Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai

Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai
110. Akhirnya


__ADS_3

Giorgio terbahak mendengarkan teguran dari adiknya yang sudah sangat lama tidak dia temui. mereka berdua bekerja di perusahaan keamanan yang berbeda itulah yang membuat mereka jadi jarang bertemu.


"Semakin dewasa kau semakin membosankan saja Andrew! Ayolah adikku sayang! Nikmatilah hidupmu. Kita saat ini tidak sedang bertugas. Kita masih dalam perjalanan. Setelah kita turun dari pesawat ini, kita akan menghadapi kehidupan yang penuh dengan bahaya dan membahayakan nyawa kita semua. Tidak apa-apa kalau saat ini kita menikmati sedikit kehidupan kita dengan bersantai dan juga bersenda gurau." ucap Giorgio sambil merangkul bahu adiknya yang sangat dia rindukan.



Visualisasi giorgio dan Andrew


"Terserahlah apa yang mau kau katakan. Tapi yang jelas, aku saat ini sangat lelah dan aku ingin istirahat. Kau nikmati saja apa yang ingin kau lakukan. Aku pergi dulu!" dia meninggalkan Giorgio bersama anak buah mereka berdua.


"Kalian semua istirahat juga! Karena saya pun akan beristirahat dengan adik saya yang sudah lama tidak bertemu dengannya!" ucap georgio kemudian dia pun mengikuti Andrew menuju ruangan untuk tidur.


Jet pribadi milik Abimana group memang mewah dan dilengkapi dengan ranjang mini yang bisa digunakan oleh mereka untuk beristirahat apabila merasa lelah dengan perjalanan.



Visualisasi pilot yang mengendarai jet pribadi milik Abimana grup.


Akhirnya semua yang ada di dalam pesawat itu beristirahat di ruangan yang tersedia. Bagi yang tidak kebagian ruangan istirahat, mereka terpaksa tidur di kursi mereka. Karena mereka memang sudah lelah dengan perjalanan yang begitu panjang dan sangat melelahkan.


Setelah pesawat mereka sampai di Inggris. Para pramugari membangunkan mereka untuk bersiap dan duduk kembali di tempat mereka masing-masing. Mereka semuanya diperintahkan untuk mengencangkan seatbelt dan bersiap untuk pendaratan di bandara tujuan mereka.


"Akhirnya kita semua sampai juga di Inggris! Sungguh ini benar-benar penerbangan yang sangat melelahkan!" ucap Anton salah satu Bodyguard Cakra sambil meregangkan badannya rasa kaku karena terlalu banyak duduk di pesawat.


Mereka kemudian langsung menuju Mansion milik Abimana grup yang ada di Inggris.


"Om akan ikut kami atau bagaimana?" tanya Cakra kepada Bayu.


"Kebetulan Om juga memiliki mansion di Inggris jadi Kami semua akan menuju ke sana! Kau hubungi om kalau sudah siap untuk bertemu dengan Sulis! Om akan menghubungi Sulis untuk datang ke Mansion sehingga kalian bisa bertemu secara pribadi tanpa harus diganggu oleh Steven!" ucap Bayu kepada Cakra.

__ADS_1


"Baiklah Om kita bisa melakukan itu. Untuk sementara Saya akan membeli beberapa kebutuhan dulu yang saya butuhkan selama kita tinggal di Inggris!" ucap Cakra kemudian dia berpamitan kepada Bayu yang sudah dijemput oleh anak buahnya yang ada di Inggris.


"Kau harus berhati-hati selama tinggal di Inggris Cakra! Ingatlah, jangan jauh-jauh dari para bodyguardmu. Kau harus mengingat saat ini kita sedang berada di negara orang lain dan saya yakin bahwa ayahmu memiliki banyak musuh di dunia bisnis!" ucap Bayu berpesan kepada Cakra sebelum mereka berdua berpisah.


"Ya Om! Terima kasih atas perhatian Om. Om juga harus berhati-hati. Saya yakin Om pun tidak kurang musuh di dalam dunia bisnis. Kalau mengingat sepak terjang Om yang luar biasa di dunia bisnis!" ucap Cakra sambil tersenyum kepada Bayu yang saat ini sedang tertawa terbahak-bahak.


"Om senang kamu sudah bisa mulai bercanda lagi. Baiklah kita berdua berpisah dulu di sini. Karena Om benar-benar sangat lelah sekali. Om juga sudah lapar. Kita akan bertemu setelah kau siap untuk bertemu dengan Sulis!" ucap Bayu kemudian dia berpamitan kepada Cakra karena dia harus segera pergi ke Mansion milik pribadinya untuk segera beristirahat tentu saja.


Berdasarkan agenda yang sudah disusun oleh Bayu. Selain untuk menemui Sulis dia juga ingin memantau perusahaan miliknya yang ada di Inggris yang selama ini dia percayakan kepada manajemen profesional yang bekerja kepadanya.


Begitu sampai di Mansion Bayu dan juga para bodyguard-nya langsung bersiap untuk makan malam. Setelah itu mereka beristirahat dengan tenang setelah perjalanan yang begitu melelahkan.


"Aku harus menelepon Sulis sekarang juga. Aku akan tentang kedatangan kami dan bertanya kepadanya. Kapan dia bisa bertemu dengan kami agar bisa berdiskusi dengan tenang!" ucap Bayu kepada dirinya sendiri.


Bayu kemudian menghubungi Sulis melalui ponselnya. "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!" ucap Bayu memberikan salam kepada Putri tercintanya.


