Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai

Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai
37. Restu


__ADS_3

"Semoga mereka berdua berjodoh!" sahut Bayu, lalu menutup layar besar di hadapannya dengan remote. Bayu kemudian melanjutkan pekerjaannya.


Hati Bayu bahagia, akhirnya, putrinya yang urakan itu, bertemu juga dengan pawangnya, yang bisa menaklukkan hatinya yang sangat lama selalu kesepian dan menutup diri. Bayu merasa beruntung memiliki anak seperti Sulis, walaupun lahir dan dibesarkan dari keluarga broken home, tapi Sulis tumbuh menjadi seorang wanita Sholehah yang bisa menjaga dirinya, tidak sampai terjerumus dalam pergaulan yang salah.


Bayu mengetahui hampir semua teman yang bergaul dengan putrinya. Bayu tipe ayah yang membebaskan putrinya bergaul, tetapi selalu mengawasi dari jauh, menjaga putrinya agar tidak sampai salah jalan.


Tok


tok


tok


"Masuk!" Jawab Bayu tanpa melihat siapa yang datang ke ruangannya, ketika Bayu mengangkat kepalanya, Bayu merasa terkejut, karena ternyata Andika Abimana, telah berdiri di hadapannya. Bayu sangat bahagia. Langsung bangkit dari kursi kebesarannya dan menyambut Andika.


"Ya Allah, kenapa tidak memberikan kabar, kalau akan berkunjung ke sini?" tanya Bayu sambil memeluk sahabat lamanya. Andika hanya tersenyum melihat Bayu yang begitu excited bertemu dengan dirinya.


"Tidak apa-apa. Saya kesini hanya ingin main, sekaligus mau memberikan undangan pernikahan putra saya!" Bayu seketika membeku, Andika tampak terheran-heran dengan reaksi sahabatnya yang tampak tidak senang dengan berita yang dirinya bawa.


"Kenapa? Aku merasa kau tidak senang dengan hal ini?" tanya Andika menyelidik. Bayu lalu duduk di sofa setelah mempersilahkan tamunya duduk juga.


"Putramu yang mana yang akan menikah?" tanya Bayu.


"Adrian! Sulungku!" jawab Andika bahagia. Bayu menarik nafas lega, dan Andika bisa merasakan hal itu.


"Apakah ada masalah?" Andika mulai merasa ada hal yang tidak beres dengan sahabat nya tersebut.


"Mari saya tunjukkan!" Bayu kemudian mengambil remote, dan menghidupkan layar besar yang tadi dia lihat. Bayu mengutak atik sebentar, lalu meminta Andika untuk melihat ke layar besar di ruangannya.

__ADS_1


"Itu anakku, Cakra, siapa perempuan itu? Ohho! Beraninya mereka berbuat asusila di ruang publik!" Andika geram bukan main melihat kelakuan anaknya di luar rumah.


"Perempuan itu anak saya, Sulis Iswara!" ucap Bayu pelan.


"Kenapa kau tidak menegur mereka?" tanya Andika tampak tidak suka, Bayu menarik nafas dalam-dalam.


"Apa kau tidak menyukai kalau anak-anak kita memiliki hubungan?" tanya Bayu menelisik hati sahabatnya.


"Bukan begitu maksudnya. Tapi saya tidak suka, mereka berbuat itu di ruang publik. Apalagi sampai tertangkap kamera CCTV, ah, saya khawatir, para pengawas CCTV sudah melihat rekaman itu, lalu menjualnya ke luar, bisa habis Abimana Group di kecam nanti!" ucap Abimana mulai resah. Bayu menatap Andika yang meraup wajahku dengan kasar, tampak frustasi.


"Kamu tenang saja, rekaman itu langsung ke ruanganku. Jadi hanya aku yang bisa mengaksesnya. Aku akan memblokir semua jalur di gedung ini agar tidak ada yang bisa melihat CCTV tersebut!" Andika seketika bernafas dengan lega. Bayu mulai paham kegelisahan sahabatnya.


"Syukurlah! Kamu tahu bukan? Publik sekarang begitu sensitif terhadap pemberitaan mengenai putra-putraku. Terjerat sedikit kasus, saham bisa anjlok drastis. Ada beban besar yang harus mereka tanggung di bahu mereka. Cakra ini, bisa di bilang adalah wajah Abimana Group, kalau Adrian selama ini tidak pernah menampakkan dirinya sebagai Abimana, dia selalu bebas dalam kehidupannya yang tertutup, dalam kesenangan dirinya mengenyam ilmu agama." Andika lalu melihat ke arah Bayu dengan seksama.


"Kenapa?" tanya Bayu, merasa heran dengan tatapan sahabatnya. Andika menggeleng.


