Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai

Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai
137. Cakra Bertemu Rasya


__ADS_3

Keesokan harinya Cakra kemudian pergi ke sebuah Cafe. Tempat Rasya bekerja.


" Selamat siang. Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan yang saat ini sedang berhadapan dengan Cakra.


" Saya hanya ingin memesan kopi Americano dan latte!" ucap Cakra kemudian dia duduk di kursi yang kosong yang ada di dalam Cafe tersebut.


" Cakra? Oh senangnya melihatmu!" ucap Rasya yang baru saja masuk ke dalam Cafe tersebut menyapa Cakra. Dia senang karena bertemu dengan teman lama.


" Oh Kak Rasya. Bagaimana kabarnya Kak? Sudah lama ya kita tidak bertemu!" ucap Cakra menyapa Rasya yang duduk di depannya sambil tersenyum kepadanya.


" Alhamdulillah baik. Bagaimana kabar Adrian dan juga Syifa? Apakah mereka sudah memiliki anak?" tanya Rasya sambil mengulas senyum kepada Cakra yang menatapnya dengan sejuta pertanyaan.


" Saya baru saja pulang dari Prancis dan Inggris. Sudah lama tidak bertemu dengan Kak Adrian dan belum bertanya tentang kondisinya saat ini!" ucap Cakra dengan jujur.


" Saya berharap mereka berdua bahagia!" ucap Rasya dengan tulus mendoakan Adrian dan Syifa.


" Lalu bagaimana dengan pernikahanmu bersama Sulis?" tanya Rasya pelan.


" Sulis sudah menikah dengan seorang laki-laki yang berasal dari Jerman dan mereka sebentar lagi akan mempunyai seorang Putra!" ucap Cakra sambil menundukkan kepalanya.


" Ya ampun! Tolong maafkan saya, karena saya tidak tahu tentang hal itu. Maafkan saya karena sudah membangkitkan kesedihan di hatimu!" Ucap Rasya seakan menyesali apa yang sudah dia tanyakan kepada Cakra.


" Tidak apa-apa Kak. Itu bukan salahmu kok. Mereka menikah karena memang sudah ditakdirkan oleh Tuhan dan memang saya dan Sulis tidak berjodoh!" ucap Cakra mengulas senyum kepada Rasya sehingga membuat Rasya merasa nyaman berhadapan dengan Cakra.


Dari arah pintu kedatangan tampak Grace yang mendekati Cakra dengan senyum sumringahnya.


" Halo Cakra kita bertemu lagi apa kau masih ingat denganku kita bertemu di pernikahan kakakmu!" ucap Grace mengulas senyum kepada Cakra yang tampak mengurutkan keningnya.


" Maaf! Apakah saya mengganggu kalian?" tanya Grace sambil menatap kepada Rasya dan Cakra sebelum dia ikut bergabung dengan kedua pria tampan itu.

__ADS_1


" Tidak apa-apa, kami hanya berbicara santai. Kalau kau ingin bergabung bersama kami, tidak apa-apa, benar Cakra?" tanya Rasya sambil menetap kepada Cakra yang saat ini sedang menatap Grace seakan sedang mengingat wanita itu.


" Katakan padaku sejujurnya. Apakah kita sebelumnya pernah bertemu? Kenapa setiap aku menatap matamu, aku seakan familiar denganmu?" tanya Cakra kepada Grace.


Grace tampak tertawa dengan bahagia mendengarkan pertanyaan Cakra yang sangat membuatnya senang.


" Ya ampun akhirnya aku menanyakan ini! Benar Cakra. Kita memang pernah bertemu sebelumnya. Mungkin kau sekarang sudah melupakanku. Karena penampilanku yang sudah berubah!" ucap Grace sambil tersenyum kepada Cakra sehingga membuat Cakra semakin bingung dibuatnya.


" Dulu ketika kita kuliah di Inggris kita pernah satu kampus!" ucap Grace berusaha untuk mengingatkan Cakra tentang masa ketika mereka kuliah bersama.


Cakra tampak mengingat-ingat kembali masa-masa kuliahnya Tetapi dia benar-benar tidak mengingat tentang Grace yang saat ini ada di hadapannya.


" Aku menyerah! Aku benar-benar tidak mengingat kamu, bisakah kau memberikanku Clue?" ucap Cakra sambil tersenyum kepada Grace yang saat ini sedang menatapnya.


" Dulu teman-teman kita selalu memanggilku balon. Karena tubuhku yang memang gendut waktu itu!" ucap Grace menundukkan kepalanya seperti merasa malu dengan masa lalunya sendiri.