"Papa baik-baik saja Sayang! Bagaimana dengan keadaanmu?" tanya Bayu dengan rasa cemas yang ada di dalam hatinya.


"Alhamdulillah Sulis baik-baik saja Pah!" ucap Sulis dengan gugup.


"Saat ini Papa sedang ada di Inggris. Apakah kita bisa bertemu Sulis?" tanya Bayu kepada putrinya yang saat ini tampak terdiam.


"Papah ada di Inggris? Kenapa Papa tidak memberitahukan Sulis? Sehingga Sulis bisa menjemput Papah di bandara!" ucap Sulis dengan gugup dan tampak terkejut.


"Tidak apa-apa sayang! Papa sekarang sudah tinggal di mantion milik kita. Kau datanglah! Kapan kau bisa ke sini? Papa sangat rindu denganmu dan ingin bicara denganmu!" ucap Bayu bertanya kepada Sulis.


"Sulis tidak tahu, kapan bisa bertemu dengan papa karena Sulis harus bertanya dulu kepada Steven. Kalau dia tidak mengizinkan Sulis tidak bisa pergi kemana-mana!" Sulis dengan suara gemetar sehingga membuat sebuah kecurigaan terbit di hati Bayu tentang putrinya saat ini.


"Apakah Steven mengekangmu sehingga membuatmu tidak bisa pergi kemanapun?" tanya Bayu dengan emosi yang mulai memuncak di dadanya.

__ADS_1


"Bukan seperti itu Pah! Tetapi Steven, Dia sangat posesif dan dia tidak senang kalau saya pergi keluar tanpa pendampingan dirinya!" ucap Sulis seperti menyembunyikan sesuatu sehingga membuat Bayu semakin curiga dengan kehidupan putrinya bersama sang suami.


"Baiklah kalau seperti itu. Papa akan datang ke rumahmu untuk menjemputmu sehingga kau bisa datang ke Mansion milik papa!" ucap Bayu pada akhirnya tetapi Sulis langsung menolak keinginan ayahnya.


"Tidak Pah! Tidak usah! Nanti Sulis akan datang ke mansion papa. Kalau Steven ikut, dia pasti membolehkan Sulis untuk bertemu dengan papa!" ucap Sulis meyakinkan ayahnya untuk menunggu dirinya dimansion.


"Papa ingin kau datang sendiri ke Mansion karena ada sesuatu hal yang ingin Papa bicarakan secara pribadi denganmu!" ucap Bayu mencoba berdiskusi kepada putrinya.


"Itu akan sulit Pah! Steven tidak akan mengijinkan. Kalau Sulis hanya berangkat sendiri ke Mansion papa!" ucap Sulis dengan suara gemetar sehingga membuat Bayu merasa sangat jengkel dibuatnya.


"Laki-laki macam apa sebenarnya yang kau nikahi Sulis? Sehingga untuk bertemu dengan ayahmu saja kau mengalami kesulitan. Papa akan datang ke rumahmu kau tunggu lah! Berikan alamatmu sekarang pada Papa. Papa akan segera menjemputmu!" ucap Bayu dengan penuh emosi sehingga membuat Sulis kesulitan untuk menolaknya.


Tiba-tiba saja ponsel Sulis direbut oleh seseorang. Sehingga membuat Sulis terkejut sekali. "Papa Tenang saja. Saya pasti akan mengantarkan Putri Papah ke Mansion!" ucap Steven yang sudah berdiri di samping Sulis.


Sulis tampak gemetar menatap Steven yang saat ini menatapnya dengan tajam dan mata yang begitu menakutkan.


"Kau pergilah dan temui ayahmu. Jangan buat dia curiga dengan kondisimu yang sangat menyedihkan seperti itu!" ucap Steven kemudian dia melemparkan ponsel Sulis ke atas ranjang mereka.


Sulis langsung mengambil ponselnya setelah Steven meninggalkan dirinya di dalam kamar.


"Cepatlah kau segera bersiap! Aku akan mengantarkanmu untuk bertemu dengan ayahmu!" ucap Steven berteriak ketika dia meninggalkan Sulis di dalam kamarnya.


"Ya Allah kalau sampai Papa melihat kehidupan semacam apa yang aku jalani di sini. Apa yang akan Papa lakukan terhadap Steven?" ucap Sulis dengan mata yang berkaca-kaca. Tampak tangannya mengelus perutnya yang sedikit membuncit.


"Kalau bukan demi kamu, tidak mungkin Mama akan sanggup melewati kehidupan bagai di neraka ini!" ucap Sulis sambil menyekap air mata yang terus mengalir di pipinya tanpa bisa dia kendalikan lagi.


"Dia memperkosaku sehingga membuatku hamil seperti ini. Sehingga akhirnya dengan terpaksa, aku menerima lamaran dia. Tetapi selama ini, dia selalu memperlakukanku tidak lebih seperti seorang binatang yang tidak berharga. Entah apa yang dia inginkan dariku sehingga dia melakukan hal buruk seperti itu padaku!" ucap Sulis dengan suara bergetar.


Tampak wajahnya yang begitu menderita dan sedih yang membuat semua orang yang melihatnya pasti merasa iba dan juga kasihan. Tidak ada lagi Sulis yang usil dan jahil. Sahabatnya Amira yang selalu mendampingi Amira dalam setiap situasi dan kondisi. Kini yang ada hanyalah Sulis yang menyedihkan dan mengenaskan siapapun yang melihatnya.

__ADS_1


__ADS_2