Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai

Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai
138. Awal Hati Yang Retak


__ADS_3

Bayu dan Amanda memutuskan untuk pindah ke kediaman Bayu keesokan harinya setelah acara pernikahan mereka selesai.


" Terserah kalian kalau mau pindah ke rumah suamimu. Tidak apa-apa. Papa juga sebentar lagi akan ke Dubai. Si rumah ini hanya tinggal Cakra seorang! Karena Adrian sudah memiliki kediaman sendiri dan tidak bersedia untuk menempati rumah ini!" ucap Andika ketika Bayu dan Amanda menghadapnya untuk minta izin pindah ke kediaman Bayu.


" Rasanya canggung sekali memanggilmu papa mertua!" ucap Bayu sambil tersenyum kepada Andika yang saat ini sedang melotot ke arahnya.


" Suruh siapa kau macam-macam dengan putriku huh? Makanya aku paksa kau untuk menikahinya!" ucap Andika sambil mengulas senyum kepada Bayu.


" Sudahlah Pah! Itu kan memang jalan jodoh mereka berdua. Papa nggak usah misuh misuh lagi dong! Yang penting kan sekarang Kak Amanda sudah menikah dengan laki-laki yang baik dan tidak terjatuh ke tangan laki-laki yang jahat!" ucap Cakra protes kepada Andika yang masih jengkel dengan Bayu yang sudah tidur dengan Amanda sebelum pernikahan mereka berdua.


" Yah jodoh maut dan rezeki kan memang sudah diatur oleh Tuhan. Kita manusia hanya bisa mengikuti skenario yang sudah di gariskan oleh Tuhan!" ucap Andika menyetujui Apa yang diucapkan oleh Cakra.


" Baguslah kalau Papa sudah mengerti. Sekarang biarkan mereka hidup bahagia sebagai suami istri. Kita tidak usah lagi mengingatkan tentang kejadian buruk yang menjadi alasan mereka menjadi pasangan suami istri!" ucap Cakra dengan bijaksana membuat Bayu dan Amanda merasa tenang dan terhibur dengan apa yang diucapkan oleh Cakra.


" Ya sudah kami pindah sekarang juga ya? Karena kalau sudah siang pasti jalanan akan sangat macet!" ucap Bayu minta izin kepada Andika sebelum dia memboyong Amanda ke kediamannya.


" Amanda Apa benar kau ingin pindah dan ikut dengan suamimu?" tanya Andika mengkonfirmasi sekali lagi keinginan putrinya yang kini menikah dengan sahabatnya.


" Iya Pah! Bukankah Seorang Istri memang tugasnya adalah mengikuti suaminya?" ucap Amanda sambil melirik kepada Bayu yang saat ini sedang menatapnya dan juga terus menggenggam tangannya dengan erat seakan tidak ingin melepaskannya.


" Ya sudah kalau memang kalian sudah mantap untuk pindah dari sini, tidak apa-apa. Oh ya Papanya ingin menyampaikan kalau besok papa akan ke Dubai. Karena banyak sekali urusan di sana yang terbengkalai gara-gara Papa sibuk mengurus urusan kalian semua!" ucap Andika memberitahukan tentang niatnya untuk kembali ke Dubai dan menetap di sana.


" Papa sudah menyampaikannya ke Kak Adrian?" tanya Cakra.


" Papa tadi malam sudah menelpon Adrian besok dia akan mengantarkan Papa ke bandara!" ucap Andika.

__ADS_1


" Baguslah. Karena besok Cakra benar-benar akan sibuk di kantor. Jadi tidak akan bisa mengantarkan Papa ke bandara!" ucap Cakra mengatakan sejujurnya tentang kegiatannya besok kepada sang ayah yang akan segera meninggalkannya dan menetap di Dubai.


" Jangan khawatir papa tidak papa kok berangkat sendiri juga kalian tidak perlu mengantar Papa tahu kalau kalian sibuk dengan urusan kalian masing-masing dan pekerjaan juga sangat penting!" ucap Andika memahami perasaan Cakra saat ini.


" Nanti kalau senggang. Cakra pasti akan menemui Papa di Dubai dan membantu papa di sana!" janji Cakra kepada ayahnya.


" Yah papa kan menunggu kalian untuk berkunjung ke sana kasihan kakek dan nenekmu di sana. Kalau tidak ada yang menemani!" ucap Andika.


" Bagaimana kalau kita bulan madu saja ke Dubai? Sekalian menengok kakek dan nenek!" tiba-tiba Amanda membuka suara sehingga membuat mereka semua terkejut.


" Terserah padamu lakukan saja apa yang kau inginkan Papa pasti akan mengabulkan semua yang kau minta!" ucap Andika.


Amanda melirik kepada Bayu yang saat ini salah tingkah dibuatnya.


