oleh gadis yang masih bau kencur itu. 'Bau kencur?' seketika wajah Adrian memerah, mengingat dirinya tadi mencuri ciuman dari Asyifa yang tiba-tiba jatuh pingsan.


__ADS_2