" Balon?" ulang Cakra kemudian dia tampak mengurutkan keningnya berpikir keras untuk mengingat sebuah nama yang pernah hadir di masa lalunya.


" Kau sudah mengingatku?" tanya Grace seperti tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Cakra.


" Yah aku mengingatmu. Ya ampun sekarang Kau tampak sangat berbeda. Karena itu aku merasa sangat pangling dan tidak mengenalimu lagi!" ucap Cakra sambil tersenyum kepada Grace karena dia merasa senang bertemu dengan teman lama di tempat kuliahnya dulu.


" Baiklah aku akan meninggalkan kalian berdua untuk bisa reuni bersama. Saya akan kembali untuk bekerja. Semoga kalian merasa betah di kafe ini ya dan kembali lagi untuk melakukan pertemuan-pertemuan lainnya!" ucap Rasya berpamitan karena dia merasa tidak enak berada di antara dua orang yang sedang melakukan pertemuan setelah tidak bertemu sekian lama.


" Tidak apa-apa kalau kau ingin bergabung, kami juga tidak akan keberatan bukan Grace?" tanya Cakra kepada Grace yang sedang tersenyum menatap Rasya.


" Perkenalkan Grace, dia temanku dan dia adalah pemilik kafe ini, dia bernama Rasya!" ucap Cakra memperkenalkan Rasya kepada Grace agar mereka berdua bisa saling mengenal satu sama lain.


Grace mengulurkan tangannya untuk bisa bersalaman dengan Rasya dan Rasya menerimanya dengan senang hati.

__ADS_1


" Rasya!! Senang bertemu dengan anda!" setelah itu Rasya pun bangkit dari duduknya dan berpamitan kepada mereka berdua. Karena dia harus segera melanjutkan kembali pekerjaannya yang tertinggal cukup lama karena bercakap-cakap dengan Cakra.


" Terima kasih karena sudah menemaniku!" ucap Cakra kepada Rasya.


Setelah itu datang seorang pelayan yang mengantarkan pesanan Cakra kemejanya.


" Maaf Agak terlambat!" ucap pelayan tersebut kepada Cakra.


" Kau ingin pesan apa Grace biar sekalian!" ucap Cakra menawarkan kepada Grace.


" Tidak apa-apa aku minum, minuman yang sudah kau pesan saja!" ucap Grace sambil tersenyum kepada pelayan itu.


" Saya pesan seperti ini ya, untuk take away!" ucap Grace sambil menunjuk pesanan yang tadi dibawakan oleh pelayan tersebut dan diberikan kepada Cakra.


" Katakan padaku Grace, apakah kau sekarang tinggal di Indonesia?" tanya Cakra sambil menyeruput minuman yang tadi dibawakan oleh pelayan yang bekerja di cafe Rasya.


Grace tampak mengikuti apa yang dilakukan oleh Cakra dan tampak begitu menikmati minuman yang dipesan oleh laki-laki yang dia sukai selama hampir lebih dari 6 tahun terakhir.


" Aku sangat senang. Akhirnya kita berdua bisa kembali duduk di satu meja setelah bertahun-tahun lamanya tidak pernah bertemu!" ucap Grace dengan senyumnya yang begitu cantik.


Cakra merasa begitu senang dengan perubahan fisik Grace saat ini yang begitu luar biasa.


" Katakan padaku! Bagaimana caranya kau bisa seperti sekarang ini?" tanya Cakra begitu penasaran dengan kondisi Grace saat ini yang 100% sangat berbeda dengan wanita yang dia kenal pada masa kuliahnya dulu.


" Aku melakukan diet ketat untuk menurunkan berat badanku selama hampir 2 tahun! Dan akhirnya sedikit demi sedikit aku bisa menurunkan berat badanku dan seperti inilah hasilnya!" ucap Grace dengan penuh kebanggaan ketika melihat Cakra mengagumi penampilannya saat ini.


" Syukurlah akhirnya kau berhasil untuk mewujudkan mimpimu mendapatkan tubuh yang ideal dan semoga kau pun akan segera mendapatkan mimpimu untuk bersama dengan laki-laki yang kau cintai!" doa tulus diberikan oleh Cakra kepada Grace yang dulu pernah menjadi sahabatnya ketika mereka masih menjadi seorang mahasiswa di Inggris.


" Saya sangat senang karena kita bisa bertemu lagi. Apa kau tahu? Kita duduk seperti ini, rasanya seakan kita kembali lagi ke masa kuliah dulu." ucap Grace sambil mengulas senyum manisnya kepada Cakra.

__ADS_1


Cakra hanya menganggukkan kepalanya karena merasa bahagia melihat binar kebahagiaan di wajah Grace.


__ADS_2