
Rasya yang melihat Yuke langsung berlari ketika melihatnya. Dia pun langsung mengikuti kepergian Yuke. Karena dia sendiri merasa sangat penasaran dengan Yuke yang tadi begitu akrab dengan istri ayahnya.
"Siapa sebenarnya perempuan itu? Kenapa dia bisa begitu akrab dengan mama Laila?" tanya Rasya begitu penasaran tentang Yuke.
Rasya memang telah menyewa beberapa orang detektif untuk menyelidiki tentang Yuke. Tetapi dia belum mendapatkan laporan apapun tentang Yuke.
Rasya terus mencari keberadaan Yuke yang masih juga belum dia temukan.
"Ke mana dia pergi? Kenapa begitu cepat Padahal tadi hanya beberapa saat saja?" tanya Rasya kepada dirinya sendiri sambil wajahnya celingak celinguk ke sana kemari melihat mencari keberadaan Yuke.
"Sudahlah aku masuk saja. Tidak enak juga kalau meninggalkan pesta begitu lama pasti sekarang mama sedang mencariku!" Rasya pada akhirnya menyerah untuk mencari Yuke.
Sementara itu Yuke yang kini sedang bersembunyi di sebuah toilet, mengatur nafasnya begitu memburu.
"Ya Tuhan bisa-bisanya dia mengejarku! Oh.... benar-benar sangat melelahkan!" ucap Yuke sambil mengelus-ngelus dadanya yang kini bernapas dengan sangat cepat.
Yuke terus berusaha untuk menormalkan kembali pernapasannya setelah tadi berlari sangat kencang menghindari kejaran Rasya.
"Aku harus segera meninggalkan lokasi pesta ini jangan sampai aku bertemu dengan Rasya lagi!" ucap Yuke dengan sangat frustasi.
Tapi ketika Yuke akan meninggalkan toilet tersebut, tiba-tiba saja masuk seorang perempuan cantik ke dalam toilet.
Yuke hanya menatap sekilas perempuan itu, dan kemudian dia langsung meninggalkan lokasi pesta Adrian dan Syifa.
Tampaknya juga tidak mengenali istri pertama sang ayah yaitu Syafa. Ya, benar! Perempuan yang masuk ke toilet tadi adalah Syafa. Istri pertama ayahnya Yuke, Firman.
Yuke meninggalkan pesta itu tanpa berpamitan kepada Syifa maupun Adrian. Karena saat ini dia tidak ingin mencari masalah dengan siapapun jadi dia memilih untuk pergi saja.
"Aku harus menghubungi Mamaku, jangan sampai nanti dia khawatir dengan keadaanku!" pun akhirnya menelepon sang ibu yang tampaknya sekarang sedang sibuk mencari keberadaannya.
__ADS_1
Laila sudah bertemu dengan Rasya putra dari istri pertama suaminya. Syafa Langsung melarikan diri begitu Laila mendekatinya.
Itulah mengapa tadi Syafa terlihat terburu-buru, ketika memasuki toilet karena dia sedang menghindari Laila.
Syafa tampaknya tidak mengenal Yuke sebagai anak dari mantan suaminya. Syafa masih bersembunyi di toilet tidak ingin bertemu dengan Firman maupun Laila.
"Kurang ajar! Kenapa perempuan itu bisa ada di pestanya orang kaya seperti ini!" maki Syafa merasa tidak terima Laila ternyata mengenal keluarga Abimana.
Entah bagaimana perasaannya Syafa apabila mengetahui bahwa Laila, adalah mantan istri daripada ayah dari mempelai wanita yang saat ini pestanya sedang dia hadiri.
Setelah merasa aman, Syafapun kemudian meninggalkan pesta tanpa, berpamitan kepada siapapun. Dia hanya menelepon Rasya bahwa kepalanya pusing dan ingin istirahat di rumah.
"Kepala Mama sangat pusing, Rasya. Mama tidak sanggup melanjutkan pesta ini.Tolong nanti kau pamitkan Mamah kepada tuan rumah pesta ini!" dusta Shafa kepada putranya.
"Ya sudah Mama istirahat saja di rumah, nanti rahasia akan berpamitan kepada pengantin maupun tuan rumah pesta ini!" Rasya kemudian menutup panggilan telepon dari ibunya itu.
Tidak lama kemudian, Firman pun datang mendekati Rasya yang sudah selesai menelpon sang ibu.
Rasya menarik nafasnya dalam-dalam, tampak Rasya berusaha untuk tidak marah lagi kepada sang ayah.
