Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai

Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai
107. Usaha Cakra


__ADS_3

"Baiklah Cakra! Om akan ikut denganmu ke Inggris. Karena Om pun sangat penasaran dengan suami Sulis dan kehidupan dia di sana!" ucap Bayu.


"Ya udah Om! Sekarang Om bersiap-siaplah! Nanti sopir Cakra akan menjemput Om untuk kita berangkat sama-sama ke bandara. Kita menggunakan jet pribadi milik Abimana grup saja, agar kita tidak terpisah di jalan!" cap Cakra kemudian dia bangkit dari duduknya dan berpamitan kepada Bayu.


"Tunggu Cakra! Kau tunggulah Om sebentar. Biar kita langsung berangkat saja ke bandara bersama-sama. Supaya kita berdua saat ini tidak membuang-buang waktu! Sejujurnya, Om sangat khawatir dengan keadaan Sulis saat ini!" ucap Bayu tampak menyimpan sebuah kekhawatiran untuk putrinya.


"Apakah ada hal yang tidak Om sampaikan kepada saya? Katakanlah Om! Siapa tahu saya nanti bisa membantunya di sana!" ucap Cakra membujuk kepada Bayu untuk jujur mengenai keadaan Sulis saat ini.


"Sejujurnya Om masih ragu! Karena detektif yang Om kirimkan masih belum memberikan laporan yang terbaru kepada Om!" ucap Bayu sambil menatap tajam kepada Cakra.


"Memangnya laporan terakhir yang diberikan apa om? Apa saya boleh tahu?" tanya Cakra berusaha untuk berhati-hati agar tidak menyinggung perasaan Bayu yang dia tahu pasti saat ini sedang sedih mengenai pernikahan sulis yang begitu tiba-tiba.


"Cakra! Bagaimanapun Sulis itu Putri Om satu-satunya dan Om tidak bisa menutup mata dengan kehidupan dia saat ini!" ucap Bayu pelan.


"Aaya tahu kalau Om begitu menyayangi Sulis karena dia memang adalah seorang gadis yang baik dan juga Putri yang baik untuk Om!" ucap Cakra memuji Sulis di hadapan Bayu.


"Berdasarkan laporan terakhir yang diberikan oleh detektif yang Om sewa di sana. Ada kemungkinan bahwa Sulis melakukan pernikahan itu karena terpaksa!" ucap Bayu.


"Terpaksa?" ulang Cakra merasa terkejut.


"Sekitar satu minggu yang lalu, Sulis pernah menghubungi saya melalui chatting. Dia meminta putus dari saya tanpa memberikan alasannya dan setelah itu dia langsung memblokir nomor saya!" ucap Cakra memberikan sebuah fakta baru kepada Bayu yang membuat Bayu merasa malu terhadap Cakra yang selama ini selalu setia menunggu Sulis kembali dari Inggris.


"Maafkan Om Cakra! Om sudah gagal mendidik Sulis untuk menjadi wanita yang setia terhadap hubungan kalian berdua. Om betul-betul sangat menyesal!" tampak Mata Bayu berkaca-kaca.

__ADS_1


"Om! Jangan dipikirkan lagi. Itu bukan salahnya Om. Tetapi Sulis mungkin memiliki kesulitannya sendiri. Saya tidak akan marah tentang pernikahan itu. Saya hanya ingin mendengarkan penjelasan secara langsung dari Sulis agar tidak menjadi beban pikiran saya kedepannya. Ketika saya memulai hubungan yang baru dengan perempuan lain!" ucap Cakra.


Cakra mencoba untuk tegar dan tidak menitikan air mata. Karena dia sudah lelah untuk meratapi hubungan dia dengan Sulis.


"Mungkin kami memang tidak berjodoh Om! Tidak apa-apa! Saya senang kalau misalkan Sulis bahagia dengan pernikahannya saat ini. Saya mendatangi dia ke sana hanya ingin mengkonfirmasi semua yang terjadi selama perpisahan kami selama ini!" kecap Cakra menatap tajam kepada Bayu yang masih tampak bersedih mengenai kandasnya hubungan dirinya dengan Sulis.


Cakra tahu hubungan baik antara ayahnya dengan Bayu dan betapa Bayu sangat menginginkan pernikahan mereka berdua terjadi. Tetapi takdir mengatakan lain bahwa dirinya tak berjodoh dengan Sulis.


Meninggalnya ibunya yang menjadi alasan Sulis untuk pergi ke Inggris untuk melanjutkan kuliahnya.


