Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai

Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai
108. Usaha Cakra 2


__ADS_3

"Keluarga Clarkson itu memang yang selama ini selalu mencari masalah dengan keluarga kita! Ada apa memangnya Cakra?" tanya Andika tampak mulai geram.


"Cakra hanya ingin tahu saja Pah, tentang mereka!" ucap Cakra berusaha untuk menyembunyikan masalah terhadap ayahnya.


Tetapi Andika bukanlah orang yang bodoh. Andika biasa mengerti dan dia juga bisa merasakan bahwa ada sebuah masalah besar yang saat ini sedang dihadapi oleh putranya.


"Apakah keluarga clarkson mencari perkara denganmu?" tanya Andika di seberang sana.


"Putra mereka yang bernama Steven Clarkson telah menikah dengan Sulis, Pah! dua hari yang lalu!" ucap Cakra dengan suara serak karena rasanya itu adalah sebuah kenyataan yang sangat pahit bagi dirinya.


"Sungguh lancang sekali mereka mencari permasalahan dengan kita. Tenanglah Papa pasti akan membalas semua perbuatan mereka!" ucap Andika dengan jengkel sekali.


Dia kesal krena cita-citanya untuk berbesan dengan Bayu gagal total. Padahal mereka berdua sudah merencanakan akan menyatukan perusahaan mereka apabila Cakra dan Sulis sudah menikah nanti.


"Hari ini Cakra dan om Bayu akan pergi ke Inggris untuk menyelidiki pernikahan Sulis dengan Steven. Rasanya ada sesuatu yang janggal dan sebuah misteri yang harus Cakra diungkapkan di sini!" ucap Cakra memberikan informasi kepada ayahnya. Bahwa hari ini dirinya akan berangkat ke Inggris bersama Bayu, ayahnya Sulis.


"Baiklah kau hati-hatilah di sana. Mereka itu para penjahat keji. Papa akan mengirimkan 10 orang Bodyguard untuk menemanimu di sana. Apakah kau akan berangkat hari ini?" tanya Andika kepada putranya.


"Betul Pah! Kami akan berangkat hari ini. Saat ini Cakra sedang berada di rumah kediaman Om Bayu. Cakra sedang menunggu Om Bayu untuk mempersiapkan dirinya dan kami akan berangkat sekarang juga!" jawab Cakra.


"Baiklah papa akan segera menghubungi tim Bodyguard Perusahaan kita. Agar ikut dengan kalian ke Inggris. Kamu harus ingat di sana tidak boleh bersikap gegabah. Karena mereka bukanlah orang-orang baik. kau harus selalu bersama dengan para bodyguardmu apa kau ingat itu Cakra?" ucap Andika mengingatkan kepada Cakra untuk selalu berhati-hati selama dia tinggal di Inggris.

__ADS_1


"Bilang sama Bayu! Agar dia juga harus membawa bodyguardnya karena mereka tidak bisa dihadapi dengan sepele!" kembali Andika berpesan kepada Cakra.


"Baik Pah! Cakra akan sampaikan sama Om Bayu. Papa juga hati-hati di sana. Dan tolong jaga kesehatan papa!" ucap Cakra kemudian dia menutup panggilan tersebut karena dia melihat Bayu sudah keluar dari kamarnya.


"Om papa berpesan untuk Om juga membawa Bodyguard. Karena yang akan kita hadapi bukanlah orang-orang sembarangan!" ucap Cakra menyampaikan pesan dari ayahnya kepada Bayu.


Bayu tampak mengerutkan keningnya seperti tidak paham dengan maksud yang dikatakan oleh Cakra kepada dirinya.


"Om tidak mengerti Cakra! Bukankah kita hanya akan menemui Sulis? Kenapa harus membawa bodyguard segala?" tanya Bayu seakan tidak paham dengan keinginan Andika.


"Papa bilang kalau keluarga Clarkson itu memang adalah yang selalu mencari masalah dengan papa dan mereka adalah para penjahat. Jadi kita harus hati-hati Om! Papa juga sudah mengirimkan 10 orang Bodyguard untuk selalu menemani saya!" ucap Cakra menerangkan semua situasi saat ini kepada Bayu yang tampak mengganggukan kepalanya.


"Baiklah! Ayo kita berangkat! Team Bodyguard Om, akan menunggu kita di bandara!" ucap Bayu kepada Cakra.


Mereka berdua kemudian langsung menuju bandara. Karena Cakra memutuskan untuk tidak membawa apa-apa ke sana dia akan membeli pakaian langsung di Inggris karena dia tidak ingin membuang-buang waktu untuk kembali ke apartemennya hanya untuk dirinya mempersiapkan segala kebutuhannya.