" Sudahlah jangan terlalu dipikirkan. Toh orang tuaku juga tahu tentang kamu sejak dulu. Mereka pasti akan merelakan cucu kesayangannya untuk menjadi istrimu. Aku akan membelamu kalau sampai kedua orang tuaku memarahimu!" ucap Andika berusaha untuk memberikan semangat kepada Bayu agar mau mendatangi kedua orang tuanya di Dubai.


" Baiklah anggap ini sebagai bulan madu kami berdua. Aku juga sudah lama tidak bertemu dengan kedua orang tuamu!" ucap Bayu pada akhirnya.


" Eh jangan lupa panggil aku sebagai ayah mertuamu! Kau harus ingat dengan statusmu sekarang! Hahaha!" ucap Andika sambil tertawa terbahak. Berusaha untuk menggoda Bayu yang sudah memerah wajahnya.


" Papah Berhentilah menggoda Om Bayu!" ucap Amanda menegur ayahnya yang masih tertawa.


" Ya ampun! Bahkan istrimu memanggilmu Om! Hahaha!" Andika terus tertawa.


" Kalau Kak Amanda memanggil Om Bayu dengan sebutan Om terus. Nanti orang-orang mengira kalau Kak Manda itu adalah sugar baby dari om Bayu! Hahaha!" ucap Cakra merasa lucu dengan apa yang ada di dalam pikirannya saat ini.

__ADS_1


" Aku tidak tahu apa yang membuat kalian merasa begitu lucu. Bahkan pernikahan kami menjadi bahan lelucon untuk kalian!" ucap Bayu mulai merasa jengkel melihat Cakra dan Andika yang terus menertawakannya.


" Ya ampun om! Papa dan Cakra kan, hanya sedang bercanda saja dengan kita. Bukan benar-benar mengolok-olok kita!" ucap Amanda sambil menyentuh tangan suaminya agar Bayu tidak merasa tersinggung.


" Maafkan aku Bayu. Tapi memang posisi kita saat ini sangat lucu. Dulu kau adalah sahabatku yang menjadi tempatku untuk bercerita apapun. Dan kita pun sudah melewati begitu banyak pahit dan manisnya kehidupan. Masa kau tidak kenal aku hmmm? Begini saja kau sudah ngambek sih?" ucap Andika sambil memukul bahu Bayu dengan perlahan. Sama seperti kebiasaannya dahulu ketika mereka berdua masih berstatus sebagai sahabat sejati.


" Ya Aku tahu. Tetapi sekarang hal ini menjadi sesuatu yang sensitif untukku. Emangnya aku juga menginginkan hal seperti ini? Suruh siapa putrimu mendatangiku di saat dia sedang terpengaruh obat perangsang seperti itu. Sehingga Aku kini harus terjebak di dalam pernikahan ini dan harus rela menjadi bahan leluconmu!" ucap Bayu sambil melirik kepada Andika yang kini mulai berhenti tertawa.


" Ya ampun Bay! Apa kamu benar-benar merasa kalau aku sedang mengolokmu? Aku hanya bahagia karena kita tetap menjadi keluarga, walaupun Cakra dan Sulis tidak jadi menikah!" ucap Andika menatap serius kepada Bayu yang masih misuh-misuh.


" Ya sudah cepat persiapkan diri kalian. Kalau kalian memang mau ikut denganku ke Dubai untuk bulan madu!" ucap Andika pada akhirnya. Andika menghentikan perbincangan mereka malam itu karena tidak ingin ada lagi orang yang merasa Tersakiti dengan lelucon yang tanpa sengaja terucap dari bibirnya.


Bayu masuk ke dalam kamar Amanda dengan cemberut dan tidak mau mengatakan apapun kepada Amanda.


Amanda yang merasa sakit hati ketika tadi mendengar Bayu mengatakan bahwa dia merasa terpaksa hingga harus terjebak dalam pernikahan bersamanya, dia hanya diam meringkuk di atas kasurnya.


Malam itu menjadi malam tersunyi bagi mereka berdua. Mereka berdua benar-benar tengah di sibukan oleh pikiran mereka masing-masing.


" Setelah kita pulang dari Dubai. Aku akan kembali ke Perancis dan kita mulai kehidupan kita sendiri-sendiri!" ucap Amanda dengan suara gemetar.


"Apa maksud kamu?" tanya Bayu bingung.


" Tidak apa-apa Om! Aku akan kembali ke tempatku dan Om bisa kembali ke tempat Om yang semula. Sehingga kita tidak perlu menjadi bahan olok-olok siapapun!" ucap Amanda pelan.


Bayu merasa bahwa Amanda saat ini sedang menangis tetapi perasaannya pun saat ini sedang kacau sehingga dia tidak bisa melakukan apapun untuk menghibur Amanda yang sedang sedih.

__ADS_1


__ADS_2