Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai

Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai
150. Kedatangan Ferguso


__ADS_3

Hari itu juga Ferguso langsung berangkat menuju Indonesia untuk menemui putrinya Grace yang dari kemarin sudah merengek untuk mempercepat pertemuannya bersama dengan keluarga Abimana Group.


" Akhirnya Papa datang juga!" ucap Grace yang menjemput Ayahnya di bandara.


" Apa kau begitu tergila-gilanya dengan Cakra Abimana huh? Sampai harus melakukan hal sini? Kau benar-benar membuat papah merasa malu di hadapan Andika. Padahal pertemuan hanya tinggal satu minggu saja. Tetapi ingin kau percepat! Sungguh itu sangat menggelikan. Apakah kau begitu tidak bisa sabarnya menunggu satu minggu saja?" tanya Ferguso sambil menatap tajam kepada putrinya yang hanya bisa menentukan kepala.


" Maafkan Grace Pah! Grace hanya tidak mau sampai kehilangan Cakra. Papa pokoknya harus mempercepat pernikahan kami. Grace tidak mau tahu! Pokoknya Papa harus bisa meng goldkan rencana pernikahan itu!" Ucap Grace sambil menggandeng tangan Ferguso untuk masuk ke dalam mobilnya dan segera menuju ke apartemen tempat tinggalnya selama di indonesia.


" Kamu tetap harus ingat Grace bahwa Jodoh itu bukan kuasa kita. Kalau sampai Tuhan tidak mengizinkanmu untuk berjodoh dengan Cakra Abimana. Maka kau harus menerima itu dengan lapang dada! Jangan sampai hal itu membuatmu menjadi hilang akal!" ucap Ferguso menasehati putrinya yang dia tahu sudah mencintai Cakra sejak 6 tahun yang lalu saat mereka sama-sama di bangku kuliah.


" Papa tenang saja! Semua itu Grace paham. Grace hanya ingin berjuang dengan sebaiknya mempertahankan dan berusaha untuk mendapatkan cinta dalam hidup Grace!" ucap Grace bermanja kepada ayahnya.


" Kau itu Putri Papa satu-satunya. Papa tidak akan membiarkanmu sampai patah hati dan berlarut-larut di dalamnya!" ucap Ferguso memperingati putrinya untuk jangan terlalu menggunakan perasaannya dalam hal hubungannya bersama dengan Cakra Abimana.


" Lalu bagaimana perihal keyakinan kita yang berbeda dengan keluarga Abimana? Grace, Bagaimana kau akan menyikapi itu?" tanya Ferguso sambil menatap tajam kepada putrinya yang saat ini sedang menundukkan kepala.


" Grace sudah mantap untuk menjadi mualaf agar Grace bisa menikah dengan Cakra. Grace harap Papa tidak akan marah kepada Grace!" ucap Grace sambil mengelus tangan ayahnya yang sudah mulai keriput dimakan usia.


" Papa tidak masalah kalau kau memutuskan hal seperti itu Sayanf. Selama kau bisa hidup berbahagia bersama Cakra. Papa pun akan bahagia untukmu!" ucap Ferguso sambil memeluk Putri kesayangannya yang Selama ini selalu manja kepadanya.

__ADS_1


" Lalu bagaimana dengan rencana kita. Untuk mengakuisisi Abimana grup? Apakah Papa masih berminat untuk melakukan itu?" tanya Grace kepada ayahnya.


" Lupakan saja rencana itu. Karena Papa tidak mau niat buruk itu akan menjadi bumerang untuk rumah tanggamu bersama laki-laki yang kau cintai. Bagi Papa kebahagiaanmu adalah segalanya!" ucap Ferguso sambil mengecup kening putrinya yang sangat dia sayangi sepenuh hati.


" Terima kasih Pah! Karena papa sudah rela melepaskan Ambisi Papah untuk menguasai Abimanyu grup demi kebahagiaanku!" ucap Grace sangat terharu dengan cinta kasih sang ayah yang luar biasa.


" Papa tidak terlalu menginginkan itu. Bagi Papa kebahagiaanmu, tetaplah menjadi prioritas!" ucap Ferguso.


Setelah mereka sampai di apartemen. Grace langsung menyiapkan makan malam untuk ayahnya.