"Keadaan Rasya dan mama baik-baik saja, Pah. Bagaimana dengan papa?" tanya Rasya sambil menatap sang ayah.
"Papa juga baik-baik saja. Oh ya apakah kau bertemu dengan adikmu?" tanya firman kepada Rasya.
"Adikku? Apa maksud Papa?" Rasya tampak tidak mengerti yang dimaksud oleh Firman.
"Adik kamu Yuke! Apakah kau tidak bertemu dengannya dia jugakan menghadiri pesta pernikahan ini. Karena mempelai wanita adalah sahabatnya!" ucap Firman menjelaskan kepada Rasya.
Rasya benar-benar Syock mendengarkan kenyataan itu. Yang ternyata, wanita yang selama ini telah mencuri hatinya adalah Adiknya sendiri.
__ADS_1
"Apakah Papa mempunyai foto adikku? Bisa papa tunjukkan padaku?" tanya Rasya dengan suara yang gemetar.
Firman tampak terkejut dengan reaksi putranya tersebut akhirnya Firman membuka galeri ponselnya dan kemudian mencari foto Yuke, putrinya satu-satunya.
Firman kemudian menunjukkan foto tersebut kepada Rasya yang terkejut melihat foto tersebut. "Yuke?" sontak Rasya memanggil nama Yuke.
"Kau sudah mengenal adikmu?" tanya Firman tampak terheran-heran.
Selama ini memang Firman tidak pernah mempertemukan Rasya dan Yuke. Karena dia berusaha semaksimal mungkin untuk menyembunyikan masa lalunya dari putrinya tersebut.
Apalagi kalau mengingat bahwa Syafa dahulu pernah mencoba untuk membunuh Yuke saat masih di dalam kandungan ibunya. Hal itu benar-benar masih menyisakan amarah yang besar di hatinya.
"Yuka itu karyawan di cafeku, Pah. Baru beberapa hari sih, Rasya mulai mengenal dekat dia. Rasya tidak tahu kalau dia adalah Putri papah!" ucap Rasya dengan Sejujurnya.
Tampak Firman menatap Sang putra yang tampaknya syock mengetahui bahwa Yuke adalah putrinya.
"Oh......" hanya kata itu yang keluar dari mulut Firman saat ini banyak pertanyaan di dalam hatinya Tetapi dia merasa sungkan untuk bertanya kepada Rasya.
'Biarlah nanti aku bertanya saja kepada Yuke sangat riskan kalau bertanya kepada Rasya dia pasti akan marah!' bathin Firman sambil terus menatap Rasya yang kini dahinya telah berkecucuran keringat dingin. Mungkin karena gugup atau karena kelelahan, Firman sendiri tidak tahu.
"Ya sudah, Pah! Rasya pulang saja. Kebetulan mama juga sudah pulang tadi, karena katanya Kepalanya pusing. Rasya mau pamit dulu kepada mempelai pengantin dan tuan rumah!" setelah Rasya berpamitan kepada Firman dia pun langsung meninggalkan sang ayah dan pergi menuju pelaminan.
"Syifa! Selamat atas pernikahanmu. Semoga keluarga kalian bahagia, sakinah, mawadah dan warohmah. Doa terbaikku sebagai atasanmu maupun sebagai sahabatmu, akan selalu menyertai kehidupan rumah tangga kalian?" Rasya sambil menyalami tangan Syifa dan memeluk Adrian sebagai tanda persahabatan darinya.
"Dia sekarang adalah istriku! Kau harus menjauhinya karena aku tidak menyukai Kalau istriku dekat-dekat denganmu!" Adrian memberikan peringatan kepada Rasya, ketika Rasya tadi memeluknya.
"Kamu tenang saja, Bro! Saya tidak tertarik untuk merebut istri orang lain. Hidup saya terlalu sibuk untuk melakukan hal seperti itu!" ucap Rasya dengan senyum sinisnya, merasa tersinggung dengan apa yang dikatakan oleh Adrian tadi.
"Aku harap kau akan mengingat kata-katamu ini. Jangan sampai nanti aku melihat kau dekat-dekat dengan istriku karena aku tidak menyukainya?" ucap Adrian kembali dengan wajah yang tampak menahan amarah.
__ADS_1
Adrian kembali mengingat. Alasannya kenapa dulu dia menggagalkan pernikahan yang sudah disiapkan oleh kedua orang tuanya. Hal itu adalah gara-gara Rasya yang pada malam pernikahan yang menemui sang istri.