"Kau tidak membawa apa-apa Cakra?" tanya Bayu tampak heran karena Cakra saat ini pergi tidak membawa apapun.


"Tidak apa-apa Om! Nanti saya bisa membeli kebutuhan saya di sana, jangan khawatirkan saya!" ucap Cakra sambil tersenyum kepada Bayu yang sepertinya mengkhawatirkan dirinya saat ini.


"Ya sudah Om percaya dengan pemikiran dan juga penilaianmu! Apa yang akan kau lakukan ketika bertemu dengan Sulis dan Steven?" tanya Bayu merasa penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh Cakra terhadap Putri dan menantunya.

__ADS_1


"Entahlah Om! Cakra belum memikirkannya. Tapi yang jelas, Cakra hanya ingin berusaha untuk mengkonfirmasi saja. Apa yang terjadi di sana dan kenapa sampai Sulis melakukan hal konyol seperti ini! Karena Cakra sangat tahu, kalau Sulis sangat mencintaiku dan dia berjanji akan selalu setia padaku. Akan tetapi, kenapa tiba-tiba dia melakukan hal seperti ini? Pasti ada misteri di belakangnya!" ucap Cakra dengan penuh keyakinan.


"Om juga sangat bingung sekali dengan apa yang terjadi dengan Sulis. Kenapa dia tiba-tiba saja menelpon Om tengah malam buta dan meminta agar Om mau menikahkan dia di Inggris!" ucap Bayu menceritakan kronologis pernikahan Sulis dengan Steven.


"Tetapi saat itu, om benar-benar menolak pernikahan itu. Bahkan waktu itu Sulis sampai menangis terisak. Ini salah om, karena waktu itu tidak peka dan membiarkannya begitu saja. Sampai akhirnya menjadi masalah sebesar ini. Jujur ini adalah kesalahan Om Cakra. Kalau saja waktu itu om langsung mendatangi Sulis. Pasti tidak akan terjadi hal sebesar ini!" ucap Bayu sambil menundukkan kepalanya tampak bening kristal mengalir dari kelopak matanya.


Seorang pria paruh baya yang tetap terlihat sangat tampan dan sangat mempesona. Kini matanya berderai air mata. Tampak sekali kesedihan yang begitu kentara di wajahnya. Ketika dia memikirkan nasib putrinya yang berada di negeri orang bersama seorang laki-laki yang tidak dia kenal sama sekali.


"Tenanglah Om kita akan menyelidiki semuanya! Cakra berjanji akan berusaha untuk menolong Sulis kalau dia memang dalam keadaan bermasalah di sana!" ucap Cakra menenangkan Bayu yang tampaknya saat ini pikirannya sedang kalut memikirkan putrinya satu-satunya.


"Om tidak mengharapkan yang berlebihan Kau hanya menginginkan Sulis hidup bahagia dengan laki-laki yang dia cintai!" ucap Bayu dengan suara perlahan.


"Ya Om! Kita doakan saja semua yang terbaik. Saya pun akan bahagia kalau Sulis hidup berbahagia di sana! Om tidak usah khawatir, saya mendatangi Sulis bukan untuk mencari masalah dengan dia maupun dengan suami Sulis!" ucap Cakra pelan, berusaha untuk menenangkan Bayu agar hatinya tenang.


"Om percaya dengan kualifikasi kamu Cakra. Bahwa kamu adalah laki-laki yang baik dan juga bertanggung jawab! Om sungguh menginginkan kalian berdua agar bisa menikah. Tetapi takdir mengatakan hal yang lain! Om sungguh menyesali semua ini Cakra!" ucap Bayu sambil menyeka air matanya yang tidak mau berhenti mengalir.


"Jodoh, maut dan rezeki itu sudah ada yang mengatur Om. Kita tidak bisa protes dengan hal itu. Kita manusia hanya disuruh untuk berusaha. Adapun hasilnya adalah Tuhan yang akan memutuskannya!" Cakra dengan suara pelan kemudian Cakra meleleh untuk mengalihkan pandangannya ke arah jendela.


Tampak bulir air mata mengalir di kelopak mata Cakra. Cakra tidak ingin kalau Bayu akan melihat kesedihannya saat ini. Oleh karena itu dia memilih untuk diam dan melihat jalanan di luar sana.


Bayu yang mengetahui bahwa Cakra saat ini sedang menangis. Dia pun akhirnya memilih untuk diam saja.

__ADS_1


__ADS_2