" Sayang! Apakah kau sekarang sudah pintar memasak?" tanya Ferguso ketika dia melihat putrinya yang begitu lincah berada di dalam dapur dan mengeksekusi bahan-bahan makanan dan menjadi makanan yang enak dilihat dan dimakan.


" Wah kelihatannya enak! Papa akan mencoba masakan indonesia hasil masakan kamu sayang! Semoga sesuai dengan lidah Papa!" ucap Ferguso mulai mengambil makanan yang sudah disediakan oleh Grace.


" Wah luar biasa! Kemampuan Putri Papa sudah semakin meningkat. Papa yakin Cakra pasti akan semakin mencintaimu setelah memakan masakanmu!" Fuji Ferguso kepada Grace yang kini sedang menatap dirinya.


" Ya sudah Papah makan yang banyak ya? Grace pasti akan memasak makanan apapun keinginan Papa. Selama Papa bisa berhasil meng goldkan rencana pernikahan Grace dengan Cakra!" ucap Grace dengan wajah berbinar yang hanya ditanggapi oleh ferguso dengan gelengan kepala.


" Kau ini sudah bucin tingkat takut yang sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Papa sudah angkat topi untuk membuatmu bisa melupakan Cakra!" ucap Ferguso yang terus menggelengkan kepalanya. Ketika di melihat putrinya yang sedang tersenyum saat Grace mendengarkan apa yang dia katakan.

__ADS_1


" Dulu sebelum Grace bertemu dengan Cakra di Prancis. Perasaan cinta itu biasa saja. akan tetapi sekarang, setelah kami bersama di Indonesia selama beberapa hari ini. Rasanya perasaan cinta Grace untuk Chakra semakin meningkat tinggi!" ucap Grace.


" Papa tahu bahwa kau sangat mencintai Cakra dan papa akan berusaha sekuatnya untuk membuat pernikahan itu bisa tercapai dan kau bisa mendapatkan cita-citamu untuk menikah dengan Cakra!" ucap Ferguso sambil mengelap mulutnya dengan serbet yang ada di hadapannya.


" Terima kasih atas makan malam yang sangat nikmat dan lezat ini. Papa sangat menikmatinya!" ucap Ferguso tersenyum kepada putrinya.


" Ya sudah Papa istirahat dulu. Pasti Papa sangat lelah setelah perjalanan yang begitu panjang. Grace akan membereskan semua ini agar besok pagi-pagi Grace bisa fokus untuk bekerja dan juga bertemu dengan Cakra!" ucap Grace sambil mengulas senyum tercantiknya untuk sang ayah.


" Baiklah sayang. Papa akan tidur ya? Selamat beres-beres dan semoga kau pun bisa tidur dengan nyenyak!" ucap Ferguso sambil meninggalkan putrinya untuk membereskan dapur yang tadi digunakan oleh Grace untuk memasak makan malam.


Setelah kepergian ayahnya. Grace langsung membereskan dapur dan juga bekas makan malam mereka berdua. Setelah beres Grace langsung menyelesaikan segala pekerjaannya di apartemen miliknya.


" Akhirnya selesai juga sekarang aku akan menelpon Cakra dan menanyakan tentang keadaannya hari ini!" ucap Grace dengan binar kebahagiaan di wajahnya yang tampak begitu jelas dan kentara.


Grace masuk ke dalam kamarnya kemudian dia mencari ponsel miliknya untuk menghubungi Cakra.


Tetapi Grace menemui kekecewaan. Karena setelah setengah jam lamanya teleponnya tidak juga diangkat oleh Cakra. Grace hanya mendengar bunyi tut tut tut tut tetapi tidak juga diangkat.


" Masa jam segini Cakra sudah tidur aneh banget!" dengan kesal Grace kemudian menaruh kembali ponselnya di atas nakas yang berada di samping tempat tidurnya.

__ADS_1


" Benar-benar Aneh kenapa Cakra tidak mengangkat teleponnya? Padahal ini baru jam 09.00 malam sangat tidak mungkin kalau dia sudah tidur di jam seperti ini!" tanya Grace kepada dirinya sendiri sambil terus menatap ponselnya yang masih belum juga terbaca pesan yang dia berikan kepada Cakra.


__ADS_2