
Bayu tampak mengerutkan keningnya ketika mendapatkan dirinya berada di kamar Amanda. Bayu berusaha mengingat kembali apa yang sudah terjadi tadi malam antara dirinya dan Amanda.
"What the hell? Ya Tuhan apa yang sudah kita lakukan?" tampak Bayu sangat frustasi dengan apa yang terjadi saat ini.
"Anggap saja tidak terjadi apa-apa di antara kita! Kita lupakan saja!" ucap Amanda dengan suara yang sangat dingin dan tanpa melirik kepada Bayu sedikitpun.
Tampak Bayu menatap kepada Amanda, yang sepertinya sama sekali tidak pernah mau menganggap dirinya sebagai seorang laki-laki yang layak untuk diperhitungkan. Sehingga dengan tanpa perasaan, dia bisa mengatakan hal seperti itu. Setelah apa yang telah mereka lewati tadi malam dengan begitu bergairah dan penuh semangat saling memberikan kesenangan untuk satu sama lain.
"Kau yang tadi malam telah menarikku ke dalam sini. Aku sudah berusaha untuk mengingatkanmu, tetapi Kau yang terus memaksaku untuk melakukan hal itu!" ucap Bayu dengan suara terbata-bata.
"Kita lupakan saja!" ucap Amanda mengulangi apa yang tadi dia katakan.
"Tapi_____" belum selesai Bayu mengucapkan kata-katanya. Tiba-tiba saja pintu kamar Amanda terbuka dan Andika masuk ke dalamnya.
Tampak Andika begitu terkejut ketika mendapatkan Bayu yang saat ini sedang duduk di samping Amanda dengan polos tanpa sehelai benang pun yang melekat di tubuh keduanya.
Andika menatap Bayu dan Amanda dengan nanar. Kedua tangannya sudah mengepal dan bersiap untuk menghajar Bayu tetapi Amanda langsung menghentikannya.
"Pah tolong hentikan! Ini bukan salahnya, tapi salahku!" ucap Amanda sambil menundukkan kepalanya karena tidak berani menatap wajah ayahnya yang saat ini sedang marah besar.
"Jelas-jelas dia yang mendatangi kamarmu! Bagaimana mungkin ini adalah menjadi kesalahanmu?? Dasar dia memang laki-laki brengsek aku pasti akan menghajarnya!" ucap Andika marah dan langsung menarik Bayu.
__ADS_1
"Amanda tidak bohong Pah! Semua ini memang kesalahan Amanda. Amanda yang sudah memperkosa dia!" ucap Amanda menundukkan kepalanya karena malu dan takut kepada Ayahnya.
"Sungguh konyol! Kau jangan mengarang cerita hanya untuk melindunginya!" ucap Andika sambil menatap tajam kepada Bayu yang hanya bisa menundukkan kepalanya.
Kehormatan yang selama 10 tahun lebih dia jaga setelah Dia bercerai dengan istrinya. Kini seketika semuanya hancur lebur, karena kesalahan satu malam bersama Amanda.
"Maafkan saya Dika!" hanya perkataan itu yang bisa diucapkan oleh Bayu saat ini.
"Kalian harus segera menikah!" ucap Andika memberikan keputusan final untuk mereka berdua dan tidak bisa diganggu gugat.
"Tidak!" ucap Amanda keras.
Andika kemudian langsung meninggalkan mereka berdua agar mereka bisa berdiskusi mengenai masa depan mereka berdua.
Bayu dan Amanda seketika terkulas ketika mendengarkan keputusan Andika yang akan menikahkan mereka berdua.
"Maafkan Aku karena kecerobohanku Om jadi terpaksa menikah denganku!" ucap Amanda tanpa melihat kepada Bayu. Saat ini dirinya masih syok dengan kenyataan bahwa dia akan segera menjadi seorang pengantin dengan laki-laki yang tidak dia cintai.