"Eh, kenapa kau menggeleng? Keluarga Iswara tidak jelek juga, Kalau dibandingkan dengan keluarga Abimana!" ucap Bayu mulai misuh misuh. Andika tergelak melihat reaksi sahabatnya tersebut yang kocak menurutnya. Andika paling paham sifat sahabatnya,jadi dia sengaja menggoda.


"Tenanglah! Tidak usah tegang begitu! Aku menyerahkan semuanya kepada anak-anak, kalau memang mereka saling jatuh cinta, kenapa kita orang tua harus ngotot menentang?" Bayu langsung lega, mendengar ucapan Andika, "Syukurlah!" ucap Bayu lega, seakan ada batu besar yang menghimpit dadanya.


"Kau, tahu? Sulis itu anakku yang paling aku sayang!" ucap Bayu mulai berkaca-kaca. Andika tersenyum, melihat sahabatnya mulai melankolis lagi.


"Ya, iyalah! Lah putrimu cuma dia! Kalau dia tidak kau sayang! Lalu apa kau mau sayang sama kucingmu yang kau pelihara di rumah?" goda Andika, yang sontak mengundang tawa Bayu, Ya, sejak dahulu memang Andika yang paling bisa mengalihkan dunia Bayu.


"Oh, ya! Ceritakan mengenai pernikahan Adrian!" Bayu kemudian mencari topik pembicaraan lain yang lebih fresh. Dirinya agak penasaran dengan calon istrinya Adrian yang terkenal sebagai salju abadi Abimana Group.


"Calon besanku, mantan calon suaminya Istriku. Kamu tahu sendiri bukan, bagaimana kisah kelam keluargaku di mulai!" ucap Andika mulai syahdu. Bayu menepuk pundak sahabatnya dengan pelan. Mencoba memberikan kekuatan di sana. Andika menarik nafas dalam-dalam.

__ADS_1


"Aku senang, sekarang bisa membayar hutang ku kepada Ilham. Jujur, hal ini selama ini menganggu pikiranku!" Andika lalu melihat ke jendela. Matanya menerawang.


"Sudahlah! Jodoh itu kuasa Allah! Mungkin mereka memang bukan berjodoh, jadi mengirimkan kamu untuk berbuat nekat melakukan itu! Bagiku, kamu adalah pejuang tangguh yang berani memperjuangkan cinta kamu!" Bayu menepuk bahunya sambil tersenyum lembut.


"Ah, kamu selalu menjadi sahabat yang bisa menenangkan pikiran dan hatiku. Terimakasih!" Andika lalu menepuk tangan sahabatnya yang saat ini masih betah bertengger di bahunya yang sejenak terkulai.


"Tapi gak gratis loh!" tiba-tiba Bayu bangun dari duduknya, Andika terkejut mendengar ucapan Bayu.


"Gak paham!" ucapnya.


"Ya, aku harap, kalau nanti memang ada jodoh, anak-anak kita kelak menikah, aku ingin kamu memperlakukan putriku Dengan baik. Kalau dia berbuat tidak menyenangkan bagimu, serahkan dia kepadaku. Aku yang akan memarahinya, mendidiknya, jangan sekali-kali, kamu berani menyakiti hatinya!" ucap Bayu mulai berkaca-kaca.


"Aiya.. kau pikir aku ini calon mertua yang jahat? Kau sudah melukai harga diriku!" Andika mulai misuh misuh.


"Ohhho! Aku hanya menitikan sedikit harapan kepadamu. Semoga kamu dan istrimu, berkenan dengan putriku, untuk berhubungan dengan putramu yang berharga!" ucap Bayu.


"Setiap orang tua itu sama, pasti ingin yang terbaik bagi anak-anak mereka. Aku ini mengenal kamu sudah sejak jaman kapan coba? Aku yakin kalau kamu sudah mendidik putrimu dengan baik!" Andika tersenyum.


"Ah, kau tahu bukan? Sulis memiliki sedikit trauma mengenai Mamanya. Kasihan anakku itu! Sejak kecil tidak tahu kasih sayang seorang mamah!" ucap Bayu sedih.


"Tapi kamu sudah memberikan semua cinta yang dibutuhkan olehnya, sehingga dia tumbuh menjadi gadis periang dan berusaha. Kamu hebat, bro!" puji Andika.


"Kau bisa saja, aku senang kalau kamu tidak keberatan dengan hubungan mereka!" Bayu kini bernafas lega.


"Hubungan mereka baru tadi pagi, rasanya masih terlalu dini untuk mengatakan itu adalah hubungan!" ucap Andika.


"Eh, tahu dari mana?" tanya Bayu keheranan.

__ADS_1


"Aku melihat apa yang mereka lakukan juga, secara Live, di parkiran! Hahahaha!" Andika tergelak, Bayu sudah pucat pasi di buatnya. Andika hanya menggelengkan kepalanya melihat Bayu yang tampak syock dengan pengakuannya.


__ADS_2