"Apakah mungkin, Sulis memang ingin cepat menikah Om? Sehingga dia meninggalkan saya. Karena dia tahu kalau saya sedang berkabung. Setelah meninggalnya mama?" tiba-tiba saja Cakra bertanya hal seperti itu yang membuat Bayu semakin tidak enak hatinya kepada Cakra.


"Om juga betul-betul tidak tahu Cakra yang menjadi alasan Sulis tiba-tiba menikah dengan Steven!" tiba-tiba saja Bayu mengatakan nama suami dari Sulis.


"Apakah Om pernah bertemu dengan suaminya Sulis? Siapa nama lengkap suaminya Sulis Om? Siapa tahu saya mengenalnya!" Cakra bertanya kepada Bayu yang kini menundukkan kepalanya.


"Steven Clarkson, dia asal Jerman!" ucap Bayu menatap tajam kepada Cakra yang seperti terkejut mendengarkan informasi tersebut.


"Clarkson? Berasal dari Jerman?" tiba-tiba saja Cakra mengingat kepada keterangan ayahnya yang mengatakan bahwa ada sebuah perusahaan Jerman yang selalu mencari-cari gara-gara dengan keluarganya dan nama keluarga itu adalah Clarkson!


"Kenapa Cakra? Apakah ada masalah? Apa kau kenal dengan keluarga Clarkson yang berasal dari Jerman?" tanya Bayu seperti penasaran dengan pemikiran Cakra saat ini.


"Entah Om! Apakah ini hanya sebuah kebetulan atau bagaimana. Tapi yang jelas, Cakra sangat bingung sekarang!" ucap Cakra sambil meraup wajahnya dengan kedua tangannya.

__ADS_1


"Ceritakanlah Pada Om apa yang terjadi jadi Om tidak penasaran!" tanya Bayu terus mengejar Cakra untuk menceritakan yang sesungguhnya.


"Alasan kenapa Papa pulang ke Dubai dan memilih untuk menetap di sana adalah karena perusahaan asal Jerman dari keluarga Clarkson yang selama ini selalu mencari permasalahan dan selalu menjegal bisnis-bisnis Abimana grup di berbagai negara. Oleh karena itu, papa ke Dubai untuk menyelesaikan permasalahan itu!" ucap Cakra menjelaskan semua duduk perkaranya.


"Jangan-jangan Sulis pun bagian dari rencana keluarga mereka. Karena dia tahu kau sangat mencintai Putri Om!" ucap Bayu memberikan analisisnya kepada Cakra.


"Cakra tidak tahu Om! Mungkin ada juga kemungkinan semacam itu. Akan tetapi lebih baik, kalau kita bertanya langsung kepada Sulis. Agar kita tidak simpang siur dan tidak memiliki negatif thinking yang berlebihan!" ucap Cakra.


"Cepatlah Om! Kalau Om mau bersiap-siap. Saya akan menunggu Om karena kita harus segera berangkat ke bandara!" ucal Cakra kepada Bayu.


"Baiklah, kau tunggu sebentar! Om hanya mengemas beberapa pakaian!" kemudian meninggalkan Cakra sendirian di ruang tamu dan dia bersiap untuk berangkat ke Inggris bersama Cakra menggunakan jet pribadi milik Abimana grup.


Sementara itu Cakra yang sedang berpikir masalah Sulis. Sia mulai bisa menyatukan berbagai puzzle yang ada di hadapannya saat ini. Dia mulai bisa menganalisis apa yang saat ini sedang terjadi.


"Ada kemungkinan yang dikatakan oleh om Bayu benar juga. Bahwa semua ini adalah skema dari keluarga Clarkson untuk mencari masalah dengan keluarga Abimana!" ucap Cakra bermonolog kepada dirinya sendiri.


"Aku harus menghubungi Papa. Karena selama ini Papah yang terus meninjau tentang keluarga Brengsek itu!" kemudian Cakra menghubungi ayahnya yang saat ini berada di Dubai.


"Ada Cakra? Kok tumben menghubungi Papa? Apakah ada sebuah masalah besar yang bisa Papa bantu?" tanya Andika merasa penasaran dengan putranya.


"Pah, tolong katakan pada Cakra tentang keluarga Clarkson yang berasal dari Jerman!" pinta Cakra kepada ayahnya sehingga membuat Andika merasa terkejut.


"Kenapa kau tiba-tiba saja bertanya tentang keluarga itu?" tanya Andika dengan gugup.

__ADS_1


__ADS_2