"Maafkan aku juga. Karena aku juga salah dalam hal ini. Aku terlalu lemah sebagai seorang laki-laki. Sehingga tidak bisa mengendalikan diriku sendiri tadi malam. Mungkin karena terlalu lama tidak pernah menyentuh perempuan setelah bercerai dengan mantan istriku. Aku jadi mudah tergoda ketika kau merayuku. Aku jadi tidak bisa mengendalikan diriku, tolong kau maafkan juga aku!" ucap Bayu dengan wajah penuh penyesalan kepada Amanda.
"Ini semua gara-gara Marco! Dia yang sudah memberikan saya obat perangsang untuk menjebak saya. Untung saja saya cepat pulang, sehingga saya tidak terjatuh di tangan b******* itu!" ucap Amanda menjelaskan kronologis yang sesungguhnya. Agar Bayu bisa memahami apa yang telah terjadi di antara mereka berdua.
__ADS_1
Bayu tampak melirik sekilas kepada Amanda yang masih tampak frustasi.
"Tenanglah aku pasti akan bertanggung jawab atas kejadian malam ini. Walaupun kelak akan ada anak di dalam rahimmu. Aku yang akan mengurusnya dan kalaupun kau ingin untuk kita bercerai suatu saat nanti. Aku tidak akan pernah menghalangi keinginanmu dan aku akan merawat anak itu dalam pengasuhan ku!" ucap Bayu dengan mantap.
"Apakah segitunya Om tidak menginginkan saya? Bahkan kita belum menikah dan sudah membicarakan masalah perceraian!" ucap Amanda dengan penuh kekecewaan terhadap Bayu calon suaminya yang sudah diputuskan oleh ayahnya.
Ketika Amanda menyingkap selimut yang saat ini dia kenakan. Tampak bercak merah di atas spreinya yang membuat Bayu seketika memerah wajahnya.
"Maafkan aku! Karena aku sudah merusak masa depanmu dengan kebodohanku yang terlalu lemah dalam menghadapi godaan seorang wanita!" ucap Bayu dengan nada penuh penyesalan sehingga membuat Amanda merasa tidak enak dibuatnya.
"Seharusnya saya yang minta maaf sama Om. Kan Saya yang sudah memaksa Om untuk melakukan itu. Karena pengaruh obat sialan itu, membuat saya jadi kehilangan akal dan tidak bisa mengendalikan diri saya sendiri! Sehingga saya sudah menghapus keteguhan Iman Om selama ini, untuk tidak menyentuh wanita yang bukan istri Om!" ucap Amanda sambil menatap lekat Bayu yang masih polos, belum juga menggunakan pakaiannya yang masih berserakan di lantai.
Tiba-tiba pintu kamar Amanda kembali terbuka. Andika dan Cakra menatap mereka dengan tajam.
"Kenapa kalian berdua masih betah sekali di atas ranjang? Cepat bersiap-siap karena kita akan segera menyiapkan pernikahan kalian!" ucap Andika dengan nada keras sehingga membuat Amanda dan Bayu jadi salah tingkah dibuatnya.
Tampak Bayu yang kebingungan untuk mengambil pakaiannya yang ada di lantai. Cakra melihat raut wajah ekspresi itu. Akhirnya dia pun membantu Bayu untuk mengambil pakaiannya yang saat ini ada di bawah kakinya.
"Om om dari kemarin Cakra menjodohkan Om sama Kak Amanda. O. tampak tidak tertarik dan tampak cuek. Eh tau-tau sekarang kalian kepergok tidur bersama. Dunia ini memang sangat luar biasa!" ucap Cakra sambil menggeleng-gelengkan kepalanya tak akan tidak mengerti dengan apa yang terjadi.
"Teman kakak memberikan obat perangsang sama kakak dan berusaha untuk menjebak kakak. Untung saja tadi malam kakak langsung pulang dan tidak mengikuti kemauannya untuk pergi ke club dan akhirnya malah terjadi di rumah ini. Sehingga menyeret Om Bayu yang tidak bersalah sama sekali!" ucap Amanda mengulang kembali kronologis yang sesungguhnya yang terjadi kepada dirinya tadi malam. Sehingga membuat dia menjadi kehilangan kendali dan terjadilah peristiwa malam ini bersama dengan Bayu.
__ADS_1